Aluminium Foil untuk Makanan, Amankan Bagi Kesehatan?


Salah satu fungsi utama aluminium foil dalam kebutuhan rumah tangga adalah untuk menghangatkan atau bahkan mengolah makanan, seperti memanggang. Suhu panas saat menggunakan aluminium foil ketika memasak disebut-sebut dapat membuat makanan menyerap aluminium dan berbahaya bagi kesehatan.

(0)
fungsi aluminium foil untuk memanggang makanan dan bahaya kesehatanAluminium foil menjadi pilihan praktis yang berfungsi menjaga makanan tetap hangat hingga untuk memanggang
Salah satu fungsi aluminium foil yang membuat makanan tahan lama dan lebih kokoh dibandingkan plastik, membuatnya semakin populer digunakan dalam dunia kuliner. Di samping kegunaannya, aluminium foil disebut mendatangkan bahaya kesehatan jika digunakan terus-menerus, khususnya untuk memasak. Simak penjelasan lengkapnya beserta tips agar tetap aman menggunakan aluminium foil untuk makanan. 

Fungsi aluminium foil untuk makanan

Aluminium foil atau foil timah adalah lembaran logam aluminium setipis kertas dan dijual bebas di pasaran. Fungsi aluminium foil banyak digunakan untuk memasak, memanggang, serta menyimpan dan membungkus makanan. Bahkan, kini popularitas aluminium semakin menyaingi penggunaan plastik untuk makanan. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya wadah makanan yang menggunakan aluminium sebagai bahan pembuatannya.Hal tersebut karena aluminium foil tergolong lebih kuat dan dapat digunakan pada suhu panas. Tidak seperti plastik yang akan meleleh pada suhu panas tertentu. Ditambah lagi, ada anggapan bahwa plastik cenderung berbahaya untuk makanan suhu panas. Tidak hanya itu, aluminium foil juga kerap digunakan dalam industri kimia maupun kosmetik, untuk pengepakan, isolasi, dan kebutuhan transportasi. 

Bahaya menggunakan aluminium foil untuk kesehatan

memanggang ayam dengan aluminium foil
Menggunakan aluminium foil dalam memanggang makanan di suhu tinggi dapat membuat makanan menyerap aluminium
Ada informasi yang menyebut bahwa penggunaan aluminium foil bisa membahayakan kesehatan. Sebelum ke sana, ada baiknya kita mengetahui senyawa aluminium ini.Aluminium termasuk logam yang melimpah di bumi. Secara alami, aluminium terikat dengan fosfat dan sulfat di tanah, bebatuan, dan tanah liat. Aluminium juga ditemukan dalam jumlah kecil di udara, air, dan makanan.Beberapa bahan makanan, seperti bayam, jamur, dan lobak, menyerap dan menumpuk kandungan aluminium dari kedua sumber tersebut. Sebagian makanan lainnya bisa terkontaminasi aluminium dari bahan tambahan makanan, seperti pengawet, pewarna, dan pengental atau kemasan makanan itu sendiri.Tidak hanya dalam makanan, kandungan aluminium juga ditemukan di beberapa obat-obatan, seperti antasida yang mengandung aluminium hidroksidaAda beberapa yang menyebut, bahwa menggunakan aluminium foil untuk memasak atau menghangatkan dapat meningkatkan kandungan aluminium dalam makanan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya jumlah aluminium yang masuk ke makanan saat memasak dengan aluminium foil.
  1. Memasak dengan suhu tinggi.
  2. Memasak makanan asam seperti tomat dan kubis.
  3. Memasak menggunakan bumbu tambahan seperti garam dan rempah-rempah.
Kondisi tersebutlah yang kemudian dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan. Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir. Berdasarkan European Food Safety Authority, kandungan aluminium dalam makanan dan obat-obatan tergolong sangat kecil dan aman bagi tubuh. Kandungan aluminium tersebut juga diketahui tidak benar-benar terserap oleh tubuh dan akan keluar melalui feses atau urine.

Tips aman menggunakan aluminium foil untuk makanan

Memindahkan makanan dari aluminium foil ke piring saji
Memindahkan masakah dari aluminium foil ke piring saji dapat meminimalisir penyerapan aluminium ke makanan
Jika masih ragu terkait bahaya menggunakan aluminium foil untuk makanan, Anda bisa terapkan cara berikut untuk meminimalkan penyerapan aluminium dalam makanan Anda. 
  1. Hindari  memasak dengan menggunakan suhu tinggi. Anda bisa memasak makanan dengan suhu yang lebih rendah jika memungkinkan.
  2. Kurangi penggunaan aluminium ketika memasak dan menyimpan makanan. Pilihlah wadah tahan panas.
  3. Jika harus menggunakan aluminium foil untuk memasak dan memanggang, segera pindahkan makanan ke piring saji setelah proses memasak selesai.
  4. Gunakan peralatan non-aluminium ketika memasak, menyimpan, dan menyajikan makanan.
  5. Hindari paparan aluminium (ketika memasak atau menyimpan) dengan makanan yang asam, seperti tomat, lemon, atau saus tomat. Hal ini memungkinkan penyerapan aluminium terjadi.
  6. Kurangi mengonsumsi makanan kemasan karena memungkinkan adanya tambahan makanan aditif yang mengandung aluminium. 
Meskipun dapat meningkatkan kandungan aluminium dalam makanan, penggunaan aluminium foil ketika memasak dan menyimpan makanan cenderung aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Namun, tak ada salahnya juga untuk waspada akan penggunaan aluminium dalam memanggang atau memasak makanan. Anda bisa gunakan tips di atas untuk mengurangi paparan aluminium dalam makanan Anda. Apabila ada gejala-gejala tertentu yang muncul akibat pengolahan makanan dengan cara tertentu, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Anda juga bisa berdiskusi menggunakan fitur chat dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang juga!
makanan sehatmakanan tidak sehathidup sehatpola hidup sehat
European Food Safety Authority. https://efsa.onlinelibrary.wiley.com/doi/epdf/10.2903/j.efsa.2008.754
Diakses pada 28 Mei 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/aluminum-foil-cooking#TOC_TITLE_HDR_3
Diakses pada 28 Mei 2021
CDC. https://www.atsdr.cdc.gov/ToxProfiles/tp22-c1-b.pdf
Diakses pada 28 Mei 2021
Food Addit Contam Part B Surveill. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29486656/
Diakses pada 28 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait