Frekuensi Napas Normal Dalam 60 Detik pada Anak dan Dewasa


Frekuensi napas normal untuk orang dewasa adalah 12-16 kali per menit. Sementara itu bayi baru lahir memiliki frekuensi normal paling tinggi dan seiring bertambahnya usia anak, maka nilai normalnya akan semakin turun.

(0)
21 Mar 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Frekuensi napas normal per 60 detik untuk orang dewasa adalah 12-16 kali per menitFrekuensi napas normal bisa menunjukkan kondisi kesehatan
Frekuensi napas adalah jumlah napas yang dihirup dan diembuskan seseorang dalam waktu 60 detik. Frekuensi ini bisa juga disebut sebagai jumlah respirasi dan termasuk sebagai salah satu tanda vital yang menunjukkan masih baik atau tidaknya kerja paru-paru.Frekuensi napas yang lebih dari normal, bisa menunjukkan beberapa gangguan kesehatan seperti demam, dehidrasi, atau asma.Sementara jika frekuensinya lebih rendah dari normal, maka beberapa hal yang bisa menyebabkannya antara lain konsumsi alkohol berlebih dan obat-obatan terlarang hingga cedera otak atau stroke.

Frekuensi napas normal dalam 60 detik

Frekuensi napas normal pada setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung dari usia. Berikut ini penjelasannya.

• Frekuensi napas normal pada orang dewasa

Frekuensi napas normal pada orang dewasa berkisar antara 12-16 kali per menit. Namun, bernapas lebih banyak dari 16 kali tidak selalu berarti menandakan gangguan kesehatan.Batas seseorang mengalami gangguan tertentu biasanya adalah jika frekuensi napasnya di atas 20 kali per menit.
Gangguan yang terjadi dianggap cukup parah apabila jumlah napas permenitnya mencapai di atas 24 kali per menit.
Sementara itu, frekuensi napas di bawah normal menandakan gangguan pada sistem saraf pusat.

• Frekuensi napas normal pada anak-anak

Berikut ini frekuensi napas normal pada anak-anak berdasarkan usianya.
  • Bayi baru lahir-usia 1 tahun: 30-60 kali permenit
  • Usia 1-3 tahun: 24-40 kali permenit
  • Usia 3-6 tahun: 22-34 kali permenit
  • Usia 6-12 tahun: 18-30 kali permenit
  • Usia 12-18 tahun: 12-16 kali permenit

Cara mengukur frekuensi napas

Untuk mengetahui frekuensi napas, Anda bisa mengukurnya sendiri di rumah. Caranya pun sederhana, seperti berikut ini.
  • Siapkan pengukur waktu atau timer dan setel selama 1 menit
  • Agar hasil pengukuran akurat, Anda perlu berada di posisi yang rileks, seperti sambil duduk atau tiduran. Jangan lakukan gerakan yang melelahkan sebelum mengukur frekuensi napas.
  • Setelah siap, nyalakan penghitung waktu dan mulai hitung jumlah tarikan napas dalam waktu satu menit. Anda bisa menghitung berapa kali dada bergerak naik saat bernapas untuk mempermudah.
Baca Juga: Nilai Normal Tanda-tanda Vital: Pernapasan, Detak Jantung, Tekanan Darah, hingga Suhu

Penyebab frekuensi napas kurang dari normal

Berikut ini beberapa penyebab frekuensi napas kurang dari normal.

• Konsumsi alkohol berlebih

Alkohol merupakan zat yang bisa berperan sebagai depresan pada sistem saraf pusat. Semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, maka efek depresan ini pun akan semakin meningkat dan membuat kerja dari sistem saraf pusat terganggu hingga memengaruhi frekuensi pernapasan normal.

• Mengonsumsi obat-obatan terlarang

Obat-obatan terlarang atau narkotika, bisa memengaruhi kerja sistem saraf pusat dan merusak berbagai fungsi penting di tubuh, termasuk pernapasan.

• Cedera otak

Cedera pada otak bisa terjadi di bagian otak yang berperan mengatur pernapasan di tubuh dan menyebabkan frekuensi pernapasan menjadi lebih sedikit dari yang seharusnya.

• Apnea tidur

Apnea tidur adalah gangguan yang membuat pola pernapasan pengidapnya terganggu saat sedang tidur.

• Hipotiroidisme

Hipotiroidisme adalah kondisi yang disebabkan oleh kelenjar tiroid yang kurang aktif. Padahal, kelenjar tersebut berperan dalam menghasilkan hormon tiroid yang mengatur banyak proses penting di tubuh, termasuk pernapasan.Penyakit ini bisa membuat otot yang ada di paru-paru melemah, sehingga pengidapnya jadi sulit bernapas dan frekuensi napasnya pun lebih sedikit dari normal.

Penyebab frekuensi napas lebih dari normal

Frekuensi napas lebih dari normal bisa disebabkan oleh beberapa kondisi di bawah ini.

• Demam

Saat suhu di tubuh naik, maka salah satu usaha alami tubuh untuk menurunkannya adalah dengan bernapas lebih cepat.

• Asma

Salah satu penyebab frekuensi napas lebih tinggi dari normal salah satunya adalah serangan asma. Pada orang yang memiliki riwayat asma, kenaikan frekuensi napas sedikit saja bisa menandakan kekambuhan yang perlu diwaspadai.

• Dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi kekurangan cairan di tubuh. Tidak hanya bisa memicu bibir pecah-pecah, kondisi ini juga bisa meningkatkan frekuensi napas.

• Penyakit paru obstruktif kronis

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah salah satu penyebab umum terjadinya kenaikan frekuensi napas melebihi normal. Hal ini terutama dialami oleh pengidap PPOK yang memiliki kebiasaan merokok.

• Infeksi

Frekuensi napas yang melebihi normal juga bisa disebabkan oleh infeksi yang menyerang saluran pernapasan seperti flu, pneumonia, dan tuberkulosis.

• Hiperventilasi

Hiperventilasi adalah kondisi napas pendek-pendek dan cepat. Biasanya hal ini terjadi saat seseorang mengalami stres, gangguan kecemasan, atau serangan panik.

• Asidosis

Asidosis terjadi saat darah di tubuh menjadi jauh lebih asam dari yang seharusnya. Gangguan ini bisa terjadi sebagai komplikasi dari diabetes.

• Overdosis obat

Overdosis obat jenis aspirin ataupun amfetamin bisa memicu naiknya frekuensi napas.

• Gangguan pada paru lainnya

Gangguan paru lain seperti kanker dan emboli paru bisa menyebabkan seseorang bernapas jadi lebih cepat dari kondisi normal. Emboli paru adalah kondisi tersumbatnya pembuluh darah yang terhubung ke paru-paru akibat gumpalan darah.

Kapan harus periksa ke dokter saat frekuensi napas tidak normal?

Jika frekuensi napas sedikit melenceng dari nilai normal, hal tersebut belum tentu menandakan penyakit. Namun apabila nilainya sudah terlalu jauh dari rentang normal, maka kemungkinan besar ada gangguan kesehatan yang sedang terjadi.Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter apabila nilai frekuensi napas sangat jauh dari angka normal atau jika kelainan ini juga disertai dengan gejala-gejala seperti:
  • Demam
  • Badan lemas
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri dada
  • Kulit terlihat kebiruan
  • Bunyi aneh saat bernapas
Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang frekuensi napas yang normal ataupun gangguan pernapasan lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit pernapasangangguan pernapasansaluran pernapasan
Healthline. https://www.healthline.com/health/normal-respiratory-rate
Diakses pada 8 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324409
Diakses pada 8 Maret 2021
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/what-is-a-normal-respiratory-rate-2248932
Diakses pada 8 Maret 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/10881-vital-signs
Diakses pada 8 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait