logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Fear of Abandonment, Ketakutan Luar Biasa Ditinggalkan Orang Terdekat

open-summary

Bagi orang yang mengalami fear of abandonment atau ketakutan ditinggalkan kehilangan seseorang bisa menjadi masalah mental.


close-summary

5

(1)

11 Agt 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Fear of abandonment adalah rasa takut ditinggalkan orang lain

Fear of abandonment merupakan masalah mental yang membuat penderitanya takut ditinggalkan orang terdekat

Table of Content

  • Jenis ketakutan ditinggalkan
  • Gejala fear of abandonment
  • Penyebab fear of abandonment
  • Efek jangka panjang dari fear of abandonment
  • Catatan dari SehatQ

Pengalaman buruk di masa lalu bisa membentuk seseorang menjadi sosoknya saat ini. Termasuk bagi orang yang mengalami fear of abandonment atau ketakutan ditinggalkan. Bukan hanya sekadar takut atau kecewa biasa, orang yang mengalaminya akan merasakan ketakutan luar biasa jika orang terdekatnya akan pergi.

Advertisement

Ini semua berakar dari pengalaman traumatis di masa lalu, entah itu saat masih kecil atau terlibat dalam hubungan pelik saat beranjak dewasa. Ketika seseorang merasakan fear of abandonment, mustahil untuk bisa menjalani hubungan dengan sehat. Hampir sama seperti pistanthrophobia, hanya saja ini lebih pada ketakutan merasa kehilangan.

Jenis ketakutan ditinggalkan

Ada beberapa jenis fear of abandonment atau ketakutan ditinggalkan. Entah itu takut ditinggalkan secara fisik, emosional, dan banyak lagi. Beberapa jenisnya adalah:

  • Ketakutan ditinggalkan emosional

Tidak terlihat nyata seperti halnya ketakutan ditinggalkan secara fisik, jenis fear of abandonment ini juga menimbulkan rasa trauma tersendiri bagi orang yang mengalaminya.

Rasa ketakutan ini membuat seseorang merasa tidak dicintai, tidak dihargai, dan kesepian. Bahkan, perasaan ini bisa muncul meskipun orang terdekat tetap ada di sampingnya. Apabila pemicunya adalah masa lalu saat kecil, orang yang mengalaminya akan terus menerus merasa takut hal itu akan terulang.

  • Ketakutan ditinggalkan pada anak-anak

Sangat wajar ketika bayi dan anak-anak merasakan fear of abandonment. Istilah yang akrab adalah separation anxiety. Mereka bisa mengekspresikan kecemasan dengan menangis, berteriak, atau menolak berpisah dengan orangtua ketika ada pemindahan pengasuhan.

Contohnya seperti saat mengantar anak ke daycare, sekolah, atau ketika orangtua harus berangkat bekerja. Umumnya, anak-anak akan paham bahwa orang terdekatnya akan kembali datang dan tidak meninggalkan mereka setelah berusia 3 tahun.

  • Ketakutan ditinggalkan dalam hubungan percintaan

Bisa jadi memicu sikap seseorang menjadi posesif terhadap pasangannya, ada juga jenis fear of abandonment yang muncul dalam sebuah hubungan percintaan. Orang yang mengalami hal ini akan terus menerus merasa khawatir dan sulit percaya dengan pasangannya. Bagaikan siklus tak berujung, ini juga yang bisa membuat hubungan seseorang berakhir.

Baca Juga

  • Berbagai Manfaat Teh Lavender untuk Kesehatan dan Cara Membuatnya
  • SehatQ dan Biogesic Gelar Sentra Vaksinasi Lagi di Tangerang
  • Suka Lupa? Ini 9 Cara Jitu Meningkatkan Daya Ingat untuk Anda yang Pelupa

Gejala fear of abandonment

Orang yang mengalami ketakutan ditinggalkan akan mengalami beberapa gejala seperti:

  • Sensitif terhadap kritik
  • Sulit percaya kepada orang lain
  • Sulit memulai hubungan pertemanan baru
  • Sangat menghindari berpisah dengan orang terdekat
  • Menghindari penolakan
  • Mengulang hubungan asmara yang tidak sehat
  • Sulit berkomitmen dalam sebuah hubungan
  • Sekuat tenaga berusaha menyenangkan orang terdekat
  • Menyalahkan diri sendiri ketika situasi berjalan tak sesuai ekspektasi
  • Memaksakan hubungan yang tidak sehat

Penyebab fear of abandonment

Seperti yang disinggung di atas, fear of abandonment bisa terjadi karena pernah ditinggalkan baik secara fisik maupun emosional di masa lalu. Contohnya, anak kecil yang orang terdekatnya meninggal dunia, ditelantarkan orangtua, atau ditolak dari lingkungan pertemanan.

Faktor lain seperti melihat langsung orang terdekat mengalami sakit berkepanjangan atau dikhianati pasangan juga bisa menjadi pemicu seseorang mengalami fear of abandonment.

Ada juga beberapa masalah yang menyebabkan seseorang mengalami fear of abandonment, yaitu:

  • Avoidant personality disorder

Ini adalah jenis masalah perilaku yang membuat seseorang merasa tak bisa masuk dalam lingkungan sosial di sekitarnya. Mereka akan terus menerus merasa tegang, tidak percaya diri, terus menerus merasa ditolak, dan merasa tak nyaman berada di situasi sosial. Pada akhirnya, hal ini akan membuat orang itu mengisolasi diri dari kehidupan sosial.

  • Borderline personality disorder

Jenis masalah perilaku lain dengan ciri-ciri selalu berada di hubungan yang tidak stabil, sangat impulsif, kerap merasakan mood swing, mudah marah, dan juga tidak bisa merasa kesepian.

Banyak orang dengan borderline personality disorder mengaku pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual saat masih kecil. Selain itu, ada juga yang mengalami hal ini karena terus menerus menyaksikan konflik intens di tengah keluarganya.

  • Separation anxiety disorder

Kerap dialami anak-anak di bawah usia 3 tahun, jika sudah cukup parah bisa menunjukkan gejala yang signifikan. Contohnya merasa panik, enggan ditinggalkan sendirian, mimpi buruk terpisah dengan orang terdekat, hingga berdampak pada kondisi fisik seperti merasa sakit perut atau pusing.

Fear of abandonment bukanlah jenis masalah mental yang bisa didiagnosis oleh ahli. Meski demikian, gejala ketakutan ditinggalkan ini bisa diidentifikasi. Bisa jadi, fear of abandonment merupakan sinyal adanya masalah gangguan perilaku lainnya.

Untuk mulai menghilangkan ketakutan ditinggalkan ini, coba berhenti menghakimi diri sendiri secara berlebihan. Ingatlah tentang semua hal positif yang ada dalam diri. Perlahan, coba kelola pertemanan dan koneksi berlandaskan rasa percaya. Hal ini meningkatkan rasa percaya diri sekaligus ikatan dengan orang lain.

Efek jangka panjang dari fear of abandonment

Fear of abandonment atau takut ditinggalkan dapat menyebabkan efek jangka panjang, di antaranya:

  • Sulit membangun hubungan dengan teman dan kekasih
  • Rendahnya rasa percaya diri
  • Masalah kepercayaan
  • Masalah amarah
  • Suasana hati yang mudah berubah
  • Takut keintiman
  • Gangguan panik
  • Gangguan kecemasan
  • Depresi
  • Ketergantungan.

Fear of abandonment perlu untuk segera ditangani. Jangan meremehkan kondisi ini jika Anda tidak mau berbagai efek di atas terjadi pada diri Anda.

Catatan dari SehatQ

Apabila tak bisa mengatasinya sendiri atau terus menerus gagal meski telah mencoba, tak usah ragu mendiskusikannya dengan terapis atau ahli kesehatan mental. Sesi konseling bisa sangat membantu menentukan apa yang perlu dilakukan.

Jika Anda ingin bertanya tentang fear of abandonment atau masalah mental lainnya, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.

Advertisement

gangguan mentalkesehatan mentalhidup sehat

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved