logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Mengenal Bahaya Fogging dan Tips Aman Melakukannya

open-summary

Fogging adalah menyemprotkan pestisida atau insektisida kimia berbentuk aerosol untuk membasmi nyamuk. Cara mengusir nyamuk ini dapat menimbulkan efek samping ketika asapnya terhirup, mulai dari memicu alergi hingga penyakit pernapasan akut.


close-summary

2.67

(12)

30 Mar 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Fogging untuk membasmi nyamuk DBD

Waktu terbaik melakukan fogging adalah pagi hari atau sore menjelang malam

Table of Content

  • Apakah fogging efektif untuk membunuh nyamuk?
  • Adakah bahaya fogging untuk kesehatan?
  • Bagaimana cara mencegah terkena paparan racun fogging nyamuk?
  • Apa saja cara lain untuk mencegah demam berdarah (DBD) selain dengan fogging?
  • Pesan dari SehatQ

Ketika ada wabah seperti demam berdarah dengue di suatu daerah, salah satu langkah yang diambil adalah melakukan fogging. Fogging adalah menyemprotkan pestisida atau insektisida kimia dalam bentuk aerosol. Umumnya, pestisida yang digunakan adalah pyrethroids

Advertisement

Ada banyak penelitian yang membedah apakah teknik fogging benar-benar efektif membasmi nyamuk. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan seperti iklim, kapan wabah mulai, hingga kekebalan tubuh masyarakat sekitar.

Baca Juga

  • Waspadai 3 Fase Demam Berdarah Dengue agar Tak Celaka
  • Mengenal Nyamuk Aedes Aegypti yang Berbahaya Menyebar Penyakit
  • Akibat Pemanasan Global Terhadap Bumi dan Kesehatan Manusia

Apakah fogging efektif untuk membunuh nyamuk?

Penelitian tentang teknik fogging pada tahun 2011 lalu menyoroti bahwa ketika fogging dilakukan beberapa hari setelah puncak wabah, dampaknya tidak terlalu signifikan.

Ketika iklim di sebuah negara mendukung banyak nyamuk muncul, fogging hanya membuat kurva epidemik lebih pelan, namun hanya sementara. Setelah fogging selesai dilakukan, populasi nyamuk bisa kembali seperti semula dengan cepat.

Justru yang lebih berperan dalam menurunnya epidemi di suatu wilayah adalah kekebalan tubuh populasinya. Ketika jumlah kasus infeksi baru lebih sedikit dibandingkan dengan kasus sembuh, itulah kondisi efektif untuk menurunkan angka kasus infeksi DBD.

Meski demikian, fogging adalah metode yang sah-sah saja dilakukan dengan metode yang tepat seperti:

  • Waktu terbaik melakukan fogging adalah pagi hari (jam 7-10) atau sore menjelang malam (jam 15-17). Saat siang hari, nyamuk cenderung bersembunyi di area teduh.
  • Fogging di luar ruangan hanya akan efektif jika bahan kimia yang disemprotkan benar-benar menyentuh nyamuk langsung.
  • Semprotkan fogging saat temperatur lebih rendah sehingga aerosol akan lebih cepat turun ke tanah.
  • Pilih waktu fogging saat tidak banyak angin. Ketika banyak angin, hanya sedikit partikel kimia yang ada di area tertentu dan belum tentu efektif mengusir nyamuk.
  • Fogging saat pagi dan sore akan mengurangi dampak bahaya terhadap serangga lain yang justru memangsa nyamuk.

Perlu dipertimbangkan juga meski fogging adalah metode yang bertujuan untuk mengurangi populasi nyamuk, bahan kimia dari fogging juga bisa membunuh serangga seperti lebah dan kupu-kupu.

Jika fogging dilakukan terlalu sering namun belum tentu efektif, maka bisa terjadi ketidakseimbangan ekologi dan mengancam keragaman makhluk hidup di sekitar.

Apalagi, fogging hanya akan membunuh populasi nyamuk dewasa dan tidak membasmi larva yang berkembang di permukaan air.

Baca juga: Penyebab Seseorang Lebih Sering Digigit Nyamuk dan Cara Mencegahnya

Adakah bahaya fogging untuk kesehatan?

Menurut ahli, bahan kimia yang disemprotkan dalam fogging juga berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Ketika tubuh terpapar neurotoksin meskipun dalam kuantitas rendah, ada kemungkinan muncul dampak negatif terhadap kesehatan.

Beberapa hal yang mungkin terjadi adalah:

  • Mati rasa di bibir dan lidah
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Keluhan seputar pernapasan
  • Hilang nafsu makan
  • Detak jantung lebih cepat
  • Iritasi pada saluran pernapasan, yang membuat hidung berlendir, gatal di tenggorokan, batuk, hingga kesulitan bernapas
  • Iritasi pada kulit, seperti kemerahan dan gatal-gatal
  • Iritasi pada mata, yang menyebabkan mata merah dan berair
  • Pusing
  • Diare
  • Reaksi alergi

Bahkan pada kasus yang lebih parah, keracunan akibat pestisida bisa terjadi. Gejala utamanya adalah kesulitan bernapas, muncul lendir di tenggorokan, sensasi terbakar di kulit, tidak sadarkan diri, hingga kematian.

Tentu bukan berarti semua teknik fogging bisa menyebabkan kematian, namun risiko mengalami keluhan tidak nyaman hingga keracunan itu tetap ada.

Orang dengan gangguan kesehatan seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis, dan gangguan saluran pernapasan lainnya sebaiknya tidak berada di dekat asap fogging nyamuk.

Selain itu, bayi dan anak-anak juga rentan mengalami masalah kesehatan akibat paparan zat kimia dalam insektisida fogging asap sehingga juga harus dijauhkan dari aktivitas ini.

Bagaimana cara mencegah terkena paparan racun fogging nyamuk?

Untuk mencegah terpapar racun fogging, sebaiknya Anda menghindari daerah penyemprotan. Jika terpapar asapnya dan mengalami gejala gangguan kesehatan, maka segera bilas tubuh dengan air bersih kemudian ganti baju.

Adapun tips aman sebelum dan sesudah penyemprotan fogging yang harus dilakukan agar terhindar dari racun adalah:

  • Mengosongkan bak mandi atau tempat penampungan air lainnya. Bila perlu tutup bagian atasnya dengan rapat agar asap tidak masuk
  • Tutupi juga barang-barang di dalam rumah, seperti alat makan, baju, handuk, dan lainnya dengan rapat. 
  • Tutup pintu dan jendela rumah jika fogging dilakukan di area luar saja
  • Jangan biarkan ada makanan terpapar tanpa penutup
  • Bawa masuk hewan peliharaan atau hindarkan dari area penyemprotan
  • Gunakan masker selama melakukan fogging dan segera berganti baju jika fogging sudah selesai
  • Bersihkan permukaan benda atau furnitur yang terkena asap fogging dengan lap basah
  • Buka jendela dan pintu lebar-lebar ketika fogging sudah selesai agar terjadi pertukaran udara

Apa saja cara lain untuk mencegah demam berdarah (DBD) selain dengan fogging?

Jika fogging adalah metode yang masih belum pasti efektivitasnya, cara yang lebih optimal untuk mengurangi populasi nyamuk penyebab demam berdarah dengue adalah melakukan eliminasi tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Menurut ahli, peran serta masyarakat untuk saling menjaga kebersihan sangat menentukan. Program 3M perlu dilakukan secara berkelanjutan khususnya ketika musim penghujan tiba. Program 3M meliputi:

1. Menguras

Menguras dilakukan dengan maksud membersihkan tempat yang sering dijadikan sebagai tempat penampungan air seperti, bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, dan lain-lain.

2. Menutup

Menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti kendi, drum, toren air, dan lain sejenisnya untuk mencegah nyamuk berkembang biak.

3. Mengubur

Mengubur atau mendaur ulang kembali barang bekas yang memiliki potensi untuk menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk demam berdarah.

Area seperti tempat sampah atau permukaan air stagnan yang tidak disadari sangat bisa menjadi tempat berkembang biaknya larva nyamuk. Apalagi, larva nyamuk tidak bisa dibasmi lewat metode fogging.

Baca juga: Cara Mengusir Nyamuk yang Ampuh dan Efektif

Pesan dari SehatQ

Menjaga kebersihan area dalam rumah dan juga sekitar rumah merupakan kunci mencegah munculnya populasi nyamuk penyebab demam berdarah. 

Namun jika fogging adalah metode yang dilakukan, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal agar benar-benar optimal dan bukan asal semprot saja.

Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter seputar efektivitas fogging dan bahayanya untuk kesehatan, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

demam berdarah denguedbdgigitan nyamuk

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved