Berbagai Fungsi Epidermis, Lapisan Terluar Kulit yang Melindungi Tubuh


Jaringan epidermis adalah organ terbesar kedua setelah sistem vaskuler. Fungsi epidermis pada kulit manusia ternyata beragam. Mulai dari melindungi kulit, menentukan warna kulit, mengatur respons imun, sampai memengaruhi kulit dalam merasakan sentuhan.

0,0
28 Feb 2020|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
fungsi epidermis adalah sebagai lapisan yang melindungi kulit paling luarLapisan terluar kulit adalah jaringan epidermis
Salah satu struktur kulit manusia terdiri dari lapisan epidermis. Jaringan epidermis memiliki struktur berlapis yang menyimpan banyak fungsi bagi kelangsungan hidup manusia. Sebenarnya, apa itu epidermis? Apa fungsi epidermis? Kedua pertanyaan tersebut akan dijawab melalui penjelasan berikut.

Apa itu jaringan epidermis?

Secara etimologi, epidermis berasal dari kata ‘epi’ yang berarti atas dan ‘derma’ yang berarti kulit.Baik pada tumbuhan atau manusia, epidermis adalah jaringan paling luar yang bertujuan melapisi tubuh. Pada manusia, lapisan epidermis adalah lapisan yang biasa Anda lihat dan diasosiasikan sebagai kulit.Jaringan epidermis memiliki ketebalan yang bervariasi tergantung dari lokasinya. Lapisan epidermis yang paling tipis terdapat pada area mata, tebalnya hanya ½ millimeter.Sedangkan, lapisan epidermis yang paling tebal ada di telapak tangan dan kaki dengan ketebalan 1,5 milimeter.

Bagaimana struktur lapisan epidermis?

Jaringan epidermis memiliki beberapa lapisan lagi di dalamnya, yaitu:

1. Stratum basale/lapisan sel basal

Lapisan ini adalah lapisan terdalam dari jaringan epidermis. Stratum basale adalah rumah bagi melanosit yang menghasilkan melanin. Melanin adalah pigmen yang bertanggung jawab atas warna kulit.

2. Stratum spinosum/lapisan sel skuamosa

Stratum spinosum adalah lapisan epidermis paling tebal yang terletak tepat di atas lapisan basal. Stratum spinosum terdiri dari sel-sel basal yang telah matang menjadi sel skuamosa, dikenal pula sebagai keratinosit.

3. Stratum granulosum

Lapisan ini terdiri dari keratinosit yang telah bergerak naik dari lapisan skuamosa. Ketika sel-sel ini bergerak lebih dekat ke permukaan kulit, mereka akan tersebar merata dan saling menempel sampai mengering dan akhirnya menjadi sel kulit mati.

4. Stratum corneum

Stratum corneum adalah lapisan epidermis terluar. Lapisan stratum corneum terdiri dari 10-30 lapisan keratinosit mati yang terus-menerus didorong keluar dari stratum granulosum. Penumpahan sel-sel mati ini akan berkurang secara signifikan seiring bertambahnya usia.

5. Stratum lucidum

Lapisan ini hanya terdapat pada epidermis yang terletak di telapak tangan dan telapak kaki. Terdapat tambahan empat lapisan lainnya yang tidak bersifat khusus, fungsinya hanya untuk mempertebal epidermis agar lebih kuat.

Apa fungsi epidermis pada kulit manusia?

Setelah mengetahui apa itu jaringan epidermis dan struktur di dalamnya, kini saatnya mengetahui fungsi jaringan epidermis selengkapnya. Beberapa fungsi epidermis pada kulit tubuh Anda, di antaranya:

1. Menghasilkan sel-sel kulit yang baru dan memperbarui sel-sel kulit mati

Tubuh manusia secara alami akan menghasilkan 500 juta sel kulit mati setiap harinya. Pada proses ini, fungsi epidermis adalah menghasilkan sel baru untuk mengganti sel-sel yang telah mati. Normalnya, kulit akan beregenerasi kira-kira setiap 27 hari.

2. Menentukan warna kulit manusia

Fungsi epidermis berikutnya adalah menentukan warna kulit manusia.Kandungan melanosit yang ada pada jaringan epidermis akan memproduksi suatu pigmen yang disebut melanin. Pigmen melanin ini kemudian akan mengalami proses melanogenesis. Warna kulit biasanya akan ditentukan melalui proses ini.

3. Melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet

Fungsi epidermis bisa melindungi kulit dari sinar matahari
Jaringan epidermis melindungi kulit dari sinar UV
Fungsi epidermis juga dapat melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet. Pigmen melanin dalam epidermis bertujuan melindungi kulit Anda dari paparan efek berbahaya, seperti kerusakan DNA atau kanker kulit yang disebabkan dari radiasi sinar UV. 

4. Sebagai fungsi pertahanan tubuh

Fungsi epidermis lainnya adalah membatasi kehilangan air dari tubuh, mengurangi penyerapan bahan kimia dari lingkungan, dan mencegah infeksi mikroba yang dapat membahayakan kesehatan tubuh.

5. Membantu pembentukan kuku dan rambut

Fungsi epidermis bisa membentuk kuku dan rambut
Fungsi jaringan epidermis bisa membentuk kuku 
Keratinosit yang ada pada jaringan epidermis berfungsi untuk memproduksi keratin, yakni protein pelindung yang membentuk kulit, kuku, dan rambut.

6. Menghasilkan vitamin D

Keratinosit dalam lapisan epidermis juga menjadi sumber utama terbentuknya vitamin D bagi tubuh.Keratinosit berperan dalam proses enzimatik. Ini artinya, vitamin D dimetabolisme menjadi metabolit aktif yang siap digunakan untuk tubuh sehingga bisa menjalankan fungsi jaringan epidermis secara maksimal. Keratinosit juga berfungsi melindungi tubuh dari bakteri, parasit, virus, hingga panas yang menjadi penyebab kulit kering. 

7. Mengatur respons imun

Lapisan skuamosa pada jaringan epidermis adalah tempat disimpannya sel-sel Langerhans yang berfungsi untuk melawan zat asing yang menyusup ke kulit.Lapisan ini juga bertanggung jawab untuk mensintesis sitokinin, yakni sejenis protein yang membantu mengatur respons imun atau daya tahan tubuh.

8. Memengaruhi kulit dalam merasakan sentuhan

Fungsi epidermis juga dapat memengaruhi kulit dalam merasakan sentuhan. Pada lapisan epidermis, terdapat satu sel yang dinamakan sel merkel. Sel markel terletak sangat dekat dengan ujung saraf yang berfungsi untuk menerima sensasi sentuhan. Dengan ini, sel bisa memengaruhi kulit agar dapat merasakan sentuhan. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Cell Biology, disebutkan bahwa sel merkel juga dapat berperan sebagai penekan tumor untuk mencegah kanker kulit.

Seperti apa sel epidermis yang sehat?

Sel epidermis yang sehat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. pH asam

Jaringan epidermis sehat dapat ditandai oleh pH kulit yang asam, yaitu antara 4,0 dan 6,0. pH ini bisa berbeda pada berbagai area kulit. Nilai pH tertinggi biasanya ada di area kulit yang memiliki kadar air tinggi, seperti di lipatan kulit.

2. Proses regenerasi yang konstan

Lapisan epidermis yang sehat menunjukkan laju pembelahan sel yang konstan. Fase ini menjadi penting karena dibutuhkan tubuh jika terjadi peradangan atau saat kulit membutuhkan pemulihan ketika terluka. Normalnya, satu siklus pembelahan ini terjadi dalam 4-5 minggu.

3. Kadar air yang cukup

Selama kulit membentuk strukturnya yang kompleks, lapisan ini memerlukan air yang berperan sangat penting.Kadar air pada jaringan epidermis dapat dilihat dari lapisan stratum corneum dengan normal berkisar antara 10-12%. Kulit yang kering akan menghalangi fungsi kulit untuk bekerja sebagaimana seharusnya.

Bagaimana cara menjaga fungsi jaringan epidermis?

Agar fungsi jaringan epidermis bisa berjalan maksimal dan tetap sehat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti:

1. Melindungi kulit dari paparan sinar matahari

Salah satu cara agar fungsi jaringan epidermis berjalan maksimal adalah dengan melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Paparan sinar matahari secara berlebihan dapat menyebabkan tanda penuaan muncul, seperti keriput, bintik hitam, dan masalah kulit lainnya, termasuk risiko kanker kulit. Maka dari itu, penting untuk selalu mengoleskan tabir surya atau sunscreen dengan SPF minimal 30 sebelum beraktivitas di luar rumah. Tak ada salahnya menggunakan pakaian berlengan panjang, topi, kacamata hitam, untuk melindungi diri dari bahaya sinar matahari.Jika perlu, hindari aktivitas di bawah sinar matahari pada pukul 10.00 pagi sampai jam 4 sore lantaran paparan sinar yang sangat kuat pada rentang waktu tersebut. 

2. Selalu merawat kulit dengan tepat

Fungsi jaringan epidermis bisa berjalan optimal apabila Anda selalu merawat kulit dengan tepat. Caranya, jangan mandi terlalu lama dan hindari menggunakan air yang terlalu panas saat mandi. Suhu air yang terlalu panas dan waktu mandi yang lama bisa menghilangkan minyak alami pada kulit. Anda juga perlu menghindari penggunaan sabun yang kandungannya terlalu keras di kulit. Bila sudah selesai, keringkan kulit dengan menepuk-nepuk kulit secara perlahan menggunakan handuk lembut. Kemudian, oleskan pelembap pada permukaan kulit wajah dan tubuh secara merata.

3. Makan makanan bergizi

Fungsi jaringan epidermis dapat berjalan dengan baik apabila mendapat asupan nutrisi yang tepat untuk kulit. Misalnya, dengan konsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh.Beberapa hasil riset menunjukkan bahwa konsumsi minyak ikan dan mengurangi asupan lemak tak sehat serta makanan olahan bisa membuat kulit lebih awet muda. Anda juga perlu mencukupi kebutuhan asupan cairan tubuh agar kulit tetap terhidrasi dengan baik. 

4. Jangan merokok

Bahaya merokok untuk kulit memang nyata adanya. Merokok dapat mempersempit pembuluh darah jaringan epidermis. Akibatnya, kulit Anda jadi tampak lebih kusam, bahkan memunculkan tanda-tanda penuaan. Tanda-tanda penuaan pada perokok juga lebih cepat muncul karena kebiasaan merokok dapat merusak kolagen dan elastin (serat yang membuat kulit lebih elastis) pada kulit. Anda pun juga dapat berisiko mengalami kanker kulit akibat merokok. Oleh sebab itu, Anda dianjurkan untuk berhenti merokok untuk menghindari bahaya tersebut. Pastikan Anda selalu menjaga kesehatan kulit agar fungsi jaringan epidermis dapat berjalan dengan optimal. Dengan mengetahui fungsi dari epidermis, Anda dianjurkan untuk lebih perhatian dalam menjaga kesehatan kulit.Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar struktur kulit dan fungsinya serta produk perawatan kulit yang tepat, tanyakan langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Caranya, download sekarang di App Store dan Google Play.
kulit sehatkesehatan kulitkulit dan kecantikan
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3687803/
Diakses pada 27 Februari 2020
Cancer. https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/merkel-cell
Diakses pada 27 Februari 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2762103/
Diakses pada 27 Februari 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4793052/
Diakses pada 27 Februari 2020
Therapeutique. https://www.therapeutique-dermatologique.org/spip.php?article1739
Diakses pada 27 Februari 2020
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/anatomy-of-epidermis-1068881
Diakses pada 27 Februari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320435#layers
Diakses pada 27 Februari 2020
Web MD. https://www.webmd.com/beauty/cosmetic-procedures-overview-skin#1
Diakses pada 27 Februari 2020
Libretexts. https://med.libretexts.org/Bookshelves/Anatomy_and_Physiology/Book%3A_Anatomy_and_Physiology_(Boundless)/5%3A_Integumentary_System/5.1%3A_The_Skin/5.1D%3A_Skin_Color
Diakses pada 27 Februari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/melanin-protects-us-from-and-can-cause-skin-cancer-021915
Diakses pada 27 Februari 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/skin-care/art-20048237
Diakses pada 30 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait