Ini Fungsi dan Cara Menggunakan Bubuk Abate yang Benar

Bubuk abate berguna untuk mencegah larva nyamuk pembawa penyakit demam berdarah menyebar
Bubuk abate berperan penting dalam memberantas larva nyamuk pembawa penyakit

Bila bicara tentang pemberantasan sarang nyamuk, tidak lengkap rasanya jika tidak membahas soal bubuk abate. Apalagi, Indonesia sampai memiliki istilah ‘abatisasi’ untuk menggambarkan kegiatan pemberantasan penyakit demam berdarah dengan menaburkan bubuk abate ini.

Abate sebetulnya adalah merek dagang obat pembasmi larva (larvisida) yang diproduksi oleh perusahaan kimia asal Jerman, BASF. Obat ini memang bertujuan mengontrol penyakit demam berdarah, malaria, ataupun penyakit yang disebabkan oleh nyamuk dengan mencegah perkembangbiakkannya.

Di Indonesia, abate beredar dengan dua varian, yakni bubuk abate dan cairan abate. Cairan abate mengandung 500 gram bahan aktif per liter, sedangkan bubuk abate mengandung bahan aktif 1% per kilogram, serta bisa didapat secara cuma-cuma di pusat kesehatan milik pemerintah maupun dibagikan gratis oleh tenaga kesehatan ke rumah-rumah warga.

Mengenal bubuk abate dan fungsinya

Abate merupakan obat antilarva yang mengandung temefos dan biasanya berbentuk pasir berwarna cokelat muda atau keabu-abuan. Di antara pasir yang berwarna cokelat itu, Anda akan menemukan butiran yang berwarna kemerahan yang berfungsi memastikan efek bubuk abate bisa sampai ke dasar penampungan air.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), temephos adalah bahan kimia yang berupa insektisida fosfat organik nonsistemik. Penggunaan temefos tidak mencemari lingkungan dan sudah dijamin keamanannya bagi manusia maupun hewan di sekitarnya.

Temefos paling sering digunakan untuk mengendalikan populasi nyamuk dan serangga lainnya dengan cara dicampur pada air yang menggenang. Air ini misalnya air pada bak mandi, tempayan, kolam ikan, dan lain-lain yang merupakan tempat nyamuk berkembang biak.

Ketika diaplikasikan pada air yang menggenang tersebut, bubuk abate bekerja dengan cara membunuh larva nyamuk dan mencegahnya berkembang menjadi nyamuk dewasa yang mungkin menjadi perantara penyakit, seperti demam berdarah maupun malaria. Bubuk abate memperpendek siklus perkembangan larva nyamuk sehingga larva akan menetas sebelum waktunya dan mati.

Meskipun demikian, menuangkan cairan atau bubuk abate pada penampungan air saja tidak cukup untuk memberantas nyamuk penyebab demam berdarah maupun malaria. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda harus melakukan langkah pemberantasan sarang nyamuk lain dengan tetap memerhatikan aspek keamanannya.

Cara penggunaan bubuk abate yang benar

Menggunakan bubuk abate sangat mudah, yakni Anda hanya perlu menuang 1 gram bubuk abate ke bak mandi yang berisi 10 liter air. Efek bubuk abate untuk membunuh larva nyamuk akan bertahan selama 3 bulan, asalkan Anda tidak menguras tempat penampungan air tersebut maupun menyikat dindingnya. Bila disikat, lapisan abate pada dinding bak akan hilang sehingga efeknya pun ikut hilang.

Jangan khawatir akan keamanan air yang telah ditaburi bubuk abate. Meski efektif memberantas larva nyamuk, bubuk abate tidak menyebabkan perubahan rasa, warna, dan bau pada air yang telah mengandung bahan kimia ini.

WHO bahkan menyebut air yang telah mengandung bubuk abate tetap aman diminum oleh manusia maupun hewan peliharaan Anda. Namun, WHO tetap menganjurkan agar air yang telah ditaburi bubuk abate sebaiknya tidak diberikan pada bayi atau anak-anak untuk menghindari efek yang tidak diinginkan.

Jangan lupa juga untuk merebus air hingga mendidih terlebih dahulu untuk menghilangkan kuman atau bakteri yang mungkin mengontaminasi air tersebut.

KBBI Online. https://kbbi.web.id/abatisasi
Diakses pada 17 Desember 2019

BASF. https://agriculture.basf.com/en/Pest-Control/Abate.html
Diakses pada 17 Desember 2019

Dinas Kesehatan Provinsi NTB. https://dinkes.ntbprov.go.id/artikel/obat-pembunuh-jentik-nyamuk-abate/
Diakses pada 17 Desember 2019

Perpustakaan Digital Universitas Negeri Semarang. https://lib.unnes.ac.id/17725/1/6450408034.pdf
Diakses pada 17 Desember 2019

WHO. https://www.who.int/water_sanitation_health/dwq/chemicals/temephos.pdf
Diakses pada 17 Desember 2019

Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/237063567_Effect_of_mosquito_larvicide_AbateR_on_the_developmental_stages_of_the_Asian_common_toad_Bufo_melanostictus
Diakses pada 17 Desember 2019

Artikel Terkait