Mengenal Fungsi Kelenjar Montgomery, Bintik Kecil yang Kerap Muncul pada Areola Payudara


Anda mungkin pernah mendapati adanya bintik kecil di sekitar areola (area gelap pada puting payudara). Bisa jadi, ini adalah kelenjar montgomery. Tak hanya tampak akibat perubahan hormon, kelenjar ini juga berperan dalam proses menyusui.

0,0
Kelenjar montgomery umumnya tidak berbahayaKelenjar montgomery dapat berupa bintik kecil di sekitar areola atau puting susu
Pernahkah Anda mendapati bintik kecil di areola (area gelap sekitar puting susu)? Tak perlu buru-buru khawatir, karena itu mungkin saja merupakan penampakan dari kelenjar montgomery yang berada di sekitar puting payudara. Apa itu kelenjar montgomery?Simak penjelasan lengkap tentang fungsi kelenjar montgomery, penyakit yang sering muncul, hingga cara merawat montgomery berikut ini. 

Apa itu kelenjar montgomery?

Kelenjar montgomery adalah kelenjar minyak (sebaceous) yang berada di areola (area gelap sekitar puting susu). Kelenjar ini biasanya muncul berupa bintik di sekitar puting dengan ukuran dan jumlah yang berbeda pada tiap individu. Bintik di payudara ini dapat semakin terlihat akibat perubahan hormon, seperti saat kehamilan, menstruasi, dan pubertas. Jadi, jangan heran jika muncul kelenjar montgomery pada remaja karena hal ini normal terjadi.Namun, kemunculan kelenjar montgomery yang jelas juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi yang perlu Anda berikan perhatian lebih. Beberapa kondisi yang juga mungkin menyebabkan munculnya bintik di sekitar areola, antara lain:
  • Stres
  • Tanda kehamilan
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Obat-obatan tertentu
  • Pakaian atau bra yang terlalu ketat 
  • Perubahan fisik seperti penambahan atau penurunan berat badan
  • Kanker payudara 

Fungsi kelenjar montgomery

Fungsi utama kelenjar montgomery adalah melumasi dan melindungi payudara dari kuman. Bahkan, sekresi kelenjar ini juga dapat mencegah air susu ibu (ASI) terkontaminasi dan memastikannya aman untuk bayi. Kelenjar montgomery bertugas mengeluarkan pelumas atau minyak yang bersifat antibakteri untuk mencegah pertumbuhan kuman penyebab infeksi. Minyak ini juga berperan untuk melembapkan dan membersihkan puting dan areola selama masa menyusui. Sebuah penelitian yang dilansir dari jurnal PLoS One menyebutkan bahwa kelenjar montgomery pada ibu menyusui dapat turut membantu dalam proses inisiasi dini menyusui (IMD). Hal ini karena cairan yang dikeluarkan kelenjar areola ini setelah proses melahirkan. 

Risiko kesehatan pada kelenjar montgomery 

Sebagaimana organ tubuh lainnya, kelenjar montgomery juga tidak luput dari penyakit. Beberapa masalah yang sering timbul pada kelenjar ini antara lain penyumbatan, peradangan, dan infeksi. Segera lakukan pemeriksaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami satu atau lebih dari gejala penyakit kelenjar montgomery berikut ini:
  • Kemerahan
  • Bengkak
  • Nyeri
  • Gatal
  • Ruam
  • Keluar cairan putih (bukan ASI)
  • Keluar cairan berupa darah atau nanah
Meski mungkin jarang, beberapa gejala di atas juga dapat mengindikasikan gejala kanker payudara. Terlebih, jika ada gejala kanker payudara lainnya yang menyertai, seperti benjolan, lesung payudara, payudara berkerut (peau d’orange), perubahan bentuk dan ukuran puting dan payudara, pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, dan penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab. 

Lakukan cara ini untuk merawat kelenjar montgomery 

Untuk mencegah infeksi, peradangan, dan penyakit lainnya, Anda dapat melakukan beberapa cara berikut ini untuk merawat kelenjar montgomery:
  • Bersihkan areola dan puting dengan benar dan rutin. Anda dapat membasuhnya dengan air hangat dan kapas. 
  • Hindari membersihkan puting dengan sabun antibakteri atau sabun berpewangi untuk mencegah kulit kering di sekitar puting. 
  • Jika sekitar areola atau puting terlihat kering dan retak, oleskan krim khusus puting untuk melembapkan. 
  • Hindari menggunakan minyak atau pelembap lain yang tidak dikhususkan untuk puting kering.
  • Gunakan pakaian dan bra yang pas, bersih, dan nyaman.
  • Hindari bantalan payudara pada bra yang berbahan panas (tidak menyerap keringat) dan kasar untuk mencegah iritasi.
  • Bila menyusui, oleskan ASI di sekitar puting untuk menjaga kelembapan dan terhindar dari iritasi. 

Catatan dari SehatQ

Meski berukuran kecil, kelenjar montgomery adalah bagian penting dalam anatomi payudara. Fungsinya sebagai pelumas dan pelindung juga turut menunjang kesehatan wanita, serta secara tidak langsung mendukung proses pemberian ASI.Membersihkan dan merawat payudara dengan benar dapat membuat fungsi payudara dan kelenjar montgomery tetap terjaga, serta mencegahnya dari berbagai penyakit. Jika Anda mengalami kemerahan atau nyeri di bintik kecil pada areola, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin dapat menurunkan risiko perburukan penyakit dan meningkatkan angka kesembuhan. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter secara online menggunakan fitur chat dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
kesehatan wanitaputing lecetpayudara
Healthline. https://www.healthline.com/health/montgomerys-tubercles#removal
Diakses pada 24 Juni 2021
PLoS One. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2761488/
Diakses pada 24 Juni 2021
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/montgomerys-tubercles-2759956
Diakses pada 24 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait