logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Forceps Adalah Alat Bantu untuk Mengeluarkan Bayi Saat Persalinan, Amankah Digunakan?

open-summary

Forsep adalah alat khusus yang digunakan untuk memegang, menahan, dan mengarahkan kepala bayi keluar melalui jalan lahir. Sejumlah kondisi yang mengharuskan persalinan forceps mulai dari kesulitan mengejan untuk mendorong bayi keluar, masalah detak jantung pada bayi, hingga bayi terjebak dalam jalan lahir.


close-summary

0

18 Des 2020

| Bayu Galih Permana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Forsep adalah alat khusus yang digunakan oleh dokter untuk memperlancar proses persalinan

Fungsi forsep adalah untuk menjepit kepala bayi, sebelum kemudian mengarahkannya keluar menuju jalan lahir

Table of Content

  • Apa itu forceps?
  • Proses persalinan dengan forceps
  • Kondisi yang mengharuskan persalinan dengan menggunakan forsep
  • Kondisi ibu hamil yang tidak disarankan melakukan persalinan forceps
  • Risiko melakukan persalinan forceps?
  • Tips pemulihan setelah melahirkan dengan forceps
  • Catatan dari SehatQ

Berbagai macam masalah mungkin saja terjadi saat Anda menjalani persalinan normal. Salah satu masalah yang mungkin terjadi ketika persalinan adalah terhambatnya proses keluar bayi melalui jalan lahir.

Advertisement

Guna mengatasi kondisi tersebut, terdapat beragam opsi yang bisa diambil oleh dokter untuk membantu memperlancar proses persalinan Anda, salah satunya dengan menggunakan alat bantu bernama forsep (forceps). Fungsi forsep adalah untuk membantu bayi menemukan jalan keluarnya dengan mudah.

Apa itu forceps?

Forsep adalah alat khusus yang biasa digunakan oleh dokter untuk membantu bayi menemukan jalan keluar ketika proses persalinan.

Fungsi forceps adalah untuk memegang kepala bayi, sebelum kemudian mengarahkannya menuju jalan lahir (mulut rahim).

Sebelum menggunakan forsep, dokter akan memberikan anestesi epidural atau spinal dan memasang kateter urine untuk mengosongkan kandung kemih ibu hamil.

Setelah kepala bayi mengarah ke jalan lahir, dokter akan meminta Anda mengejan untuk mendorong si Kecil keluar.

Forsep merupakan alat yang jarang digunakan, namun dokter mungkin akan merekomendasikannya untuk mempercepat proses persalinan, terlebih jika ditemukan adanya tanda-tanda kesusahan pada ibu maupun bayi.

Baca juga: Apa yang Terjadi saat Persalinan Macet dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Proses persalinan dengan forceps

Saat melahirkan normal, Anda diharuskan berada dalam posisi berbaring dengan kedua kaki terbuka lebar sebelum menggunakan forceps.

Ketika proses sudah memasuki tahap kedua dalam melahirkan normal, Anda mungkin akan secara bertahap merasakan kontraksi.

Di tengah kontraksi, dokter akan terus memasukan forsep ke dalam vagina sampai menyentuh kepala bayi. Setelah masuk vagina, dokter selanjutnya menjepit kepala bayi tersebut dan memancingnya sembar ditarik ke luar.

Setelah bayi dapat dilahirkan dengan selamat, dokter selanjutnya melakukan pemeriksaan pada bayi baru lahir. Selain itu, kondisi Anda juga akan diperiksa, guna mencari tahu apakah ada komplikasi atau tidak.

Kondisi yang mengharuskan persalinan dengan menggunakan forsep

Forcep umumnya digunakan pada fase kedua persalinan. Tahap ini merupakan fase di mana Anda mengedan untuk mendorong bayi turun melewati jalan lahir.

Forsep baru akan digunakan apabila persalinan Anda memenuhi kriteria seperti serviks telah melebar sepenuhnya, selaput ketuban sudah pecah, dan kepala bayi sudah masuk ke jalur lahir,

 Berikut ini sejumlah kondisi yang mengharuskan Anda menjalani persalinan forceps:

  • Ditemukannya masalah pada detak jantung bayi.
  • Anda menderita kondisi medis tertentu seperti sakit jantung dan hipertensi. Kondisi ini mungkin akan membatasi jumlah waktu Anda mengejan.
  • Anda sudah mengejan sebagai bentuk dorongan, namun bayi masih kesulitan untuk keluar. Persalinan dianggap berkepanjangan jika Anda belum mengalami kemajuan setelah jangka waktu tertentu.
  • Bayi Anda terjebak dalam jalan lahir.
  • Anda mengalami kelelahan sehingga kesulitan untuk mengejan.
  • Proses persalinan perlu dipercepat karena bayi mengalami gawat janin (fetal distress) akibat kekurangan oksigen.
  • Bayi berada dalam posisi yang kurang pas selama tahap kedua. Forsep bisa digunakan untuk memutar kepala bayi dan mengarahkannya menuju jalan lahir.

Kondisi ibu hamil yang tidak disarankan melakukan persalinan forceps

Di sisi lain, dikutip dari Mayo Clinic, persalinan dengan menggunakan forsep mungkin tidak akan direkomendasikan jika bayi mengalami kondisi-kondisi seperti:

  • Posisi kepala bayi Anda tidak diketahui.
  • Posisi bahu atau lengan bayi Anda berada di jalan lahir.
  • Kepala bayi belum bergerak melewati titik tengah jalur lahir.
  • Bayi Anda mengalami gangguan perdarahan seperti hemofilia (gangguan pada sistem pembekuan darah).
  • Bayi tidak bisa melewati panggul karena ukuran bayi yang terlalu besar atau panggul Anda yang terlalu sempit.
  • Bayi Anda mengalami kondisi yang berpengaruh terhadap kekuatan tulangnya seperti osteogenesis imperfecta (tulang rapuh dan mudah patah).

Risiko melakukan persalinan forceps?

Saat Anda melakukan persalinan forsep, ada sejumlah risiko yang mungkin akan ditimbulkan. Risiko ini bisa berdampak pada kesehatan Anda maupun si Kecil.

Berikut ini risiko yang dapat Anda alami jika menjalani proses persalinan dengan menggunakan forsep:

  • Cedera pada kandung kemih
  • Melemahnya otot dan ligamen penyangga organ panggul
  • Mengalami luka robek pada saluran genital bagian bawah
  • Kesulitan untuk buang air kecil atau mengosongkan kandung kemih
  • Robeknya dinding rahim, dapat membuat bayi atau plasenta terdorong ke dalam rongga perut
  • Nyeri pada perineum (jaringan yang menghubungkan vagina dan anus) setelah Anda melahirkan
  • Luka robek parah yang disebabkan penggunaan forsep dapat membuat Anda buang air kecil dan buang air besar tanpa disengaja.

Sementara itu, risiko yang mungkin dialami oleh bayi ketika menjalani persalinan forceps, di antaranya:

  • Memar pada kulit kepala bayi, biasanya akan hilang dalam beberapa hari
  • Cedera dan perdarahan di dalam kepala, namun kondisi ini sangat jarang terjadi
  • Kerusakan pada saraf wajah dalam jangka waktu singkat, tetapi kondisi ini jarang sekali terjadi
  • Pembengkakan pada kepala bayi, umumnya akan kempes dan kembali normal setelah beberapa hari

Baca juga: Cephalopelvic Disproportion Atau CPD Adalah Komplikasi Saat Persalinan, Apa Itu?

Tips pemulihan setelah melahirkan dengan forceps

Berikut tips Agar proses pemulihan setelah melahirkan normal dapat berlangsung cepat:

  • Mengompres hangat atau dingin pada bagian tubuh yang terasa nyeri
  • Duduk secara perlahan dan menghindari alas duduk yang keras
  • Hindari mengejan terlalu keras saat duduk air besar
  • Rutin melakukan senam kegel untuk melatih otot-otot dasar panggul dan membantu proses pemulihan
  • Minum cukup air putih dan perbanyak asupan serat
  • Mengoleskan minyak lavender ke tubuh yang terluka akibat proses persalinan

Jika kondisi Anda tidak kunjung membaik dan mulai menimbulkan demam, keluar nanah dari vagina, lemas, segera hubungi dokter.

Catatan dari SehatQ

Sejumlah kondisi yang mengharuskan persalinan forsep mulai dari Anda mengalami kesulitan mengejan untuk mendorong bayi keluar, masalah detak jantung pada bayi, hingga bayi terjebak dalam jalan lahir.

Meski dapat memperlancar proses persalinan, penggunaan forsep perlu berhati-hati karena dapat berisiko bagi kesehatan Anda dan bayi.

Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai penggunaan forsep dan risikonya untuk kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

kehamilanpersalinanbayigawat janin

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved