Berkenalan dengan Fenilalanin, Asam Amino yang Berpotensi untuk Atasi Depresi

(0)
03 Jul 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Fenilalanin adalah asam amino esensial yang terkandung dalam beragam sumber proteinFenilalanin terkandung dalam berbagai sumber protein pada umumnya, seperti daging dan telur
Asam amino merupakan penyusun protein yang membuat tubuh bisa menjalankan fungsi-fungsi di setiap jaringannya. Asam amino pun beragam jenisnya dan memainkan peran uniknya masing-masing. Salah satu jenis asam amino adalah fenilalanin yang penting untuk produksi protein dan molekul lain. Kenali fenilalanin lebih jauh.

Apa itu fenilalanin?

Fenilalanin adalah salah satu jenis asam amino yang menjadi komponen penyusun protein di dalam tubuh. Molekul fenilalanin memiliki dua bentuk, yakni L-fenilalanin dan D-fenilalanin. Keduanya sebenarnya hampir serupa, walau memiliki struktur molekul yang sedikit berbeda.Bentuk L-fenilalanin terkandung dalam berbagai jenis makanan, sehingga berperan dalam pembentukan protein di dalam tubuh. L-fenilalanin pun menjadi jenis asam amino esensial. Artinya, asam amino ini tidak dapat dibuat secara mandiri oleh tubuh sehingga harus didapatkan melalui asupan makanan. Sementara itu, bentuk D-fenilalanin bisa dibuat secara sintetis untuk digunakan dalam kebutuhan medis.
Sumber protein
Fenilalanin harus didapatkan dari makanan sumber protein
Fenilalanin juga memiliki sejumlah manfaat, selain berperan dalam produksi protein. Fenilalanin digunakan untuk memproduksi molekul penting di tubuh yang beberapa di antaranya krusial untuk penyampaian sinyalNamun, walau esensial, fenilalanin dapat berbahaya untuk orang yang menderita gangguan genetik yang disebut fenilketonuria atau PKU.

Peran fenilalanin untuk fungsi dan kinerja tubuh

Seperti yang disampaikan di atas, fenilalanin berperan penting untuk tubuh. Peran tersebut termasuk dalam produksi protein dan pembuatan berbagai molekul penting.

1. Berperan dalam produksi protein

Tubuh memerlukan fenilalanin dan asam amino lain untuk menghasilkan protein. Protein dapat ditemukan di berbagai sudut jaringan tubuh, seperti di otak, darah, otot, dan organ lain.

2. Berperan dalam produksi berbagai molekul dan senyawa penting

Pembuatan molekul dan senyawa penting di tubuh juga memerlukan fenilalanin. Molekul dan senyawa tersebut, termasuk:
  • Tirosin, jenis asam amino yang diproduksi langsung dari fenilalanin. Tirosin juga digunakan dalam produksi protein baru dan bisa pula diubah tubuh menjadi molekul lain.
  • Dopamin, senyawa yang berperan dalam perasaan bahagia di otak. Dopamin juga berperan dalam pembentukan memori dan kemampuan belajar
  • Epinefrin dan norepinefrin, senyawa yang vital dalam pembentukan respons ‘lawan atau lari’ (fight or flight) saat kita dilanda stres

Potensi manfaat fenilalanin untuk atasi penyakit tertentu

Selain esensial dalam pembentukan protein dan molekul penting di tubuh, fenilalanin mulai diujicobakan untuk mengatasi penyakit dan kondisi psikologis tertentu. Berikut ini masalah medis yang diharapkan bisa dibantu penanganannya oleh fenilalanin:
  • Vitiligo. Sebuah riset menyebutkan bahwa mengonsumsi suplemen fenilalanin berpotensi untuk mengatasi kelainan kulit ini.
  • Depresi. Potensi ini datang dari peran fenilalanin dalam produksi dopamin di dalam tubuh.
  • Penyakit Parkinson, penyakit pada sistem saraf yang memicu masalah pada pergerakan tubuh
  • Gejala henti alkohol
  • Rasa nyeri, walau riset terkait potensi manfaat ini masih terbatas

Sumber fenilalanin dari makanan sehat

Fenilalanin terkandung dalam banyak jenis makanan, baik makanan yang berasal tumbuhan maupun makanan hewani. Karena asam amino ini terkandung dalam berbagai jenis panganan, kita sebenarnya tak perlu terlalu fokus dalam memilih sumber fenilalanin. Yang terpenting, Anda bisa mencukupkan kebutuhan protein dari sumber nabati maupun hewani.Sebagai pengetahuan bersama, berikut ini makanan yang paling tinggi kadar fenilalaninnya:
  • Daging sapi tanpa lemak
  • Dada ayam tanpa lemak
  • Daging babi tanpa lemak
  • Kacang kedelai, tahu, tempe, dan susu kedelai
  • Tuna
  • Salmon
  • Kacang pinto
  • Susu
  • Kacang merah
  • Kacang navy
  • Kacang hitam
  • Kacang tanah
  • Biji bunga matahari
  • Kacang almond
  • Biji chia
Kacang kedelai
Sebagai sumber protein, kacang kedelai juga mengandung fenilalanin

Kaitan fenilalanin dan penyakit fenilketonuria

Fenilketonuria atau PKU adalah penyakit keturunan langka yang memicu penumpukan fenilalanin di dalam tubuh. PKU disebabkan oleh cacat pada gen di tubuh yang berperan penting, yakni membantu produksi enzim untuk mencerna fenilalanin.Tanpa enzim untuk mencerna fenilalanin ini, asam amino pun akan menumpuk di tubuh dan dapat menjadi kondisi yang berbahaya. Pasien PKU selama hidupnya tidak akan bisa mengonsumsi makanan yang mengandung fenilalanin, yang sayangnya terkandung dalam sumber protein di atas.Untuk mengetahui apakah seorang bayi menderita fenilketonuria atau tidak, bayi yang baru lahir akan langsung dites oleh dokter dengan mengambil beberapa tetes sampel darahnya. Tes ini juga akan berguna untuk mendeteksi jenis kelainan penyakit lain selain fenilketonuria.

Catatan dari SehatQ

Fenilalanin adalah jenis asam amino yang esensial untuk memproduksi protein di tubuh. Asam amino ini juga memiliki potensi untuk mengatasi kondisi medis dan psikologis tertentu, mulai dari vitiligo hingga depresi.
proteinnutrisizat gizi
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/essential-amino-acids
Diakses pada 18 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/phenylalanine
Diakses pada 18 Juni 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/phenylketonuria
Diakses pada 18 Juni 2020
My Food Data. https://www.myfooddata.com/articles/high-phenylalanine-foods.php
Diakses pada 18 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait