6 Faktor Risiko di Balik Spina Bifida, Apa Anda termasuk?

Ibu hamil yang mengidap diabetes memiliki potensi melahirkan bayi dengan spina bifida
Faktor risiko di balik spina bifida, cacat lahir pada tabung saraf pada tulang belakang bayi.

Apa Anda pernah mendengar istilah spina bifida? Spina bifida adalah salah satu bentuk kelainan bawaan lahir yang terjadi ketika tabung saraf pada tulang belakang tidak menutup dengan sempurna.

Ketika tabung saraf mengalami kecacatan, tulang belakang pun tidak bisa terbentuk dan menutup secara sempurna. Sebagai akibatnya, saraf dan sumsum tulang belakang bisa mengalami kerusakan.

[[artikel-terkait]]

Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, terdapat sejumlah faktor yang dianggap dapat mempertinggi risiko spina bifida ini. Untuk lebih lengkapnya, masi simak penjelasannya di sini!

Faktor apa saja yang dapat meningkatkan risiko spina bifida?

Pada perkembangan janin normal, tabung saraf tulang belakang terbentuk di awal-awal masa kehamilan. Tabung tersebut seharusnya akan menutup sempurna saat usia embrio memasuki hari ke-28.

Pada bayi dengan spina bifida, tabung saraf tersebut tidak terbentuk atau gagal menutup sempurna. Akibatnya, akan meninggalkan celah dan mengakibatkan cacat pada tulang belakang.

Spina bifida adalah kelainan bawaan lahir yang lebih sering terjadi pada orang dengan ras kulit putih dan keturunan Hispanik. Jenis kelamin juga dikatakan bisa memengaruhi risiko cacat lahir ini. Pasalnya, jumlah bayi perempuan yang mengalami spina bifida lebih tinggi jika dibandingkan dengan bayi laki-laki.

Para peneliti sendiri belum mengetahui penyebab pasti di balik spina bifida. Namun terdapat faktor yang diduga dapat mempertinggi risiko seseorang untuk terkena kelainan bawaan ini. Apa sajakah faktor risiko tersebut?

1. Pengaruh faktor keturunan

Spina bifida termasuk kelainan bawaan lahir yang juga bisa dipengaruhi oleh gen. Pasangan yang pernah memiliki anak dengan spina bifida memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk kembali mempunyai anak dengan kelainan yang sama.

2. Kekurangan folat

Folat atau vitamin B9 sangat penting bagi pertumbuhan janin, terutama di trimester pertama kehamilan. Mencukupi asupan folat juga diyakini bisa mencegah terjadinya spina bifida.

Nutrisi ibu hamil ini bia didapatkan secara alami dengan menyantap bayam, kale, legum, alpukat, buah bit, buah-buahan jenis sitrus, dan banyak lagi. Dokter kandungan juga biasanya akan meresepkan suplemen asam folat untuk memastikan kecukupannya.

3. Konsumsi obat-obatan tertentu

Ibu hamil yang mengonsumsi sembarang obat memiliki peluang lebih tinggi untuk melahirkan anak dengan kelianan bawaan, termasuk spina bifida. Obat-obatan yang dikatakan berkaitan meliputi obat antikejang, seperti asam valproat serta obat untuk gangguan bipolar.

Bila Anda mengonsumsi obat-obatan tersebut dan berencana hamil, konsultasikan dengan dokter. Dengan ini, dokter bisa memberikan obat penggantinya atau meresepkan suplemen asam folat dengan dosis lebih tinggi dari normal.

4. Mengidap diabetes

Ibu hamil yang mengidap diabetes maupun diabetes gestasional (diabetes kehamilan) wajib mengendalikan kadar gula darahnya selama masa kehamilan. Langkah ini dibutuhkan untuk meminimalisir peluang melahirkan bayi dengan kelainan bawaan, termasuk spina bifida.

5. Mengalami obesitas

Wanita yang mengalami obesitas berpeluang lebih besar untuk melahirkan bayi yang memiliki kelainan bawaan. Salah satunya spina bifida. Oleh sebab itu, usahakan untuk menurunkan berat badan hingga mendekati angka ideal sebelum Anda hamil.

6. Meningkatnya temperatur tubuh

Pernah dengar bahwa ibu hamil tidak boleh mandi air panas atau sauna? Anggapan ini bukannya tidak beralasan.

Pasalnya, meningkatnya suhu tubuh ibu hamil lewat mandi air panas atau sauna berpotensi menyebabkan kelainan bawaan pada bayi, salah satunya spina bifida. Peningkatan suhu tubuh lain juga bisa disebabkan oleh demam.

Jika Anda merasa memiliki faktor risiko spina bifida di atas dan sedang merencanakan kehamilan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Dengan ini, Anda bisa menurunkan potensi melahirkan bayi denga spina bifida.

Langkah pencegahan sangatlah penting karena spina bifida adalah kelainan bawaan yang dapat mengakibatkan cacat fisik maupun mental pada penderitanya. Sementara tingkat keparahannya bergantung pada dua hal, yakni ukuran dan posisi celah yang terbentuk di tulang belakang serta ada atau tidaknya saraf dan sumsum tulang belakang yang terkena dampaknya.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/spina-bifida/symptoms-causes/syc-20377860
Diakses pada 13 Mei 2019

Center for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/ncbddd/spinabifida/facts.html
Diakses pada 13 Mei 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/spina-bifida/causes/
Diakses pada 15 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed