Bukan Sekadar Pemanis, Inilah Fungsi Bulu Mata bagi Kesehatan


Bulu mata kerap dipandang sebagai pemanis wajah belaka. Nyatanya, bagian tubuh yang satu ini ini memiliki fungsi penting bagi kesehatan mata. Selain melindungi, fungsi bulu mata juga dapat menunjukkan kondisi kesehatan yang mungkin Anda alami.

(0)
Fungsi bulu mata adalah mempertahankan kesehatan bola mataBulu mata merupakan gardda terdepan yang melindungi bola mata
Bulu mata menjadi bagian dari wajah yang tidak luput dari perhatian. Anggapan bulu mata sebagai pemanis wajah pun kian populer seiring maraknya berbagai tren perawatan, seperti eyelash extension. Padahal, bukan hanya untuk alasan estetika, fungsi bulu mata sangat penting bagi kesehatan. 

Sederet fungsi bulu mata bagi kesehatan

Tak sekadar pemanis, bulu mata punya fungsi penting untuk menjaga kesehatan mata
Tak sekadar pemanis, bulu mata punya fungsi penting untuk menjaga kesehatan mata
Bulu mata adalah sekumpulan rambut kecil yang melapisi tepi kelopak mata. Bulu mata memiliki dasar yang mengandung serabut saraf sehingga sangat sensitif terhadap rasa sakit, iritasi, dan gerakan tertentu. Tak hanya sekadar pemanis wajah, berikut ini adalah fungsi bulu mata: 

1. Melindungi mata 

Sensitivitas yang tinggi memungkinkan mata mendeteksi elemen asing dan kemudian refleks mengedipkannya. Ketika mata terpejam, bulu mata berfungsi sebagai tirai pelindung untuk kornea mata.Tidak hanya itu, sebagai garda terdepan, bulu mata juga berfungsi melindungi mata dari kotoran, keringat, air mata, dan unsur lain yang dapat membahayakan dan mengiritasi mata.

2. Menjaga kelembapan mata 

Kelenjar dasar bulu mata membantu melumasi mata saat berkedip. Selain itu, keberadaan bulu mata juga dapat meminimalkan udara yang masuk ke mata sehingga mencegah tingginya penguapan air mata, yang dapat menyebabkan mata kering

3. Mempertahankan kondisi permukaan mata

Melansir dari Journal of Optometry, bulu mata merupakan bagian penting dari anatomi garis kelopak mata. Seperti halnya kelenjar meibom dan kulit kelopak mata, ketiganya sama-sama berperan mempertahan keseimbangan kondisi permukaan mata. Selain itu, folikel atau ujung bulu mata terhubung pada dua kelenjar sekretori, yaitu kelenjar zeis dan kelenjar mol. Kedua kelenjar ini diketahui menghasilkan pelumas yang bersifat antimikroba (antibakteri). 

4. Mencegah kelopak mata menempel 

Kelenjar meibom terletak pada garis kelopak mata bersama dengan bulu mata. Kelenjar ini menghasilkan pelumas, seperti minyak yang juga berfungsi mencegah kelopak mata menempel saat berkedip.

5. Meminimalkan paparan cahaya dan sinar matahari

Cahaya atau sinar matahari yang terik terkadang dapat menyilaukan. Kondisi ini terkadang tidak baik untuk kesehatan mata. Nah, bulu mata juga dapat membantu menyaring cahaya atau sinar matahari sehingga paparannya tidak terlalu banyak mengenai mata. 

6. Indikator adanya gangguan kesehatan

Fungsi lain dari bulu mata adalah sebagai indikator adanya gangguan kesehatan atau penyakit tertentu. American Academy of Ophthalmology menyebutkan, bulu mata rontok terlalu sering bisa jadi menandakan adanya beberapa gangguan kesehatan, seperti:
  • Kanker kulit
  • Alopecia, yakni penyakit autoimun yang menyerang folikel rambut
  • Gangguan kelenjar tiroid

Gangguan kesehatan yang mungkin menyerang bulu mata

Sebagai garda terdepan dalam melindungi mata, bulu mata juga rentan mengalami gangguan kesehatan. Beberapa penyakit atau gangguan yang mungkin menyerang bulu mata, antara lain:
  • Madarosis, yakni kehilangan bulu mata atau alis akibat kelainan bawaan. 
  • Trichiasis, yakni bulu mata tumbuh ke dalam.
  • Trichomegaly, yakni bulu mata yang memiliki panjang lebih dari 12 mm, kondisi ini membuat seseorang harus memotong sebagian bulu mata agar tidak menghalangi pandangan dan mengiritasi mata.
  • Bintitan, yakni infeksi bakteri pada kelenjar minyak atau folikel bulu mata sehingga menyebabkan benjolan, kemerahan, dan nyeri.
  • Blefaritis, yakni peradangan kelopak mata akibat infeksi bakteri.
  • Distiachis, yakni memiliki dua baris bulu mata.
  • Trauma folikel akibat pencabutan bulu mata terus-menerus sehingga menghambat pertumbuhan bulu mata.
  • Kerontokan bulu mata.

Cara menjaga kesehatan bulu mata

Membersihkan riasan mata merupakan salah satu cara menjaga kesehatan bulu mata
Membersihkan riasan mata merupakan salah satu cara menjaga kesehatan bulu mata
Beberapa kondisi kelainan atau gangguan pada bulu mata memang tidak dapat dihindari, misalnya pada kondisi bawaan atau genetik. Namun, beberapa cara berikut ini dapat membantu Anda menjaga kesehatan mata dari iritasi dan infeksi mikroorganisme maupun iritan lain.
  • Menjaga kebersihan area mata dengan rutin membersihkan wajah, kelopak mata, dan sekitar mata, termasuk setelah memakai riasan wajah.
  • Menjaga kebersihan alat riasan wajah, seperti aplikator maskara, penjepit bulu mata, dan kuas. 
  • Hindari menyentuh mata atau kelopak mata dengan tangan yang belum dibersihkan.
  • Hindari menyentuh atau mengucek mata terlalu sering.
  • Sebelum melakukan perawatan bulu mata, seperti eyelash extension, penggunaan bulu mata palsu, atau pewarnaan, pahami dengan betul potensi bahaya yang akan muncul. Beberapa produk lem dan pewarna bulu bisa berpotensi menyebabkan iritasi mata. 
  • Lakukan perawatan bulu mata pada tenaga profesional. 
  • Lakukan pemeriksaan mata rutin.
Tidak hanya meningkatkan percaya diri, bulu mata yang sehat dan terawat juga dapat mempertahankan dan menjaga fungsi bulu mata bagi kesehatan mata Anda. Jika Anda mengalami nyeri, kemerahan, dan bengkak di sepanjang garis bulu mata dan tidak hilang setelah beberapa hari, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Anda juga bisa berkonsultasi secara online dengan menggunakan fitur chat dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk mengetahui seputar cara menjaga kesehatan mata. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
kesehatan matapenyakit matacara memanjangkan bulu mata
Healthline. https://www.healthline.com/health/why-do-we-have-eyebrows
Diakses pada 29 Juni 2021
All about Visions. https://www.allaboutvision.com/eye-care/eye-anatomy/eyelashes/
Diakses pada 29 Juni 2021
Journal of Ophthalmology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6147748/
Diakses pada 29 Juni 2021
Journal of the Royal Society, Interface. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4387520/
Diakses pada 29 Juni 2021
American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/why-are-my-eyelashes-falling-out
Diakses pada 29 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait