Friends with Benefits dan Risiko Infeksi Menular Seksual yang Mengintai


Friends with benefits atau FWB adalah hubungan pertemanan yang melakukan hubungan seks tanpa melibatkan perasaan di dalamnya. Berbahaya, hubungan ini bisa menyebabkan IMS.

(0)
20 Nov 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
FWB atau friends with benefits dalam pertemananFriends with benefits tidak melibatkan perasaan di dalamnya
Mungkin Anda sudah tak asing lagi dengan istilah “friends with benefits”. Fenomena ini bahkan diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama, dan diperankan oleh Justin Timberlake dan Mila Kunis.Friends with benefits (FWB) seringkali dikaitkan dengan urusan seks untuk saling memuaskan satu sama lain. Akan tetapi, hubungan FWB dianggap lebih berisiko terkena infeksi menular seksual.

Apa itu FWB alias friends with benefits?

Friends with benefits atau FWB adalah hubungan pertemanan yang umumnya melakukan hubungan seks tanpa melibatkan perasaan di dalamnya, dan bertujuan untuk saling menguntungkan. Hubungan FWB ini bersifat tidak mengikat dan kebanyakan tidak memiliki aturan yang pasti.Oleh sebab itu, meski melakukan hubungan seks, dua pribadi yang terlibat tetap bisa bebas untuk berkencan dengan siapa pun. Tak ada alasan pasti mengapa hubungan FWB bisa terjadi, namun memiliki teman lawan jenis yang sangat dekat dapat memicu tumbuhnya hubungan tanpa status ini.Pasangan friendzone yang menjalani FWB saling membutuhkan, khususnya untuk urusan ranjang. Selain itu, ketidakpuasan dalam seks bersama pasangan juga dapat memicu seseorang punya hubungan FWB.Fenomena FWB paling sering terjadi pada golongan dewasa muda (usia sekolah menengah atas atau perguruan tinggi) yang masih aktif mengeksplorasi seksualitasnya. Mereka yang menjalani hubungan teman tapi mesra ini pun harus bisa memisahkan antara cinta dan seks yang mungkin akan sulit bagi sebagian orang.Karena hubungan friends with benefits tidak bersifat mengikat, ada sebagian orang yang memiliki lebih dari satu hubungan FWB. Seseorang yang punya banyak pasangan seks akan lebih berisiko mengalami infeksi menular seksual (IMS), apalagi jika seks tidak dilakukan secara amanBeberapa penyakit infeksi menular seksual yang mungkin terjadi, yaitu sifilis, gonore (kencing nanah), HIV, HPV, herpes, trikomoniasis, kandidiasis, klamidia, dan lainnya.

Cara mencegah infeksi menular seksual pada hubungan FWB

Ketika terkena infeksi menular seksual, ada beberapa gejala yang umumnya akan Anda rasakan, seperti luka atau benjolan di alat kelamin, mulut, atau dubur; keputihan abnormal pada wanita; sakit saat buang air kecil atau berhubungan seks; nyeri perut bagian bawah; hingga demam.Akan tetapi, ada juga kasus di mana seseorang yang terkena IMS tidak menunjukkan gejala apa pun. Jika dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan, IMS dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti radang panggul, radang sendi, infertilitas, penyakit jantung, dan kanker serviks.Sebagai tindakan antisipasi, ada beberapa cara mencegah infeksi menular seksual yang dapat Anda lakukan, di antaranya:
  • Hindari berhubungan seksual dengan orang yang memiliki gejala IMS.
  • Tidak berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seks.
  • Gunakan pengaman setiap kali berhubungan seks.
  • Bersihkan organ intim sebelum dan sesudah berhubungan seks.
  • Hindari menggunakan narkoba atau alkohol karena orang yang mabuk atau menggunakan narkoba seringkali tidak melakukan seks yang aman.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda.
Menjalani hubungan friends with benefits mungkin menyenangkan bagi sebagian orang karena dapat memuaskan hasrat seksual.Namun, sebaiknya pertimbangkan untuk tidak berganti-ganti pasangan seks karena dapat menularkan penyakit, atau setidaknya gunakan pengaman seperti kondom untuk mencegah infeksi menular seksual.
hubungan seksinfeksi menular seksualmenjalin hubungan
Psych Central. https://psychcentral.com/blog/friends-with-benefits/
Diakses pada 20 November 2019
Psych Central. https://psychcentral.com/lib/friends-with-benefits-can-women-handle-it/
Diakses pada 20 November 2019
Web MD. https://www.webmd.com/sex-relationships/understanding-stds-prevention
Diakses pada 20 November 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sexually-transmitted-diseases-stds/symptoms-causes/syc-20351240
Diakses pada 20 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait