Mengenal Interferon dalam Membantu Sistem Kekebalan Tubuh


Interferon adalah protein alami tubuh yang jadi bagian sistem imun untuk melawan infeksi bakteri, virus, dan penyebab penyakit lainnya. Dalam beberapa kasus, interferon buatan dibutuhkan untuk mempercepat pengobatan.

0,0
interferonInterferon merupakan protein alami tubuh, tapi tersedia juga dalam bentuk obat
Interferon adalah protein alami dari sistem kekebalan tubuh manusia yang berfungsi melawan penyebab penyakit (patogen), seperti bakteri, virus, dan sel kanker dalam tubuh. Interferon juga tersedia dalam bentuk obat yang bekerja meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit. Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Bagaimana cara kerja interferon?

Interferon membantu sistem imun untuk melawan penyakit
Interferon membantu sistem imun untuk melawan penyakit
Hampir setiap sel tubuh menghasilkan interferon, yang terdiri dari 3 jenis utama, yaitu:
  • Interferon alfa
  • Interferon beta
  • Interferon gamma
Sel tubuh yang terinfeksi virus atau bakteri akan mengeluarkan interferon alfa dan beta sebagai sinyal peringatan untuk sistem kekebalan tubuhHal ini memicu sel darah putih (bagian dari sistem imun) melepaskan interferon gamma untuk melawan virus atau bakteri.Interferon bekerja dengan beberapa cara, yaitu
  • Peringatan terhadap sistem imun terkait adanya patogen (kuman penyebab penyakit)
  • Membantu sistem imun untuk mengenali patogen
  • Memberi tahu sel imun untuk menyerang dan menghentikan pertumbuhan patogen dan sel kanker 
  • Membantu sel yang sehat melawan infeksi

Apa saja fungsi interferon?

Secara umum, fungsi interferon adalah membantu sistem kekebalan tubuh melawan virus, bakteri, dan sel kanker. Sementara itu, manfaat interferon buatan yang dipakai sebagai obat berfungsi meperkuat sistem imun bawaan untuk melawan penyakit.Interferon buatan pertama kali tercipta pada tahun 1986 untuk pengobatan kanker tertentu. Seiring perkembangannya, kini interferon digunakan untuk pengobatan beberapa penyakit.Fungsi interferon sendiri dibedakan berdasarkan jenisnya, sebagai berikut:

1. Mengobati infeksi virus dan kanker

Untuk mengobati infeksi virus dan kanker, yang digunakan adalah interferon alfa. Beberapa penyakit yang diatasi, antara lain:
  • Hepatitis C dan hepatitis kronis
  • Limfoma
  • Leukemia sel berambut (hairy cell leukemia)
  • Sarkoma kaposi yang disebabkan oleh AIDS
  • Leukemia mieloid kronis (CML)
  • Melanoma maligna
  • Kutil kelamin

2. Mengobati multiple sclerosis

Interferon beta berguna untuk mengobati multiple sclerosis. Obat ini diklaim mampu meredakan peradangan otak dan sumsum tulang belakang serta mencegah kerusakan saraf.Penelitian yang sedang berkembang juga menyatakan potensi penggunaan interferon beta dengan cara dihirup untuk mengobati infeksi Covid-19.Selain dua manfaat di atas, terdapat interferon gamma-1b yang berfungsi untuk mengobati granulomatosa kronis dan osteoporosis ganas.

Jenis interferon dan metode pemberian

Interferon biasanya diberikan oleh dokter melalui suntikan bawah kulit (subkutan) atau ke otot (intramuskular). Pada beberapa kondisi, pemberian interferon juga bisa lewat infus melalui pembuluh darah (intravena) di lengan. Dosis pemberian interferon pun berbeda pada tiap orang, tergantung kondisi kesehatannya. Beberapa jenis interferon yang biasa digunakan dalam pengobatan antara lain:
  • Interferon alfa-2a (Roferon-A)
  • Interferon alfa-2b (Intron-A)
  • Interferon alfa-n3 (Alferon-N)
  • Interferon beta-a1 (Avonex, Rebif)
  • Interferon beta-1b (Betaseron, Extavia)
  • Interferon gamma-1b (Actimmune)

Adakah efek samping penggunaan interferon?

Interferon juga memiliki efek samping seperti pengobatan lainnya
Interferon juga memiliki efek samping seperti pengobatan lainnya
Pada umumnya, penggunaan obat golongan interferon aman selama Anda mengikuti anjuran dokter.Namun, seperti hal medis lain, penggunaan interferon tidak terlepas dari efek samping. Beberapa efek samping interferon antara lain:
  • Kemerahan, nyeri, dan bengkak di area suntikan
  • Gejala flu, seperti demam, sakit kepala, meriang, dan kelelahan
  • Nyeri otot, sendi, dan punggung bagian bawah
  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan
  • Mual dan muntah
  • Gugup
  • Rambut rontok
  • Pucat
  • Sesak napas
  • Diare
  • Kebingungan
Selain efek samping di atas, penggunaan interferon juga perlu berdasarkan rekomendasi dokter karena dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit, yaitu:
  • Penyakit jantung
  • Kesehatan mental
  • Penyakit mata
  • Penyakit tiroid
  • Penyakit paru

Catatan dari SehatQ

Interferon berfungsi membantu sistem imun tubuh untuk bekerja melawan patogen berbahaya. Pemberian interferon pada penyakit infeksi maupun kanker dapat berbeda pada tiap individu. Konsultasikan terlebih dahulu kondisi Anda sebelum memutuskan untuk menggunakan interferon. Pasalnya, interferon tidak dapat diberikan pada beberapa kondisi, termasuk ibu hamil dan menyusui, serta pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.Dokter akan memutuskan apakah penyakit yang Anda alami membutuhkan injeksi interferon atau tidak. Selain itu, dokter juga akan menentukan jenis interferon dan dosis yang sesuai dengan kondisi Anda. Jika masih ada pertanyaan seputar interferon untuk meningkatkan imunitas, Anda bisa berkonsultasi secara online menggunakan fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
sel darah putihimunoglobulinhidup sehatimunitas turun
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/interferon/article.htm#for_what_conditions_are_interferons_used
Diakses pada 3 Agustus 2021
Web MD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-37/interferon-alfa-2b-injection/details
Diakses pada 3 Agustus 2021
Web MD. https://www.webmd.com/drug-medication/interferons-guide
Diakses pada 3 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait