11 Faktor Penyebab Bullying yang Wajib Diketahui Orangtua

(0)
08 Feb 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Haus akan kekuasaan dan pernah alami kekerasan dapat menjadi penyebab bullying yang harus diperhatikan.Ada banyak penyebab bullying yang harus diwaspadai, salah satunya haus akan kekuasaan.
Bullying atau perundungan adalah tindakan agresif secara fisik dan verbal yang dapat menyebabkan orang lain merasa tidak nyaman atau bahkan terluka. Salah satu cara untuk mencegah perilaku buruk ini adalah memahami penyebabnya. Mari kita kenali berbagai faktor penyebab bullying agar Si Kecil tidak menjadi pelaku atau korbannya.

Faktor penyebab bullying yang harus ditangani segera

Faktor penyebab bullying bisa datang dari lingkungan sosial, keluarga, hingga diri sendiri. Sebelum terlambat, berikut adalah berbagai penyebab terjadinya bullying yang perlu Anda ketahui.

1. Pernah menyaksikan dan merasakan kekerasan

Pernah mengalami kekerasan dapat menjadi penyebab bullying
Pernah mengalami kekerasan dapat picu tindakan bullying
Orang yang pernah menyaksikan dan merasakan kekerasan di rumah lebih berisiko melakukan tindakan bully pada orang lain.Jika ada anak atau anggota keluarga yang melakukan bully terhadap orang lain, jangan buru-buru menghakiminya. Cari tahu apakah ia sedang memiliki masalah internal dengan keluarganya. Jika ini kasusnya, berikan ia dukungan dan bimbingan.

2. Memiliki orangtua yang bersifat permisif

Orangtua yang bersifat permisif atau serba mengizinkan, ternyata dinilai bisa menyebabkan anaknya melakukan tindakan bullying. Sebab, orangtua dengan faktor bullying ini cenderung tidak membuat peraturan yang bisa mengawasi anak-anaknya sehingga mereka bebas melakukan apa saja, termasuk perundungan di luar rumah.

3. Kurangnya hubungan dengan orangtua

Memiliki hubungan atau komunikasi yang buruk dengan orangtua dipercaya dapat membuat seorang anak berisiko melakukan tindakan bullying.

4. Memiliki saudara kandung yang bersifat kasar

Anak-anak yang memiliki kakak kandung dengan sifat kasar cenderung akan mencontoh perbuatan saudaranya.Ditambah lagi, faktor terjadinya bullying ini dapat membuat Si Kecil merasa tidak punya kekuatan. Untuk mendapatkan kekuatan dan dominasi, akhirnya ia melampiaskannya kepada orang lain di luar rumah.

5. Tidak memiliki rasa percaya diri

Anak-anak yang tidak percaya diri cenderung akan melakukan bullying. Sebab, bullying akan membuat mereka merasa memiliki kekuatan dan dominasi.Tidak hanya itu, anak-anak yang tidak percaya diri ini juga cenderung berbohong mengenai kemampuan dirinya, demi menutupi rasa kurang percaya diri yang mereka miliki.

6. Kebiasaan mengejek orang lain

Kebiasaan mengejek orang lain dinilai dapat membuat anak-anak melakukan tindakan bullying. Ejekan ini dapat mengarah pada penampilan, kemampuan, ras, budaya, dan gaya hidup orang lain.Penindasan yang dilakukan oleh pelaku bullying ini sering kali datang dari rasa takut atau kurangnya pemahaman terhadap lingkungan di sekitarnya.

7. Haus akan kekuasaan

Haus akan kekuasan bisa menjadi penyebab bullying
Haus akan kekuasaan, penyebab bullying yang harus diwaspadai
Anak-anak yang selalu haus akan kekuasaan dan terus ingin memegang kontrol juga cenderung melakukan tindakan bullying. Mereka hanya mau bekerja sama jika yang lainnya mengikuti peraturan yang dibuatnya.Jika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencananya, maka ia akan mulai melakukan tindakan bullying.

8. Ingin menjadi populer di lingkungannya

Anak-anak yang ingin dikenal atau menjadi populer di lingkungannya pun dinilai berisiko melakukan tindakan bullying. Mereka akan menunjukkan sifat ingin memerintah, mengontrol, dan menuntut teman-temannya.

9. Tidak dibekali pendidikan empati

Anak-anak yang tidak diajari empati juga cenderung melakukan tindakan bullying. Tanpa empati, mereka tidak bisa atau bahkan tidak mau mengerti apa yang dirasakan oleh orang lain. Mereka pun juga bisa menyalahkan korban-korbannya.Kurangnya rasa empati ini dapat membuat anak-anak merasa bahwa tindakan bullying-nya hanyalah candaan semata, di saat orang lain justru merasa sakit hati akibat tindakan tak terpuji itu.

10. Tidak mendapatkan apa yang mereka mau

Di saat anak-anak tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka cenderung akan merasa frustrasi. Sebagian anak dapat menerima situasi ini dengan lapang dada. Namun, beberapa anak tidak kuat menahan perasaan tersebut. Hasilnya, mereka malah melakukan tindakan bullying demi kepentingan pribadi.Umumnya, hal ini disebabkan oleh sifat perfeksionis. Sebagai orangtua, cobalah ajarkan kepada mereka bahwa tidak segala sesuatunya harus menjadi sempurna.

11. Menggunakan kekuatan fisik untuk mengintimidasi

Tubuh besar dan fisik yang kuat dapat disalahgunakan oleh anak-anak untuk mendapatkan apa yang mereka mau dengan cara bullying. Mereka akan mengontrol situasi dengan membuat anak-anak yang lain merasa lemah.

Catatan dari SehatQ

Jika Anda memerhatikan adanya faktor penyebab bullying pada diri Si Kecil, janganlah menganggap enteng isu ini. Bantulah dia untuk bisa menghilangkan sifat bullying dan ajari mereka sifat empati.Jika Anda khawatir dengan kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
tips parentingbullyingparenting stressanak sekolah
APA. https://www.apa.org/topics/bullying
Diakses pada 25 Januari 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/what-are-the-risk-factors-for-becoming-a-bully-460518
Diakses pada 25 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait