Fungsi Inkubator Bayi dan Kapan Si Kecil Harus Menggunakannya

Inkubator bayi diperlukan oleh bayi prematur dan bayi dengan kondisi kesehatan tertentu
Seorang bayi baru lahir sedang dalam inkubator

Tidak semua bayi lahir dengan kondisi normal dan sehat. Ada juga bayi yang harus melihat dunia sebelum waktunya atau disebut prematur sehingga harus segera menjalani perawatan intensif di inkubator bayi yang terdapat di Unit Perawatan Intensif Neonatal (NICU).

Inkubator bayi adalah alat khusus yang berbentuk seperti tabung kaca berisi kasur kecil untuk bayi, dan biasanya diperuntukkan bagi bayi-bayi yang lahir secara prematur dan bayi yang sedang sakit. Bayi yang lahir belum cukup bulan ini tidak memiliki lapisan lemak yang akan melindungi mereka dari suhu ruangan yang dingin

Penting bagi bayi prematur untuk dirawat di lingkungan yang higienis seperti inkubator bayi. Di kotak itulah bayi dapat tumbuh lebih cepat karena energi mereka akan sepenuhnya digunakan untuk memaksimalkan pertumbuhan, ketimbang mempertahankan suhu tubuh normalnya.

Kondisi bayi yang harus dirawat di inkubator bayi

Selain kelahiran prematur, bayi yang lahir cukup bulan juga mungkin saja dirawat di inkubator bayi sesaat setelah lahir, terutama bila memiliki kondisi-kondisi sebagai berikut:

  • Bayi yang berat badan lahir kecil, meski kehamilan sudah cukup bulan
  • Suhu tubuh bayi terus turun sekalipun sudah dipakaikan baju bayi maupun dibungkus dengan kain
  • Bayi lahir dengan sakit bawaanyang membutuhkan perawatan intensif
  • Bayi lahir dengan infeksi atau risiko mengalami sepsis
  • Dokter menilai bayi berisiko mengalami penurunan suhu yang abnormal
  • Bayi dikhawatirkan mengalami kekurangan nutrisi bila tidak dimasukkan dalam inkubator bayi
  • Ada luka yang menganga pada tubuh bayi, terutama pada perut

Tidak jarang, dokter memasukkan bayi ke dalam inkubator untuk mencegah terjadinya infeksi, alergi, atau paparan suara dan cahaya berlebihan yang dapat membuat bayi rewel. Inkubator bayi juga dapat digunakan untuk merawat bayi sehat yang terkena jaundice dengan menambahkan sinar khusus yang berfungsi sebagai fototerapi.

Mengenal tipe-tipe inkubator bayi

Seiring dengan perkembangan teknologi pada alat medis, inkubator bayi pun mengalami banyak penyesuaian. Ada lima tipe inkubator bayi yang sering digunakan di rumah sakit, yaitu:

  • Inkubator tertutup

Inkubator bayi jenis ini memiliki sistem penyaringan yang dapat meminimalisir risiko terjadinya infeksi pada bayi. Sistem ini juga mencegah terjadinya penurunan kelembapan di dalam tabung inkubator.

  • Inkubator terbuka

Bagian atas inkubator tidak dilengkapi tabung transparan, tapi tetap memberi kehangatan pada bayi yang diletakkan di inkubator ini. Inkubator terbuka disebut juga dengan inkubator Armstrong yang dapat memberi akses lebih mudah bagi para tenaga kesehatan dalam merawat bayi di dalamnya.

  • Inkubator dinding ganda

Seperti namanya, inkubator bayi ini memiliki dua dinding yang dapat mencegah panas dan kelembapan keluar dari tabung.

  • Inkubator kontrol servo

Inkubator bayi ini memiliki program otomatis untuk mengatur suhu dan kelembapan berdasarkan kondisi Si Kecil melalui sensor khusus yang ditempelkan ke kulit bayi.

  • Inkubator portabel

Dikenal juga dengan nama inkubator transport karena banyak digunakan untuk memindahkan bayi dari satu ruangan ke ruangan lain atau dari rumah sakit yang satu ke rumah sakit lainnya.

Penggunaan tipe inkubator bayi ini harus didasarkan atas kondisi kesehatan bayi itu sendiri. Tentu, keputusan ini berada di tangan dokter yang menangani bayi Anda.

Apa yang terjadi dalam inkubator bayi?

Orangtua yang melihat bayinya berada dalam inkubator bayi mungkin merasakan perasaan yang campur aduk. Di satu sisi, mereka mungkin sedih karena buah hatinya harus menjalani perawatan, namun di sisi lain orangtua juga tidak perlu merawa khawatir karena Si Kecil berada dalam penanganan yang tepat.

Bayi yang ditempatkan di inkubator akan dibaringkan pada kasur, kemudian sekeliling tempat tidur khusus itu ditutupi dengan tabung kaca atau plastik. Tabung inkubator memiliki lubang di sampingnya untuk akses masuk tangan perawat, dokter, atau orangtua.

Lubang ini juga berfungsi meminimalisir masuknya suhu udara ruangan yang akan terasa dingin di kulit bayi. Inkubator bayi memastikan lingkungan yang terkontrol bagi bayi untuk tumbuh di dunia yang masih asing baginya.

Suhu yang digunakan dalam inkubator bayi beragam, tergantung kondisi Si Kecil. Namun, rata-rata NICU mengatur suhu ruangan antara 27-30 derajat celcius, sedangkan suhu inkubator berkisar antara 35-37 derajat celcius.

Kehangatan di dalam tabung inkubator akan terus bersirkulasi sehingga memanaskan kulit bayi dengan derajat yang aman dan nyaman. Kehangatan ini akan diserap ke dalam tubuh bayi sehingga merangsang pertumbuhan jaringan dan melancarkan peredaran darah di dalam tubuh mereka.

Idealnya, suhu di dalam inkubator bayi harus dijaga kestabilannya. Namun, jika dokter atau perawat ingin akses yang lebih bebas untuk merawat bayi, tabung plastik atau kaca akan dibuka sehingga bayi dapat diangkat atau dilakukan tindakan medis tertentu.

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/preemie/Pages/Caring-For-A-Premature-Baby.aspx
Diakses pada 14 April 2020

WHO. https://www.who.int/medical_devices/innovation/incubator_infant.pdf
Diakses pada 14 April 2020

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/what-is-an-incubator-for-premature-infants-2748445
Diakses pada 14 April 2020

The Association for the Advancement of Medical Instrumentation (AAMI). https://www.aami-bit.org/doi/pdf/10.2345/i0899-8205-40-3-215.1
Diakses pada 14 April 2020

Starship Organization New Zealand. https://www.starship.org.nz/guidelines/incubator-care-of-baby-in-incubator/
Diakses pada 14 April 2020

Artikel Terkait