Perdarahan tak berhenti? Hati-hati Bisa Jadi Tanda Kanker Endometrium!

Banyak kasus kanker endrometrium terjadi pada wanita dengan umur 60-70 tahun
Belum diketahui pasti penyebab mutasi genetik yang menimbulkan kanker endometrium.

Kanker endometrium berasal dari lapisan dalam dari rahim atau uterus, yang disebut sebagai endometrium. Kanker endometrium pada umumnya dideteksi pada stadium awal.

Bila kanker endometrium dideteksi pada stadium awal, pengangkatan rahim dapat menyembuhkan kanker ini sepenuhnya.

[[artikel-terkait]]

5 Gejala Kanker Endometrium yang bisa diamati

Hal yang menyebabkan kanker endometrium sering ditemukan pada stadium awal adalah gejala perdarahan vagina di luar siklus. Gejala inilah yang pada umumnya menyebabkan wanita berkonsultasi ke dokter.

Namun perlu diketahui, perdarahan vagina di luar siklus, juga dapat disebabkan oleh kondisi yang tidak berhubungan dengan kanker, seperti proses menopause.

Oleh karena itu, kenali berbagai gejala, faktor risiko, serta penyebab kanker endometrium untuk mengantisipasinya.

  • Perdarahan di luar siklus menstruasi. Bila perdarahan terjadi setelah 12 bulan tidak mengalami menstruasi atau periode pascamenopause, segera hubungi dokter kandungan terdekat.
  • Keluarnya keputihan yang tipis dan jernih, atau berwarna keputihan pascamenopause
  • Perdarahan di antara siklus, atau mengalami siklus menstruasi yang lebih lama daripada biasanya
  • Perdarahan hebat, lama, atau sering, pada wanita usia di atas 40 tahun
  • Nyeri perut bawah atau nyeri panggul
  • Nyeri pada saat berhubungan badan

6 Faktor risiko pemicu kanker endometrium

Adanya mutasi genetik pada sel-sel endometrium, menyebabkan terjadinya pertumbuhan sel-sel tersebut yang tidak normal. Sel-sel abnormal tersebut berkembang dengan cepat, membentuk tumor, dan bahkan dapat menyebar ke organ tubuh lainnya.

Penyebab pasti mutasi genetik yang mengakibatkan kanker endometrium belum diketahui. Namun, beberapa faktor risiko ini diduga meningkatkan insiden terjadinya kanker endometrium.

1. Usia dan menopause

Hampir seluruh kasus kanker endometrium terjadi pada wanita berusia 60-70 tahun yang sudah mengalami menopause.

2. Estrogen

Terapi hormon estrogen, terlambat menopause, menstruasi yang lebih awal, tidak pernah hamil, dan tidak subur, meningkatkan risiko kanker endometrium, karena paparan estrogen yang berlebih.

Peningkatan estrogen tanpa diimbangi oleh progesteron, dapat memicu penebalan endometrium, yang meningkatkan resiko kanker.

3. Perubahan hormon

Beberapa kondisi atau penyakit dapat menyebabkan ketidakseimbangan kadar estrogen dan progesterone di dalam tubuh, seperti polycystic ovary syndrome (PCOS), polip endometrium, terapi hormon (tamoxifen), dan tumor ovarium yang menghasilkan estrogen.

4. Obesitas

Wanita yang mengalami kegemukan atau obesitas, memiliki risiko 2-4 kali untuk mengalami kanker endometrium. Sebab, sel lemak menghasilkan estrogen dalam kadar yang tinggi.

5. Diabetes dan hipertensi

Meskipun diabetes dan hipertensi selalu dikaitkan dengan obesitas, kedua kondisi tersebut ternyata dapat menjadi faktor risiko tersendiri, terjadinya kanker endometrium.

6. Hereditary nonpolyposis colorectal cancer (HNPCC)

Orang dengan HNPCC atau keluarga yang memiliki risiko terhadap kanker tersebut, lebih berpotensi  menderita kanker kolon dan rektum (usus besar) tersebut, lebih berpotensi menderita kanker endometrium.

Bila merasa memiliki gejala dan faktor risiko tersebut yang mengkhawatirkan, segera hubungi dokter ginekologi terdekat, untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Healthline. https://www.healthline.com/health/endometrial-cancer
Diakses pada 25 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endometrial-cancer/diagnosis-treatment/drc-20352466
Diakses pada 25 April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed