Tuberkulosis atau TBC termasuk penyakit yang bisa disembuhkan apabila diobati secara tuntas
Flek paru-paru (Tuberkulosis) adalah penyakit yang berbahaya.

Merokok sambil bersantai di teras rumah mungkin terasa mengasyikkan, namun jangan terkecoh! Kebiasaan merokok justru bisa meningkatkan risiko Anda terkena tuberkulosis atau yang lebih dikenal dengan flek paru-paru.

Menurut catatan dari Menteri Kesehatan Indonesia, tuberkulosis (TB atau TBC) merupakan penyakit penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Oleh sebab itu, masih dibutuhkan peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit yang menyerang paru-paru ini. Mulai dari mengenali jenis, gejala, maupun pengobatannya.

[[artikel-terkait]]

TB laten dan TB aktif

Gangguan pernapasan kronis ini disebabkan oleh bakteri Mycrobacterium tuberkulosis dan bisa menular dengan sangat mudah, yaitu lewat percikan ludah dari batuk penderita. Meskipun demikian, imunitas tubuh yang baik dapat membuat bakteri tersebut menjadi tidak aktif.

Kondisi tersebut dikenal dengan istilah TB laten atau kuman TB tidak aktif. Ini berarti, Anda tidak akan menularkan TB meski memiliki bakteri penyebabnya

Namun, TB laten bisa berubah menjadi penyakit TB aktif. Oleh karena itu, penderita tetap harus menjalani proses pengobatan TB dengan saksama.

Apa saja gejala flek paru-paru?

Penderita TB laten biasanya tidak menunjukkan gejala apapun. Sementara orang dengan TB aktif dapat memperlihatkan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Batuk berkepanjangan, biasanya berlangsung lebih dari 3 minggu.
  • Keringat dingin di malam hari
  • Dada terasa sakit, khususnya ketika batuk atau bernapas.
  • Batuk yang mengeluarkan darah.
  • Kelelahan.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Penurunan berat badan yang tidak direncanakan.
  • Demam.

Jika ada gejala-gejala di atas yang Anda rasakan, konsultasikan dan periksakan diri ke dokter. Dengan ini, Anda bisa mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat.

Proses penularan flek paru-paru

TB alias flek paru-paru sangat mudah menular, yaitu dari percikan air liur ketika penderita batuk, bersin, tertawa, maupun bicara. Namun, perlu dicatat bahwa penularannya tidaklah segampang flu atau pilek.

Dibutuhkan jangka waktu paparan yang cukup lama sampai seseorang bisa tertular flek paru-paru ini. Jadi, Anda akan lebih mudah tertular TB bila tinggal serumah dengan penderita dibandingkan dengan ketika Anda tidak sengaja duduk bersebelahan dengan penderita di kantin.

Selain itu, Anda juga tidak perlu cemas berada di dekat pengidap TB aktif yang sudah menjalani pengobatan rutin setidaknya selama 2 minggu. Pasalnya, bakteri TB dalam tubuh penderita tidak bersifat menular lagi.

PPOK dan flek paru-paru

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan TB memiliki faktor risiko yang sama, yakni gemar merokok, kebersihan tempat tinggal yang tak terjaga, serta sistem imun yang buruk. PPOK bisa mengancam nyawa, terutama ketika penderitanya adalah lanjut usia (lansia) yang juga mengidap TB.

PPOK biasanya terjadi pada orang berusia di atas 40 tahun, yang memiliki riwayat sebagai perokok aktif maupun pasif. Namun berdasarkan suatu penelitian, usia harapan hidup penderita PPOK yang pernah mengidap TB bisa berkurang hingga 5 tahun jika dibandingkan dengan penderita yang tidak pernah mengalami TB. 

Apakah flek paru-paru bisa disembuhkan?

Kabar baiknya, TB termasuk penyakit yang bisa disembuhkan secara total. Untuk penderita TBC aktif, dokter akan meresepkan antibiotik untuk dikonsumsi selama 6 hingga 9 bulan, tergantung usia, kondisi sistem imun, ada atau tidaknya resistensi terhadap antibiotik, maupun kadar keparahan TB itu sendiri.

Setelah beberapa minggu mengonsumsi obat TB, Anda akan merasa sehat dan tidak lagi mengalami gejala TB. Anda mungkin akan tergoda untuk menghentikan pengobatan, tapi jangan pernah berhenti. Langkah ini justru bisa membuat TB Anda semakin parah di kemudian hari. 

Menghentikan pengobatan sebelum waktunya atau mengurangi dosis obat tanpa konsultasi dengan dokter akan membuat bakteri tuberkulosis dalam tubuh penderita menjadi resisten terhadap antibiotik yang Anda minum. Akibatnya, bakteri akan lebih sulit untuk dihilangkan dan penyakit TB menjadi lebih sulit untuk disembuhkan. 

Fase mengobati penyakit TB memang merupakan tahap paling krusial bagi penderita. Sekalipun membutuhkan waktu yang cukup lama, Anda harus disiplin dalam meminum obat sesuai anjuran dokter. Dengan ini, flek paru-paru yang Anda derita bisa sembuh tanpa komplikasi yang berarti. 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250
Diakses pada 14 Mei 2019

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://www.yankes.kemkes.go.id/read-indahnya-taman-respirasi-6829.html
Diakses pada 14 Mei 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/m/pubmed/28268242/
Diakses pada 14 Mei 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5261555/
Diakses pada 14 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed