Mengenal Fungsi Amandel dan Penyakit yang Mengganggunya

(0)
16 Oct 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Fungsi amandel adalah mencegah masuknya kuman melalui hidung maupun mulut.Fungsi amandel penting untuk membentengi tubuh dari kuman.
Tidak aneh rasanya bila dokter akan meminta Anda membuka mulut untuk mengecek kondisi amandel ketika Anda merasa tidak enak badan. Pasalnya, salah satu fungsi amandel memang memerangi infeksi yang masuk lewat mulut maupun hidung dan membengkak saat perang tersebut tengah berlangsung.Amandel adalah bagian dari sistem imun di tenggorokan dan mengandung banyak sel darah putih yang bertugas membunuh kuman. Amandel yang biasanya dilihat dokter ketika Anda membuka mulut, dinamakan amandel palatina. Letaknya di kedua sisi tenggorokan.Sementara itu, di pangkal lidah juga terdapat amandel lingual yang tidak bisa terlihat tanpa bantuan alat deteksi khusus. Ada pula amandel adenoid di langit tenggorokan dan belakang hidung, serta hanya bisa dideteksi menggunakan alat rinoskopi.

Apa saja fungsi amandel?

Fungsi amandel adalah menangkap kuman (baik bakteri maupun virus) yang masuk ke mulut atau hidung ketika Anda bernapas. Di dalam amandel terdapat protein yang disebut antibodi, bagian dari sistem imun yang dapat membunuh kuman tersebut sehingga tenggorokan dan paru-paru terhindar dari infeksi.Khusus pada amandel adenoid, terdapat juga lapisan lendir dan struktur seperti rambut yang disebut sebagai silia. Silia ini bertugas mendorong lendir di hidung maupun saluran hidung ke tenggorokan dan perut, sehingga tidak menyumbat jalan napas.

7 Gangguan pada fungsi amandel

Radang tenggorokan adalah penyakit yang bisa serang amandel
Tidak jarang, amandel mengalami masalah sehingga tidak bisa menjalankan kerjanya secara normal. Beberapa kondisi yang mengganggu fungsi amandel misalnya:

1. Tonsilitis akut

Kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri di amandel sehingga amandel membengkak, kemerahan, tenggorokan terasa nyeri, hingga demam. Tonsilitis atau radang amandel mungkin ditandai dengan amandel yang terlihat ditutupi lapisan berwarna putih, kekuningan, atau abu-abu.

2. Tonsilitis kronis

Gangguan ini mungkin terjadi jika Anda terus-menerus terkena tonsilitis akut atau mengalami infeksi amandel yang tidak kunjung sembuh.

3. Radang tenggorokan

Bakteri Streptococcus yang menyerang amandel dapat mengakibatkan demam, nyeri leher, dan tenggorokan nyeri dalam waktu bersamaan.

4. Hipertropik amandel

Kondisi ini menggambarkan ukuran amandel yang terlalu besar sehingga menutupi jalan napas. Hipertropik amandel biasanya ditandai dengan sering mengorok atau henti napas saat tidur selama beberapa waktu (sleep apnea).

5. Batu amandel (tonsilolitiais)

Debu yang masuk ke amandel bisa mengeras hingga berbentuk seperti batu. Kondisi ini disebut sebagai tonsilolitis.

6. Abses peritonsilar

Ini adalah infeksi pada amandel yang mengakibatkan terbentuknya kantung nanah di area sekitar amandel, sehingga mendorongnya ke sisi yang lain. Abses atau nanah ini harus segera dikeluarkan agar fungsi amandel bisa segera kembali normal.

7. Mononukleosis akut

Amandel bengkak dan tenggorokan nyeri yang dibarengi dengan demam, muncul kemerahan pada kulit, dan rasa lelah, akan menyebabkan mononukleosis akut. Penyakit mononukleosis biasanya disebabkan oleh infeksi virus Eipstein-Barr.Pada anak-anak, pembengkakan amandel adalah hal yang sering terjadi dan kadang kala mengakibatkan mereka kesulitan bernapas, mengorok saat tidur, atau bahkan sleep apnea. Oleh karena itu, dokter mungkin merekomendasikan operasi pengangkatan amandel.Pada orang dewasa, pengangkatan amandel biasanya disarankan bila fungsi amandel terganggu akibat tonsilitis berulang maupun kanker. Amandel yang menyumbat sehingga mengakibatkan tidur mengorok maupun henti napas sesaat juga harus dioperasi.

Apakah operasi amandel akan menurunkan daya tahan tubuh?

Operasi amandel dilakukan di bawah bius total.
Fungsi amandel memang untuk menyaring mikroorganisme dan menjadi salah satu lini pertama pertahanan tubuh, tapi bukan satu-satunya. Oleh karena itu, operasi pengangkatan amandel, baik amandel palatina maupun adenoid, biasanya tidak akan memberi dampak signifikan bagi penurunan kerja sistem imun.Anda pun tidak perlu takut saat dokter menyarankan operasi pengangkatan amandel. Operasi ini bisa berlangsung sangat cepat dan dilakukan dengan menggunakan bius total, sehingga Anda tidak akan merasakan rasa sakit selama prosedur berlangsung.Setelah efek bius hilang, Anda mungkin akan merasakan nyeri atau bahkan pembengkakan tenggorokan hingga maksimal 2 minggu pascaoperasi. Dokter biasanya bakal meresepkan obat untuk meredakan nyeri sekaligus mempercepat proses penyembuhan Anda.Selama masa pemulihan, Anda akan disarankan untuk mengonsumsi makanan lembek dan dingin, termasuk yogurt maupun es krim. Anda bisa beraktivitas ringan, tapi sangat dianjurkan untuk memperbanyak istirahat agar pemulihan cepat selesai, sekaligus mengurangi risiko terjadinya pendarahan.Untuk mengetahui lebih banyak tentang gangguan pada amandel, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
amandelradang amandeltonsilitis
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/picture-of-the-tonsils
Diakses pada 2 Oktober 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279406/
Diakses pada 2 Oktober 2020
Patient Info. https://patient.info/news-and-features/what-do-tonsils-do
Diakses pada 2 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/tonsils-and-adenoids
Diakses pada 2 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait