Fobia Sosial Lebih dari Sekadar Malu, Seperti Apa Rasanya?

Fobia sosial berbeda dengan rasa malu sebab kondisi ini sudah mengganggu kehidupan sehari-hari
Fobia sosial membuat penderitanya ketakutan, cemas dan tidak percaya diri

Kita semua pasti pernah merasa malu atau gugup saat menghadapi hal-hal seperti presentasi di depan kelas atau mungkin saat kencan pertama. Hal ini tentu wajar terjadi. Namun, jika interaksi sosial yang terkesan normal seperti bertatap mata atau sekadar mengobrol sudah membuat Anda merasa cemas dan sangat tidak nyaman, bisa jadi Anda memiliki fobia sosial.

Pada orang yang mengalami fobia sosial, interaksi sehari-hari bisa memicu rasa malu, tidak percaya diri, insecure, dan takut akan penilaian orang lain terhadap dirinya. Semua perasaan tersebut muncul dalam jumlah yang sangat berlebihan hingga menganggu kehidupan sehari-hari seperti membuat Anda tidak produktif dalam bekerja dan mengurung diri di rumah.

Fobial sosial bisa juga disebut sebagai social anxiety disorder dan merupakan salah satu kondisi mental yang paling sering terjadi. Sehingga, kondisi ini sangat mungkin untuk disembuhkan, selama Anda mau mencari bantuan.

Tanda-tanda fobia sosial

Salah satu ciri fobia sosial adalah rasa takut berlebihan
Gugup dan takut berlebihan adalah salah satu ciri fobia sosial

Rasa malu dan gugup adalah hal yang wajar jika hanya muncul sesekali. Jadi, jika mengalaminya saat sakan tampil di depan umum, bukan berarti Anda memiliki fobia sosial. Seseorang baru dikatakan mengalami fobia sosial apabila rasa malu, takut, dan gugup yang muncul, sampai mengganggu kegiatan sehari-hari.

Saat seseorang yang mengalami fobia sosial ditunjuk untuk berpidato di depan umum, maka ia sudah mulai akan merasa cemas dan gugup berminggu-minggu sebelum hari pidato tiba. Ia juga mungkin akan mencari cara agar acara tersebut dibatalkan, atau saat waktu pidato tiba, akan gemetar parah di atas panggung hingga tidak ada suara yang bisa keluar.

Secara umum, ciri fobia sosial sendiri bisa dikelompokkan menjadi tiga, yaitu secara emosional, fisik, dan perilaku.

1. Ciri fobia sosial secara emosional

Orang yang mengalami fobia sosial umumnya akan merasakan gejala atau tanda-tanda secara emosional, seperti:

  • Tidak percaya diri dan cemas berlebihan untuk menghadapi setiap interaksi sosial, bahkan yang sederhana seperti menyapa orang lain atau mengobrol ringan
  • Merasa cemas terus menerus selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan hingga berbubulan-bulan sebelum menghadapi suatu situasi sosial
  • Merasa sangat takut yang berlebihan akan penialian orang lain terhadap diri sendiri, terutama oleh orang yang tidak dikenal
  • Merasa takut bahwa Anda akan bertindak dengan cara yang dapat mempermalukan diri sendiri
  • Takut orang lain menyadari bahwa Anda merasa gugup

2. Ciri fobia sosial secara fisik

Meski fobia sosial adalah gangguan mental, tapi gejala secara fisik juga bisa muncul, seperti:

  • Wajah terlihat merah
  • Sesak napas
  • Sakit perut
  • Mual
  • Badan dan suara gemetar
  • Jantung berdegup kencang
  • Berkeringat berlebihan
  • Pusing atau bahkan pingsan

3. Ciri fobia sosial dari sisi perubahan perilaku

Sementara itu dari segi perilaku, fobia sosial bisa menyebabkan perubahan seperti:

  • Akan sekuat tenaga berusaha menghindari interaksi sosial hingga keseharian menjadi terganggu. Contohnya, jadi sering tidak masuk kerja atau sekolah.
  • Berdiam diri atau bahkan bersembunyi di belakang agar tidak ditunjuk, untuk menghindari rasa malu
  • Merasa harus ditemani kapanpun dan kemanapun Anda pergi
  • Harus minum alkohol sebelum melakukan interaksi sosial agar merasa lebih rileks

Mengapa fobia sosial bisa muncul?

Orangtua yang overprotektif bisa picu anak mengalami fobia sosial
Orangtua yang overprotektif bisa sebabkan anak mengalami fobia sosial

Sama halnya dengan kondisi mental lainnya, fobia sosial bisa muncul karena adanya pengaruh dari faktor biologis dan lingkungan. Berikut ini beberapa hal yang diduga membuat seseorang bisa mengalami fobia sosial.

• Faktor keturunan

Gangguan kecemasan, termasuk gangguan kecemasan sosial seperti ini seringkali diturunkan dalam garis keluarga. Meski begitu, para ahli belum mengetahui secara pasti alur “diwariskannya” fobia sosial dari orangtua ke anak.

• Pengaruh struktur otak

Ada salah satu bagian otak yang dinamakan amigdala. Bagian inilah yang mengatur respons rasa takut di otak. Pada orang yang mengalami fobia sosial, kemungkinan ada gangguan pada amigdalanya, sehingga respons rasa takut menjadi berlebihan dan menyebabkan fobia saat orang tersebut berada di situasi sosial.

• Pengaruh lingkungan

Beberapa orang bisa saja diterba fobia sosial setelah mengalami hal yang memalukan di depan umum. Selain itu, kondisi ini juga dinilai dapat dipengaruhi oleh cara orangtua mendidik anak. Orangtua yang overprotektif dan mengontrol anaknya secara berlebihan bisa memicu munculnya fobia sosial pada buah hatinya kelak.

Tips mengatasi fobia sosial

Konsultasi untuk sembuhkan fobia sosial
Konsultasi dengan psikiater atau psikolog untuk redakan fobia sosial

Fobia sosial memang bukan hal yang bisa diatasi sendiri. Namun, ada beberapa hal yang bisa Anda coba untuk membantu mengurangi intensitas dan frekuensinya, seperti:

  • Cobalah lebih memahami kecemasan yang dialami, sehingga bisa mengatur strategi untuk menghadapinya.
  • Berhenti membayangkan hal-hal yang tidak rasional terhadap situasi sosial yang akan dihadapi.
  • Jangan terlalu memikirkan mengenai perkataan orang lain tentang Anda. Ingat bahwa tanda fobia sosial yang Anda alami tidak terlihat sejelas itu, sehingga jangan takut akan dinilai buruk.
  • Hadapi rasa takut Anda. Jangan terus menghindar dari interaksi sosial. Cobalah secara perlahan mulai mencoba untuk mulai berinteraksi. Anda akan lihat, bahwa sebenarnya interkasi sosial tidak seburuk itu.

Selain itu, Anda juga dapat mendatangi psikolog atau psikiater untuk menjalani perawatan bagi kondisi ini. Biasanya, para ahli kejiwaan akan memberikan salah satu atau gabungan dari beberapa perawatan di bawah ini.

  • Terapi perilaku kognitif. Pada terapi ini, terapis akan membantu Anda mengenali pemikiran negatif yang muncul serta perubahan perilaku yang terjadi dan membantu untuk mengubahnya.
  • Terapi mandiri. Terapis bisa memberikan buku panduan atau bimbingan secara online.
  • Obat antidepresan. Psikiater juga bisa memberikan obat antidepresan untuk membantu mengurangi munculnya gejala fobia.

Semakin cepat memulai perawatan untuk fobia sosial maka semakin cepat pula kehidupan Anda bisa kembali berjalan normal. Jangan ragu untuk meminta bantuan profesional apabila fobia yang dirasakan sudah benar-benar mengganggu keseharian.

WebMD. https://www.webmd.com/anxiety-panic/guide/mental-health-social-anxiety-disorder#1
Diakses pada 6 April 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/social-anxiety-disorder/diagnosis-treatment/drc-20353567
Diakses pada 6 April 2020

Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/anxiety/social-anxiety-disorder.htm
Diakses pada 6 April 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/social-anxiety/
Diakses pada 6 April 2020

Artikel Terkait