Apakah Fogging Pembasmi Nyamuk Aman untuk Kesehatan?


Fogging adalah menyemprotkan pestisida atau insektisida kimia berbentuk aerosol untuk membasmi nyamuk. Umumnya, pestisida yang digunakan adalah pyrethroids. 

(0)
30 Mar 2020|Azelia Trifiana
Fogging untuk membasmi nyamuk DBDWaktu terbaik melakukan fogging adalah pagi hari atau sore menjelang malam
Ketika ada wabah seperti demam berdarah dengue di suatu daerah, salah satu langkah yang diambil adalah melakukan fogging. Fogging adalah menyemprotkan pestisida atau insektisida kimia dalam bentuk aerosol. Umumnya, pestisida yang digunakan adalah pyrethroidsAda banyak penelitian yang membedah apakah teknik fogging benar-benar efektif membasmi nyamuk. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan seperti iklim, kapan wabah mulai, hingga kekebalan tubuh masyarakat sekitar.

Metode fogging yang tepat

Penelitian tentang teknik fogging pada tahun 2011 lalu menyoroti bahwa ketika fogging dilakukan beberapa hari setelah puncak wabah, dampaknya tidak terlalu signifikan.Ketika iklim di sebuah negara mendukung banyak nyamuk muncul, fogging hanya membuat kurva epidemik lebih pelan, namun hanya sementara. Setelah fogging selesai dilakukan, populasi nyamuk bisa kembali seperti semula dengan cepat.Justru yang lebih berperan dalam menurunnya epidemi di suatu wilayah adalah kekebalan tubuh populasinya. Ketika jumlah kasus infeksi baru lebih sedikit dibandingkan dengan kasus sembuh, itulah kondisi efektif untuk menurunkan angka kasus infeksi DBD.Meski demikian, fogging adalah metode yang sah-sah saja dilakukan dengan metode yang tepat seperti:
  • Waktu terbaik melakukan fogging adalah pagi hari atau sore menjelang malam. Saat siang hari, nyamuk cenderung bersembunyi di area teduh.
  • Fogging di luar ruangan hanya akan efektif jika bahan kimia yang disemprotkan benar-benar menyentuh nyamuk langsung.
  • Semprotkan fogging saat temperatur lebih rendah sehingga aerosol akan lebih cepat turun ke tanah.
  • Pilih waktu fogging saat tidak banyak angin. Ketika banyak angin, hanya sedikit partikel kimia yang ada di area tertentu dan belum tentu efektif mengusir nyamuk.
  • Fogging saat pagi dan sore akan mengurangi dampak bahaya terhadap serangga lain yang justru memangsa nyamuk.
Perlu dipertimbangkan juga meski fogging adalah metode yang bertujuan untuk mengurangi populasi nyamuk, bahan kimia dari fogging juga bisa membunuh serangga seperti lebah dan kupu-kupu.Jika fogging dilakukan terlalu sering namun belum tentu efektif, maka bisa terjadi ketidakseimbangan ekologi dan mengancam keragaman makhluk hidup di sekitar.Apalagi, fogging hanya akan membunuh populasi nyamuk dewasa dan tidak membasmi larva yang berkembang di permukaan air.

Bisakah memicu keracunan?

Menurut ahli, bahan kimia yang disemprotkan dalam fogging juga berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Ketika tubuh terpapar neurotoksin meskipun dalam kuantitas rendah, ada kemungkinan muncul dampak negatif terhadap kesehatan.Beberapa hal yang mungkin terjadi adalah:
  • Mati rasa di bibir dan lidah
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Keluhan seputar pernapasan
  • Hilang nafsu makan
  • Detak jantung lebih cepat
Bahkan pada kasus yang lebih parah, keracunan akibat pestisida bisa terjadi. Gejala utamanya adalah kesulitan bernapas, muncul lendir di tenggorokan, sensasi terbakar di kulit, tidak sadarkan diri, hingga kematian.Tentu bukan berarti semua teknik fogging bisa menyebabkan kematian, namun risiko mengalami keluhan tidak nyaman hingga keracunan itu tetap ada.

Metode lebih efektif dari fogging

Jika fogging adalah metode yang masih belum pasti efektivitasnya, cara yang lebih optimal untuk mengurangi populasi nyamuk penyebab demam berdarah dengue adalah melakukan eliminasi tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.Menurut ahli, peran serta masyarakat untuk saling menjaga kebersihan sangat menentukan. Program 3M perlu dilakukan secara berkelanjutan khususnya ketika musim penghujan tiba. Program 3M meliputi:

1. Menguras

Menguras dilakukan dengan maksud membersihkan tempat yang sering dijadikan sebagai tempat penampungan air seperti, bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, dan lain-lain.

2. Menutup

Menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti kendi, drum, toren air, dan lain sejenisnya untuk mencegah nyamuk berkembang biak.

3. Mengubur

Mengubur atau mendaur ulang kembali barang bekas yang memiliki potensi untuk menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk demam berdarah. Area seperti tempat sampah atau permukaan air stagnan yang tidak disadari sangat bisa menjadi tempat berkembang biaknya larva nyamuk. Apalagi, larva nyamuk tidak bisa dibasmi lewat metode fogging.Dengan demikian, menjaga kebersihan area dalam rumah dan juga sekitar rumah merupakan kunci mencegah munculnya populasi nyamuk penyebab demam berdarah. Namun jika fogging adalah metode yang dilakukan, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal agar benar-benar optimal dan bukan asal semprot saja.
demam berdarah denguedbdgigitan nyamuk
Straits Times. https://www.straitstimes.com/singapore/fogging-not-very-effective-says-dengue-expert
Diakses 15 Maret 2020
Today. https://www.todayonline.com/voices/widespread-fogging-may-do-more-harm-good
Diakses 15 Maret 2020
CCOHS. https://www.ccohs.ca/oshanswers/chemicals/pesticides/health_effects.html
Diakses 15 Maret 2020
Insect Cop. https://insectcop.net/when-is-the-best-time-to-fog/
Diakses 15 Maret 2020
PKP. http://journal.fkm.ui.ac.id/epid/article/view/1781
Diakses 18 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait