Kencing Berdarah Bisa Tandai Adanya Penyakit Kanker Kandung Kemih

Kebiasaan merokok tingkatkan risiko terhadap penyakit kanker kandung kemih
Penyebab pasti kanker kandung kemih masih belum dapat diketahui hingga saat ini

Kandung kemih adalah salah satu organ penting dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai penyimpanan urine, sebelum akhirnya dibuang. Seperti organ tubuh manusia pada umumnya, kandung kemih dapat mengalami gangguan. Salah satunya, berupa kanker kandung kemih. Sejumlah gejala kanker kandung kemih pun bisa dirasakan penderitanya, saat buang air kecil.

Kanker kandung kemih terjadi pada saat sel-sel dalam organ ini mengalami pertumbuhan abnormal dan tidak terkendali. Tumor atau benjolan dapat muncul di dalam kandung kemih.

[[artikel-terkait]]

5 Gejala kanker kandung kemih

Berikut ini beberapa gejala kanker kandung kemih yang bisa dialami penderitanya.

  • Kencing darah yang dapat dilihat secara kasat mata, atau ditemukannya sel-sel darah merah di dalam urine, yang dilihat dengan mikroskop
  • Nyeri atau terasa panas pada saat buang air kecil
  • Nyeri panggul
  • Nyeri pinggang
  • Sering buang air kecil atau terasa ingin selalu buang air kecil.

Bila gejala ini ditemukan, hal yang pertama yang harus Anda lakukan adalah menghubungi dokter terdekat. Gejala-gejala tersebut tak serta-merta menjadi tanda kanker kandung kemih.

Namun, penyakit serupa, seperti infeksi kandung kemih dan infeksi saluran kemih, bisa menimbulkan gejala yang sama.

Pada stadium lanjut, ketika sel kanker sudah menyebar ke organ lain gejala di atas dapat muncul disertai gejala lainnya seperti penurunan berat badan, tidak nafsu makan, pembengkakan kaki, nyeri tulang, dan rasa mudah lelah.

Kanker kandung kemih bisa menyebar ke kelenjar getah bening

Layaknya kanker pada umumnya, kanker kandung kemih dapat menyebar melalui saluran kelenjar getah bening dan organ lainnya seperti paru-paru, hati, dan tulang.

Kanker kandung kemih umumnya lebih sering menyerang pria daripada wanita, serta orang yang berusia lanjut. Meski demikian, kanker kandung kemih juga dapat ditemukan pada usia muda.

Tujuh dari sepuluh kasus kanker kandung kemih, terdiagnosis pada stadiumawal. Pada stadium ini, angka kesembuhan semakin tinggi.

 

6 Faktor risiko kanker kandung kemih

Penyebab pasti kanker kandung kemih, belum dapat diketahui hingga saat ini. Namun, beberapa faktor risiko terkait dengan kasus kanker kandung kemih, antara lain:

1. Faktor genetik, ras, dan riwayat keluarga

Kanker kandung kemih lebih sering dijumpai pada laki-laki berkulit terang, di atas usia 55 tahun, dan pada orang yang memiliki anggota keluarga, yang terdiagnosis kanker kandung kemih.

2. Infeksi kronis atau parasit di kandung kemih

Infeksi kronis atau parasit dapat menyebabkan iritasi kandung kemih, yang meningkatkan risiko terjadinya kanker kandung kemih.

3. Merokok

Bahan-bahan kimia dalam rokok, berkontribusi pada 50% kasus kanker kandung kemih.

4. Obat diabetes

Konsumsi obat pioglitazone selama lebih dari satu tahun, meningkatkan risiko terjadinya kanker kandung kemih.

5. Kemoterapi dan radioterapi

Cyclophospamide dan terapi radiasi pada panggul, meningkatkan risiko terjadinya kanker kandung kemih.

6. Paparan bahan kimia

Bahan kimia yang berbahaya yang disaring oleh ginjal, ditampung oleh kandung kemih sebelum dibuang. Bahan kimia dari pewarna, karet, kulit, tekstil, cat, dan bahan berbahaya lainnya, dapat meningkatkan risiko terhadap kanker kandung kemih.

Hingga saat ini, belum didapatkan cara efektif untuk mencegah terjadinya kanker kandung kemih. Namun beberapa faktor risiko yang dapat dikontrol, akan menurunkan potensi terjadinya kanker kandung kemih.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bladder-cancer/symptoms-causes/syc-20356104
Diakses pada 23 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/cancer/bladder-cancer/understanding-bladder-cancer-symptoms
Diakses pada 23 April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed