Fungsi Enzim Renin, Sekresi Ginjal yang Bisa Picu Hipertensi

Enzim renin juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi bila terganggu fungsinya
Enzim renin berfungsi untuk mengontrol kadar sodium dan menstabilkan tekanan darah

Bagi orang yang pernah menjalani tes darah tinggi, istilah enzim renin mungkin sudah tidak asing lagi. Namun jika Anda belum pernah melakukan tes ini, tidak ada salahnya mengenal fungsi enzim renin dalam metabolisme tubuh.

Renin adalah enzim inisiatif dari sistem renon-angiotensin dan termasuk salah satu enzim proteinase. Namun, karakteristik renin memiliki beberapa perbedaan dengan enzim di kelas yang sama, yakni dari segi tingkat keasaman (pH) dan tingkat selektivitas yang sangat tinggi untuk urutan asam amino di kedua sisi ikatan peptida yang mengalami pembelahan.

Enzim ini dibuat di juxtaglomerular apparatus (bagian dari ginjal). Enzim renin akan diedarkan ke seluruh tubuh lewat pembuluh darah ketika tubuh mengalami hipotensi (tekanan darah rendah) dan hipernatremia (tingginya kadar sodium di dalam darah) sehingga tidak jarang menimbulkan hipertensi alias tekanan darah tinggi.

Apa fungsi enzim renin?

Terdapat beberapa fungsi enzim renin bagi kesehatan. Namun untuk mendapatkan fungsi ini, enzim renin tidak bekerja sendirian, melainkan bersama dengan hormon lain di dalam tubuh.

Beberapa fungsi enzim renin adalah:

  • Menyeimbangkan elektrolit di dalam tubuh

Produksi enzim renin dapat menginisiasi munculnya hormon lain yang bernama angiotensin dan berperan dalam kerja pada sistem renin-angiotensin (RAs). Hormon angiotensin sendiri merupakan peptida yang dapat mengatur tekanan darah, pertumbuhan sel, apoptosis, serta keseimbangan elektrolit di dalam tubuh.

Fungsi renin di sini adalah pembatas laju produksi angiotensin II (Ang II), hormon yang bertugas mengintegrasikan fungsi kardiovaskular dan ginjal. Hormon ini nantinya akan berperan dalam mengontrol tekanan darah, serta homeostasis (keseimbangan) kadar garam dan volume cairan di tubuh.

Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa risiko terjadinya tekanan darah tinggi meningkat seiring dengan banyaknya sodium (garam) yang masuk ke dalam tubuh. Ketika RAS bekerja secara konstan, maka sensitivitas garam atas mekanisme terjadinya tekanan darah tinggi kian terlihat.

  • Mengontrol tekanan darah

Fungsi enzim renin yang utama adalah mengontrol tekanan darah Anda ketika tubuh mengalami hipotensi dan hipernatremia.

Kondisi ini akan meningkatkan produksi enzim renin di ginjal yang kemudian diedarkan ke seluruh bagian tubuh melalui darah. Hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah Anda sangat rendah dan berada di bawah 90/60, sedangkan hipernatremia adalah tingginya kadar sodium di dalam darah yang mengakibatkan terlalu sedikitnya cairan tubuh untuk menyeimbangkan sodium tersebut.

Banyaknya kadar enzim renin akibat kedua hal tersebut akan memicu tubuh memproduksi hormon angiotensin dan kelenjar adrenal untuk melepas hormon aldosteron. Proses berantai ini disebut juga sebagai sistem renin-angiotensin-aldosterone (RAAs).

Angiotensin kemudian akan membuat pembuluh darah lebih sempit, sedangkan aldosterone meminta ginjal menahan garam dan cairan tubuh. Kedua hal ini akan menyebabkan naiknya tekanan darah yang bila berlangsung terus-menerus akan membuat Anda menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Bagaimana cara menjaga fungsi enzim renin tetap prima?

Agar fungsi enzim renin tidak berbelok dan menjadikan Anda mengalami hipertensi, Anda tentu harus menghindari hal yang memicu naiknya produksi enzim renin. Beberapa langkah mudah yang dapat Anda lakukan, misalnya:

  • Kurangi makanan yang mengandung garam (sodium) agar tubuh tidak mengalami hipernatremia. Hindari juga makanan yang mengandung banyak kalori, lemak, dan gula
  • Perbanyak makan buah dan sayur, terutama yang mengandung potasium
  • Jaga berat badan jangan sampai kegemukan apalagi obesitas
  • Olahraga teratur
  • Batasi konsumsi alkohol, bila memungkinkan hindari minuman ini.

Sebagai langkah preventif untuk mencegah naiknya kadar enzim renin yang berujung pada tekanan darah tinggi, Anda juga sebaiknya selalu mengawasi tekanan darah secara rutin. Dokter bisa mendeteksi ketika Anda mengalami prahipertensi, yakni ketika tekanan darah mendapai 120-139/80-89 mmHg, sehingga Anda bisa mendiskusikan penanganan agar kondisi yang dialami tidak meningkat menjadi hipertensi.

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/biochemistry-genetics-and-molecular-biology/renin
Diakses pada 26 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/heart/understanding-low-blood-pressure-basics
Diakses pada 26 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/renin-test
Diakses pada 26 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/hypernatremia
Diakses pada 26 Februari 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/hypertension/preventing.aspx
Diakses pada 26 Februari 2020

Artikel Terkait