Forceps Adalah Alat Bantu untuk Mengeluarkan Bayi Saat Persalinan, Amankah Digunakan?


Forsep adalah alat khusus yang digunakan untuk memegang, menahan, dan mengarahkan kepala bayi keluar melalui jalan lahir. Sejumlah kondisi yang mengharuskan persalinan forceps mulai dari kesulitan mengejan untuk mendorong bayi keluar, masalah detak jantung pada bayi, hingga bayi terjebak dalam jalan lahir.

(0)
Forsep adalah alat khusus yang digunakan oleh dokter untuk memperlancar proses persalinanFungsi forsep adalah untuk menjepit kepala bayi, sebelum kemudian mengarahkannya keluar menuju jalan lahir
Berbagai macam masalah mungkin saja terjadi saat Anda menjalani persalinan normal. Salah satu masalah yang mungkin terjadi ketika persalinan adalah terhambatnya proses keluar bayi melalui jalan lahir. Guna mengatasi kondisi tersebut, terdapat beragam opsi yang bisa diambil oleh dokter untuk membantu memperlancar proses persalinan Anda, salah satunya dengan menggunakan alat bantu bernama forsep (forcep). Fungsi forsep adalah untuk membantu bayi menemukan jalan keluarnya dengan mudah.

Apa itu forsep?

Forsep adalah alat khusus yang biasa digunakan oleh dokter untuk membantu bayi Anda menemukan jalan keluar ketika proses persalinan. Memiliki bentuk seperti 2 sendok besar, forcep digunakan dengan cara memegang kepala bayi, sebelum kemudian mengarahkannya menuju jalan lahir (mulut rahim).Setelah kepala bayi mengarah ke jalan lahir, dokter akan meminta Anda mengejan untuk mendorong si Kecil keluar. Forsep merupakan alat yang jarang digunakan, namun dokter mungkin akan merekomendasikannya untuk mempercepat proses persalinan, terlebih jika ditemukan adanya tanda-tanda kesusahan pada ibu maupun bayi.

Kondisi yang mengharuskan persalinan dengan menggunakan forsep

Forcep umumnya digunakan pada fase kedua persalinan. Tahap ini merupakan fase di mana Anda mengedan untuk mendorong bayi turun melewati jalan lahir. Forsep baru akan digunakan apabila persalinan Anda memenuhi kriteria seperti serviks telah melebar sepenuhnya, selaput ketuban sudah pecah, dan kepala bayi sudah masuk ke jalur lahir, Berikut ini sejumlah kondisi yang mengharuskan Anda menjalani persalinan forceps:
  • Ditemukannya masalah pada detak jantung bayi.
  • Anda menderita kondisi medis tertentu seperti sakit jantung dan hipertensi. Kondisi ini mungkin akan membatasi jumlah waktu Anda mengejan.
  • Anda sudah mengejan sebagai bentuk dorongan, namun bayi masih kesulitan untuk keluar. Persalinan dianggap berkepanjangan jika Anda belum mengalami kemajuan setelah jangka waktu tertentu.
  • Bayi Anda terjebak dalam jalan lahir.
  • Anda mengalami kelelahan sehingga kesulitan untuk mengejan.
  • Proses persalinan perlu dipercepat karena bayi mengalami gawat janin (fetal distress) akibat kekurangan oksigen.
  • Bayi berada dalam posisi yang kurang pas selama tahap kedua. Forsep bisa digunakan untuk memutar kepala bayi dan mengarahkannya menuju jalan lahir.

Jangan lakukan persalinan forceps jika mengalami kondisi ini

Di sisi lain, persalinan dengan menggunakan forsep mungkin tidak akan direkomendasikan jika bayi mengalami kondisi-kondisi seperti:
  • Posisi kepala bayi Anda tidak diketahui.
  • Posisi bahu atau lengan bayi Anda berada di jalan lahir.
  • Kepala bayi belum bergerak melewati titik tengah jalur lahir.
  • Bayi Anda mengalami gangguan perdarahan seperti hemofilia (gangguan pada sistem pembekuan darah).
  • Bayi tidak bisa melewati panggul karena ukuran bayi yang terlalu besar atau panggul Anda yang terlalu sempit.
  • Bayi Anda mengalami kondisi yang berpengaruh terhadap kekuatan tulangnya seperti osteogenesis imperfecta (tulang rapuh dan mudah patah).

Adakah risiko melakukan persalinan forceps?

Saat Anda melakukan persalinan forceps, ada sejumlah risiko yang mungkin akan ditimbulkan. Risiko ini bisa berdampak pada kesehatan Anda maupun si Kecil. Berikut ini risiko yang dapat Anda alami jika menjalani proses persalinan dengan menggunakan forsep:
  • Cedera pada kandung kemih
  • Melemahnya otot dan ligamen penyangga organ panggul
  • Mengalami luka robek pada saluran genital bagian bawah
  • Kesulitan untuk buang air kecil atau mengosongkan kandung kemih
  • Robeknya dinding rahim, dapat membuat bayi atau plasenta terdorong ke dalam rongga perut
  • Nyeri pada perineum (jaringan yang menghubungkan vagina dan anus) setelah Anda melahirkan
  • Luka robek parah yang disebabkan penggunaan forsep dapat membuat Anda buang air kecil dan buang air besar tanpa disengaja.
Sementara itu, risiko yang mungkin dialami oleh bayi ketika menjalani persalinan forceps, di antaranya:
  • Memar pada kulit kepala bayi, biasanya akan hilang dalam beberapa hari
  • Cedera dan perdarahan di dalam kepala, namun kondisi ini sangat jarang terjadi
  • Kerusakan pada saraf wajah dalam jangka waktu singkat, tetapi kondisi ini jarang sekali terjadi
  • Pembengkakan pada kepala bayi, umumnya akan kempes dan kembali normal setelah beberapa hari

Catatan dari SehatQ

Forsep adalah alat khusus yang digunakan oleh dokter untuk memperlancar proses persalinan. Fungsi forsep adalah untuk menjepit kepala bayi, sebelum kemudian mengarahkannya keluar menuju jalan lahir (mulut rahim).Sejumlah kondisi yang mengharuskan persalinan forceps mulai dari Anda mengalami kesulitan mengejan untuk mendorong bayi keluar, masalah detak jantung pada bayi, hingga bayi terjebak dalam jalan lahir. Meski dapat memperlancar proses persalinan, penggunaan forsep perlu berhati-hati karena dapat berisiko bagi kesehatan Anda dan bayi.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai penggunaan forsep dan risikonya untuk kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kehamilanpersalinanbayigawat janin
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/forceps-delivery/about/pac-20394207
Diakses pada 4 Desember 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/labor-and-delivery/procedures-and-interventions/forceps.aspx
Diakses pada 4 Desember 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000509.htm
Diakses pada 4 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait