Berbagai Fungsi Jaringan Epidermis, Lapisan Terluar yang Melindungi Tubuh

Jaringan epidermis adalah lapisan terluar dari kulit
Lapisan terluar kulit adalah jaringan epidermis

Sebagai organ terbesar kedua setelah sistem vaskuler, jaringan epidermis memiliki struktur berlapis yang menyimpan banyak fungsi bagi kelangsungan hidup manusia. Sebenarnya apa itu jaringan epidermis? Apa fungsinya? Kedua pertanyaan tersebut akan dijawab melalui penjelasan berikut.

Apa itu jaringan epidermis?

Secara etimologi, epidermis berasal dari kata ‘epi’ yang berarti atas dan ‘derma’ yang berarti kulit. Baik di tumbuhan atau manusia, epidermis adalah jaringan paling luar yang melapisi tubuh. Pada manusia, lapisan epidermis adalah lapisan yang biasa Anda lihat dan asosiasikan sebagai kulit.

Jaringan epidermis memiliki ketebalan yang bervariasi tergantung dari lokasinya. Epidermis yang paling tipis ada di area mata, yang tebalnya hanya ½ millimeter. Sementara, yang paling tebal ada di telapak tangan dan kaki dengan ketebalan 1,5 milimeter.

Struktur epidermis

Jaringan epidermis memiliki beberapa lapisan lagi di dalamnya, yaitu:

  • Stratum basale/lapisan sel basal

Lapisan ini adalah lapisan terdalam dari jaringan epidermis. Stratum basale adalah rumah bagi melanosit yang menghasilkan melanin, yakni pigmen yang bertanggung jawab atas warna kulit.

  • Stratum spinosum/lapisan sel skuamosa

Lapisan ini merupakan lapisan epidermis yang paling tebal yang terletak tepat di atas lapisan basal. Stratum spinosum terdiri dari sel-sel basal yang telah matang menjadi sel skuamosa, yang dikenal sebagai keratinosit.

  • Stratum granulosum

Lapisan ini terdiri dari keratinosit yang telah bergerak naik dari lapisan skuamosa. Ketika sel-sel ini bergerak lebih dekat ke permukaan kulit, sel-sel tersebut akan tersebar merata dan saling menempel hingga mengering dan akhirnya menjadi sel kulit mati.

  • Stratum corneum

Stratum corneum adalah lapisan epidermis terluar. Lapisan Ini terdiri dari 10-30 lapisan keratinosit mati yang terus-menerus didorong keluar dari stratum granolosum. Penumpahan sel-sel mati ini akan berkurang secara signifikan seiring bertambahnya usia.

  • Stratum lucidum

Lapisan ini hanya terdapat di epidermis yang berlokasi di telapak tangan dan telapak kaki. Terdapat tambahan empat lapisan lainnya yang tidak bersifat khusus, yang fungsinya hanya untuk mempertebal epidermis agar lebih kuat.

Fungsi jaringan epidermis

Jaringan epidermis melindungi kulit dari sinar UV

Beberapa fungsi jaringan epidermis bagi tubuh Anda, di antaranya:

  • Menghasilkan sel-sel kulit yang baru dan memperbaharui sel-sel kulit mati

Tubuh manusia secara alami akan menghasilkan 500 juta sel kulit mati setiap harinya. Pada proses ini, jaringan epidermis akan menghasilkan sel baru untuk menganti sel-sel yang telah mati. Kulit normalnya akan beregenerasi kira-kira setiap 27 hari.

  • Menentukan warna kulit

Kandungan melanosit yang ada pada jaringan epidermis akan memproduksi suatu pigmen yang disebut melanin. Melanin ini kemudian akan mengalami proses melanogenesis, di mana warna kulit akan ditentukan pada proses itu.

  • Melindungi dari bahaya sinar UV

Selain berfungsi untuk menentukan warna kulit, melanin dalam epidermis juga berguna untuk melindungi kulit kita dari efek berbahaya, seperti kerusakan DNA atau kanker kulit yang disebabkan dari radiasi sinar UV.

  • Sebagai fungsi pertahanan tubuh

Fungsi jaringan epidermis lainnya adalah untuk membatasi kehilangan air dari tubuh, mengurangi penyerapan bahan kimia dari lingkungan, dan mencegah infeksi mikroba yang dapat membahayakan kesehatan tubuh.

  • Membantu pembentukan kuku dan rambut

Keratinosit yang ada pada epidermis berfungsi untuk memproduksi keratin, yakni protein pelindung yang membentuk kulit, kuku, dan rambut.

  • Sumber pembentukan vitamin D

Keratinosit dalam epidermis juga menjadi sumber utama dibentuknya vitamin D bagi tubuh. Keratinosit juga berperan dalam proses enzimatik, di mana vitamin D dimetabolisme menjadi metabolit aktif yang siap digunakan untuk tubuh agar bisa menjalankan fungsi-fungsinya.

  • Mengatur respons imun

Lapisan skuamosa pada epidermis merupakan tempat disimpannya sel-sel Langerhans yang berfungsi untuk melawan zat asing yang menyusup ke kulit. Lapisan ini juga bertanggung jawab untuk mensintesis sitokin, sejenis protein yang membantu mengatur respons imun atau daya tahan tubuh.

  • Memengaruhi kulit dalam merasakan sentuhan

Di dalam epidermis, terdapat satu sel yang dinamakan sel merkel. Sel ini berpengaruh pada kulit dalam merasakan sentuhan, hal ini dikarenakan sel markel berada sangat dekat dengan ujung saraf yang berfungsi untuk menerima sensasi sentuhan.

Pada sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Cell Biology, disebutkan bahwa sel merkel juga dapat berperan sebagai penekan tumor untuk mencegah kanker kulit.

Seperti apa sel epidermis yang sehat?

Sel epidermis yang sehat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • pH asam

Jaringan epidermis yang sehat dapat ditandai oleh pH-nya yang asam, yaitu antara 4,0 dan 6,0. pH ini dapat berbeda di berbagai area kulit. Nilai pH tertinggi biasanya ada di area yang memiliki kadar air tinggi, seperti di lipatan kulit.

  • Proses regenerasi yang konstan

Epidermis yang sehat menunjukkan laju pembelahan sel yang konstan. Fase ini menjadi penting karena dibutuhkan tubuh jika terjadi peradangan atau kulit membutuhkan pemulihan ketika terluka. Normalnya, satu siklus pembelahan ini terjadi dalam 4-5 minggu.

  • Kadar air yang cukup

Selama kulit membentuk strukturnya yang kompleks, lapisan ini memerlukan air yang berperan sangat penting. Kadar air pada epidermis dapat diukur pada lapisan stratum corneum, yang kadar normalnya berkisar antara 10-12%. Kulit yang kering akan menghalangi kulit menjalankan fungsinya.

Untuk mendapatkan jaringan epidermis yang sehat, Anda harus selalu menjaga kebersihan kulit, memberi nutrisi yang sehat dengan makan-makanan bergizi, minum air minimal 2 liter per hari, dan menghindari sinar matahari dengan menggunakan tabir surya.

Jaga selalu kesehatan kulit, agar fungsi jaringan epidermis Anda dapat menjalankan tugasnya dengan optimal.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3687803/
Diakses pada 27 Februari 2020

CANCER. https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/merkel-cell
Diakses pada 27 Februari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2762103/
Diakses pada 27 Februari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4793052/
Diakses pada 27 Februari 2020

THERAPEUTIQUE. https://www.therapeutique-dermatologique.org/spip.php?article1739
Diakses pada 27 Februari 2020

VERYWELLHEALTH. https://www.verywellhealth.com/anatomy-of-epidermis-1068881
Diakses pada 27 Februari 2020

MEDICALNEWSTODAY. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320435#layers
Diakses pada 27 Februari 2020

WEBMD. https://www.webmd.com/beauty/cosmetic-procedures-overview-skin#1
Diakses pada 27 Februari 2020

LIBRETEXTS. https://med.libretexts.org/Bookshelves/Anatomy_and_Physiology/Book%3A_Anatomy_and_Physiology_(Boundless)/5%3A_Integumentary_System/5.1%3A_The_Skin/5.1D%3A_Skin_Color
Diakses pada 27 Februari 2020

HEALTHLINE. https://www.healthline.com/health-news/melanin-protects-us-from-and-can-cause-skin-cancer-021915
Diakses pada 27 Februari 2020

Artikel Terkait