Tanda Kanker Endometrium yang Harus Anda Waspadai

(0)
20 May 2019|dr. M. Helmi A.
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Banyak kasus kanker endrometrium terjadi pada wanita dengan umur 60-70 tahunBelum diketahui pasti penyebab mutasi genetik yang menimbulkan kanker endometrium.
Kanker endometrium adalah kanker yang berasal dari lapisan endometrium atau lapisan sel yang membentuk dinding rahim. Umumnya, jenis kanker ini dideteksi pada stadium awal.Bila kanker endometrium dideteksi pada stadium awal, pengangkatan rahim dapat menyembuhkan kanker ini sepenuhnya. Terdapat gejala-gejala kanker endometrium yang penting untuk Anda ketahui agar bisa mendeteksinya sedini mungkin.[[artikel-terkait]]

Gejala Kanker Endometrium yang bisa diamati

Hal yang menyebabkan kanker endometrium sering ditemukan pada stadium awal adalah gejala perdarahan vagina di luar siklus. Gejala inilah yang pada umumnya menyebabkan wanita berkonsultasi ke dokter.Namun perlu diketahui, perdarahan vagina di luar siklus, juga dapat disebabkan oleh kondisi yang tidak berhubungan dengan kanker, seperti proses menopause.Oleh karena itu, kenali berbagai gejala, faktor risiko, serta penyebab kanker endometrium untuk mengantisipasinya.
  • Perdarahan di luar siklus menstruasi. Bila perdarahan terjadi setelah 12 bulan tidak mengalami menstruasi atau periode pascamenopause, segera hubungi dokter kandungan terdekat.
  • Keluarnya keputihan yang tipis dan jernih, atau berwarna keputihan pascamenopause
  • Perdarahan di antara siklus, atau mengalami siklus menstruasi yang lebih lama daripada biasanya
  • Perdarahan hebat, lama, atau sering, pada wanita usia di atas 40 tahun
  • Nyeri perut bawah atau nyeri panggul
  • Nyeri pada saat berhubungan badan
Dokter akan melakukan pemeriksaan kanker endometrium melalui USG transvaginal, biopsi, dan metode lainnya. Jika tak segera ditangani, maka kanker dapat menyebar ke kandung kemih dan usus besar. Bahkan pada area vagina, saluran tuba, ovarium, dan organ tubuh lainnya.

Faktor risiko pemicu kanker endometrium

Adanya mutasi genetik pada jaringan endometrium, menyebabkan terjadinya pertumbuhan sel-sel tersebut yang tidak normal. Sel-sel abnormal tersebut berkembang dengan cepat, membentuk tumor, dan bahkan dapat menyebar ke organ tubuh lainnya.Penyebab pasti mutasi genetik yang mengakibatkan kanker endometrium belum diketahui. Namun, beberapa faktor risiko ini diduga meningkatkan insiden terjadinya kanker endometrium.

1. Usia dan menopause

Hampir seluruh kasus kanker endometrium terjadi pada wanita berusia 60-70 tahun yang sudah mengalami menopause.

2. Estrogen

Terapi hormon estrogen, terlambat menopause, menstruasi yang lebih awal, tidak pernah hamil, dan tidak subur, meningkatkan risiko kanker endometrium, karena paparan estrogen yang berlebih.Peningkatan estrogen tanpa diimbangi oleh progesteron, dapat memicu penebalan endometrium, yang meningkatkan resiko kanker.

3. Perubahan hormon

Beberapa kondisi atau penyakit dapat menyebabkan ketidakseimbangan kadar homron progesteron dan estrogen di dalam tubuh, seperti polycystic ovary syndrome (PCOS), polip endometrium, terapi hormon (tamoxifen) untuk pendeirta kanker payudara, dan tumor ovarium yang menghasilkan estrogen.

4. Obesitas

Obesitas menjadi salah satu faktor risiko kanker endometrium. Wanita yang mengalami berat badan berlebih atau obesitas, memiliki risiko 2-4 kali untuk mengalami kanker endometrium. Sebab, sel lemak menghasilkan estrogen dalam kadar yang tinggi.

5. Diabetes dan hipertensi

Meskipun diabetes dan hipertensi selalu dikaitkan dengan obesitas, kedua kondisi tersebut ternyata dapat menjadi faktor risiko tersendiri, terjadinya kanker endometrium.

6. Hereditary nonpolyposis colorectal cancer (HNPCC)

Orang dengan HNPCC atau keluarga yang memiliki risiko terhadap kanker tersebut, lebih berpotensi  menderita kanker kolon dan rektum (usus besar) tersebut, lebih berpotensi menderita kanker endometrium.Bila merasa memiliki gejala dan faktor risiko tersebut yang mengkhawatirkan, segera hubungi dokter ginekologi terdekat, untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Kanker dapat menyebar hingga ke luar rahim, seperti kelenjar getah bening panggul, kandung kemih, usus besar, maupun bagian tubuh lainnya.

Catatan SehatQ

Umumnya, penderita kanker endometrium mendapat perawatan melalui operasi pengangkatan rahim, tuba falopi, dan indung telur (histerektomi). Selain itu, melakukan terapi radiasi dengan energi yang kuat untuk menghilangkan sel kanker. Di sisi lain, kemoterapi dan terapi hormon juga mungkin diperlukan dalam mengendalikan sel kanker. Pengobatan kanker endometrium dilakukan untuk menghilangkan sel kanker yang ada.Oleh sebab itu, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri pada dokter jika mengalami gejala kanker tersebut. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang sangatlah diperlukan. Sebab mendeteksi kanker sedini mungkin dapat meningkatkan kemungkinan untuk sembuh. Jangan lupa pula untuk selalu menerapkan pola hidup sehat.
penyakit wanitakesehatan wanitakanker endometrium
Healthline. https://www.healthline.com/health/endometrial-cancer
Diakses pada 25 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endometrial-cancer/diagnosis-treatment/drc-20352466
Diakses pada 25 April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait