Fase Plateau Adalah Saat Berat Badan Stuck, Apa Penyebabnya?


Fase plateau adalah ketika berat badan stuck saat melakukan diet. Penyebabnya adalah kalori yang dimakan dan dikeluarkan jumlahnya sama.

0,0
20 Sep 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Fase plateau adalah ketika berat badan stuck saat melakukan dietUntuk menurunkan lebih banyak berat badan, Anda perlu meningkatkan aktivitas fisik atau mengurangi asupan kalori
Mengurangi kalori sudah, makan makanan tinggi protein sudah, berolahraga rutin juga sudah. Namun angka di timbangan tak kunjung turun atau disebut dengan fase plateau. Plateau adalah fase ketika berat badan Anda tak kunjung turun padahal sudah mengurangi asupan kalori. Jangan khawatir, fase ini cukup normal untuk dilalui orang yang sedang menurunkan berat badan.

Pengertian fase plateau

Fase plateau adalah fase ketika berat badan tak turun lagi bahkan saat defisit kalori sudah dilakukan. Hal ini sangat wajar terjadi pada orang yang sedang melakukan penurunan berat badan. Kebanyakan orang memang merasa kaget dan khawatir timbangannya tak kunjung turun padahal sudah menjaga pola makan dan berolahraga teratur. Yang membuat semakin frustasi adalah fakta bahwa upaya penurunan berat badan yang direncanakan seakan terhenti.Terdapat beberapa penjelasan fisiologis mengapa hal ini terjadi terutama pada tahap awal diet. Namun, bisa jadi diet Anda sudah mulai longgar dan memasukkan kebiasaan lama ke dalam rutinitas Anda. 

Penyebab fase plateau

Di awal diet angka timbangan dapat turun drastis. Hal ini terjadi karena Anda memotong jumlah asupan kalori sehingga tubuh mendapatkan energi dengan cara melepaskan simpanan glikogen. Glikogen adalah sejenis karbohidrat yang ditemukan di otot dan hati. Glikogen sebagian terbuat dari air. Jadi ketika glikogen dibakar menjadi energi, ia melepaskan air sehingga menghasilkan penurunan berat badan. Namun efek ini bersifat sementara.Saat Anda menurunkan berat badan, Anda kehilangan beberapa massa otot bersama dengan lemak. Otot membantu menjaga tingkat metabolisme. Jadi, saat Anda menurunkan berat badan, metabolisme menurun seiring hilangnya massa otot dan menyebabkan pembakaran kalori lebih sedikit. Metabolisme yang lambat akan memperlambat penurunan berat badan. Ketika kalori yang Anda bakar sama dengan kalori yang Anda makan, maka terciptalah fase plateau atau berat badan stuck.Untuk menurunkan lebih banyak berat badan, Anda perlu meningkatkan aktivitas fisik atau mengurangi asupan kalori. Menggunakan cara yang sama di awal diet akan mempertahankan berat badan namun tidak akan menyebabkan penurunan berat badan lebih banyak.

Cara mengatasi fase plateau

Berikut ini beberapa cara yang bisa membantu Anda kembali menurunkan berat badan dan melewati fase plateau.

1. Mengurangi asupan karbohidrat

Penelitian telah mengkonfirmasikan bahwa diet rendah karbohidrat sangat efektif menurunkan berat badan. Suatu studi membuktikan bahwa orang yang mengonsumsi 50 gram atau lebih sedikit karbohidrat per hari akan kehilangan berat badan lebih banyak daripada diet tradisional lainnya.Penelitian lain menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat dapat meningkatkan pembakaran lemak dan mendorong perubahan metabolisme lain yang mendukung penurunan berat badan. Jadi, bagi Anda yang sudah mulai melonggarkan diet, sebaiknya kembali mengurangi karbohidrat untuk menurunkan berat badan.

2. Meningkatkan intensitas olahraga

Olahraga membantu mempertahankan berat badan dan membangun otot sehingga dapat meningkatkan metabolisme. Jumlah dan frekuensi olahraga tergantung pada usia, jenis kelamin, dan berat badan. Ketika seseorang melakukan aktivitas fisik rutin, mereka dapat mencapai tingkat kebugaran tertentu dan membutuhkan olahraga dengan intensitas lebih tinggi. Jadi Anda mungkin perlu menyesuaikan intensitas latihan untuk terus melihat hasil dan melewati fase plateau.

3. Kurangi stres

Mengelola stres ternyata terbukti dapat menurunkan berat badan lebih cepat. Buktinya pada penelitian yang melibatkan orang obesitas. Peserta dibagi menjadi kelompok yang mengaplikasikan gaya hidup sehat dan manajemen stres. Peserta dalam kelompok manajemen stress mengalami penurunan indeks massa tubuh yang lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok lainnya.Manajemen stres yang dilakukan meliputi pernapasan diafragma, relaksasi otot progresif, dan visualisasi terpandu.

4. Coba intermittent fasting

Selain mengatur asupan pola makan, Anda juga bisa coba intermittent fasting. Cara diet ini sedang populer karena tidak membatasi asupan makanan apa pun, hanya mengatur jadwal makan rutin. Anda diharuskan mengatur jendela makan, atau waktu makan dan waktu tidak makan. Biasanya waktunya antara 16 hingga 48 jam.Sebuah penelitian menemukan bahwa intermittent fasting dapat menurunkan berat badan 3-8% dan penurunan lingkar pinggang 3-7% dalam 3-24 minggu. 

5. Perbanyak makan sayur

Sayuran merupakan makanan rendah kalori yang dapat membantu mengurangi berat badan. Diet tinggi sayuran dan buah juga dapat menurunkan risiko penyakit yang dapat dicegah. Selain itu, sayuran mengandung serat dan kadar air yang tinggi sehingga membantu Anda merasa kenyang dan mengurangi keinginan untuk makan berlebihan.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang fase plateau, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips dietberat badan idealdiet sehatmenurunkan berat badan
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/weight-loss-plateau#TOC_TITLE_HDR_7
Diakses pada 8 September 2021.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/weight-loss-plateau/art-20044615
Diakses pada 8 September 2021.
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326415#vegetables
Diakses pada 8 September 2021.
WebMD. https://www.webmd.com/diet/obesity/features/plateau-no-more#1
Diakses pada 8 September 2021.
Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/understanding-weight-loss-plateaus-1229951
Diakses pada 8 September 2021.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait