Memahami Fungsi Enzim Amilase dalam Proses Pencernaan dan Penyakit yang Memengaruhinya


Seperti enzim pencernaan lainnya, fungsi amilase adalah memecah nutrisi yang masuk ke dalam tubuh menjadi lebih sederhana sehingga lebih mudah diserap tubuh. Amilase berfungsi memecah karbohidrat (pati) menjadi gula. Enzim amilase dapat ditemukan di mulut, pankreas, hingga usus.

0,0
enzim amilase diproduksi di kelenjar air liurEnzim amilase diproduksi di kelenjar ludah dan membantu proses pencernaan
Enzim amilase adalah enzim pencernaan yang sebagian besar diproduksi oleh pankreas dan kelenjar ludah. Enzim amilase juga terdapat di jaringan lain, seperti usus halus, dalam jumlah kecil. Simak penjelasan mengenai fungsi enzim amilase dan penyakit yang menyertainya berikut ini. 

Fungsi enzim amilase dalam tubuh manusia 

Fungsi enzim amilase membantu pencernaan agar nutrisi yang masuk dapat diserap lebih mudah
Fungsi enzim amilase membantu pencernaan agar nutrisi yang masuk dapat diserap lebih mudah
Identik dengan sistem pencernaan, fungsi enzim amilase adalah membantu memecah makanan, yakni karbohidrat (pati) menjadi gula, utamanya saat proses mengunyah di dalam mulut. Dengan begitu, tubuh lebih mudah menyerapnya.Ptialin adalah salah satu contoh enzim golongan amilase.Secara rinci, berikut adalah cara kerja dan kegunaan enzim amilase dalam tubuh manusia:
  • Amilase yang dihasilkan oleh kelenjar saliva (kelenjar ludah) berfungsi membantu memecah karbohidrat saat proses mengunyah untuk mempermudah proses pencernaan selanjutnya. 
  • Amilase yang terdapat di pankreas berfungsi memecah ikatan pati, polisakarida, dan karbohidrat kompleks yang masuk (telah diproses di mulut) menjadi gula yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah diserap usus halus.
Amilase juga dapat digunakan dalam tes darah ataupun tes urine untuk pemeriksaan kadar amilase. Tujuannya, untuk mendiagnosis penyakit tertentu. 

Jenis tes kadar amilase 

Meski berguna bagi proses pencernaan, nyatanya kadarnya yang berlebihan atau kurang juga bisa membawa dampak negatif bagi tubuh. Itu sebabnya, diperlukan pemeriksaan kadar amilase untuk memastikannya.Dokter mungkin akan merekomendasikan tes kadar amilase jika Anda memiliki satu atau lebih kondisi berikut:
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut hebat
  • Demam
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mengalami pankreatitis
  • Kehamilan
  • Gangguan makan
Terdapat dua jenis pemeriksaan amilase, yakni:

1. Tes darah amilase

Normalnya, amilase dalam darah hanya ditemukan dalam jumlah kecil. Namun, peningkatan atau penurunan kadar amilase dalam darah dapat mengindikasikan adanya gangguan pada pankreas, seperti peradangan dan infeksi pankreas (pankreatitis).

2. Tes urine amilase

Pada beberapa kondisi tertentu mungkin dokter merekomendasikan tes urine untuk memeriksa kandungan amilase. Tes urine juga dapat dilakukan bersamaan dengan tes darah amilase. Dalam hal ini, adanya amilase di urine dapat mendiagnosis adanya gangguan pada pankreas dan kelenjar ludah. 

Penyakit yang memengaruhi enzim amilase 

Masalah pada pankreas dapat memengaruhi kadar enzim amilase
Masalah pada pankreas dapat memengaruhi kadar enzim amilase
Hasil tes amilase menunjukkan kadar amilase baik dalam darah maupun dalam urine. Penentuan kadar normal amilase dapat berbeda bergantung setiap laboratorium.Itu sebabnya, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum dan sesudah melakukan tes.Hasil yang tidak normal dapat mengindikasikan beberapa penyakit sebagai berikut. 

1. Kadar amilase terlalu tinggi

Kadar amilase yang tinggi mengindikasikan adanya penyakit berikut ini:
  • Pankreatitis, yakni peradangan pada pankreas akibat beberapa faktor antala lain infeksi, kelainan genetik, hingga efek samping obat-obatan.
  • Kolesistitis, yakni peradangan kantung empedu akibat penyumbatan dari batu empedu atau tumor.
  • Makroamilasemia, yakni terjadi kelebihan amilase dalam darah. Dalam sebuah ulasan berjudul Amylase, makroamilase dapat terjadi pada kondisi sehat hingga dikaitkan dengan penyakit celiac, infeksi HIV, rheumatoid arthritis, dan multiple myeloma.
  • Gastroenteritis, yakni peradangan saluran pencernaan akibat bakteri dan virus.
  • Tukak lambung, yakni peradangan pada lambung dan usus yang menyebabkan luka atau bisul.
  • Kehamilan ektopik, yakni kehamilan di luar rahim. 
  • Infeksi kelenjar ludah.
  • Penyumbatan usus. 
Selain itu, kadar amilase yang terlalu tinggi juga dapat mengindikasikan adanya penggunaan alkohol berlebih, penurunan metabolik, hingga benign pancreatic hyperenzymemia atau sindrom Gullo pada kondisi kronis. 

2. Kadar amilase terlalu rendah

Sebaliknya, kadar amilase yang terlalu rendah dapat mengindikasikan beberapa kondisi berikut:
  • Preeklampsia, yakni terjadi peningkatan tekanan darah saat hamil atau setelah persalinan.
  • Penyakit ginjal, yakni berbagai kondisi kesehatan yang menyebabkan kerusakan ginjal, seperti pada penderita hipertensi dan diabetes.
  • Cystic fibrosis (fibrosis kistik), yakni penyakit genetik yang menyebabkan kerusakan pada sistem pencernaan, paru, dan organ lain. 
  • Penyakit hati, yakni gangguan pada hati akibat kondisi tertentu.
Amilase merupakan salah satu enzim pencernaan yang penting bagi tubuh manusia. Tidak hanya membantu sistem cerna, mengetahui kadar amilase dalam darah dan urine dapat membantu mengindikasikan adanya penyakit tertentu. Mengetahui fungsi enzim amilase dan penyakit yang menyertainya dapat membuat Anda lebih waspada terhadap kesehatan. Jika mengalami gejala atau kondisi kesehatan tertentu dan ingin menjalankan tes amilase, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter.Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter secara online menggunakan fitur chat dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
pencernaangangguan pencernaansaluran pencernaan
Akinfemiwa O, Muniraj T. Amylase. [Updated 2021 Mar 7]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557738/
Diakses pada 28 Juni 2021
Peyrot des Gachons, C., & Breslin, P. A. (2016). Salivary Amylase: Digestion and Metabolic Syndrome. Current diabetes reports, 16(10), 102. https://doi.org/10.1007/s11892-016-0794-7
Diakses pada 28 Juni 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/lab-tests/amylase-test/
Diakses pada 28 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/amylase-blood#high-amylase
Diakses pada 28 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait