Faktor Keturunan Pengaruhi Tinggi Badan dan Kemungkinan Anak Obesitas

(0)
18 Mar 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Faktor keturunan bisa memengaruhi tinggi badan anakTinggi badan anak dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan
Faktor keturunan dipercaya memiliki andil besar dalam pertumbuhan anak, termasuk pertumbuhan tinggi badannya. Selain itu, faktor keturunan juga disebut-sebut meningkatkan kemungkinan seseorang terkena obesitas. Maksudnya, jika orangtua mengalami obesitas, maka anaknya memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengalami masalah serupa di kemudian hari. Untuk mengetahui bagaimana faktor keturunan memengaruhi tinggi badan dan risiko obesitas, mari kita simak penjelasan berikut ini.

Pengaruh faktor keturunan terhadap tinggi badan

Tinggi badan anak dapat diprediksi berdasarkan tinggi badan orangtua. Misalnya, jika orangtua tinggi atau pendek, maka tinggi badan anak kelak akan berkisar pada rata-rata tinggi badan kedua orangtuanya. Hal ini berkaitan dengan DNA yang diwarisi orangtua. Para ahli memperkirakan bahwa sekitar 80 persen tinggi badan seseorang ditentukan oleh varian urutan DNA yang diwarisi orangtuanya. Dengan kata lain, faktor keturunan memang berpengaruh. Akan tetapi, tidak diketahui secara pasti gen mana yang paling berpengaruh dan mengapa bisa terjadi. Di sisi lain, faktor keturunan bukanlah satu-satunya hal yang berperan dalam menentukan tinggi badan anak. Sebab, mungkin saja seorang anak jauh lebih tinggi atau lebih pendek daripada orangtuanya. Hal ini kemungkinan dipicu oleh faktor lain di luar gen, seperti:
  • Nutrisi

makanan sehat dan bergizi
Asupan bergizi seimbang baik untuk tumbuh kembang anak
Mendapatkan nutrisi yang cukup dalam masa pertumbuhan sangat penting untuk pertumbuhan anak, termasuk tinggi badan. Pola makan yang buruk dapat menyebabkan tubuh anak lebih pendek. Jadi, berilah anak asupan bergizi seimbang untuk menunjang tumbuh kembangnya.
  • Jenis kelamin

Selain faktor keturunan, jenis kelamin juga bisa memengaruhi tinggi badan. Umumnya, laki-laki cenderung lebih tinggi daripada perempuan. Akan tetapi, hal ini tidak selalu berlaku pada setiap orang.
  • Masalah hormon

masa pubertas remaja
Hormon berperan dalam mengatur pertumbuhan pada masa puber
Dalam masa pubertas, hormon berperan penting dalam mengatur pertumbuhan tubuh. Oleh sebab itu, adanya masalah pada hormon dapat berpengaruh pada pertumbuhan, termasuk tinggi badan. Misalnya, anak yang menderita hipotiroid (kekurangan hormon tiroid) cenderung lebih pendek.
  • Cacat bawaan

Cacat bawaan tertentu juga dapat memengaruhi tinggi badan seseorang. Misalnya, achondroplasia (kelainan tulang langka) yang menyebabkan tubuh kerdil atau sindrom Marfan yang menyebabkan perawakan menjadi lebih tinggi dari semestinya. Terkadang, cacat bawaan juga diturunkan dalam keluarga.

Pengaruh faktor keturunan terhadap obesitas

Selain tinggi badan, faktor keturunan juga disinyalir bisa meningkatkan risiko anak menderita obesitas. Dilansir dari Kemkes, jika salah satu orangtua memiliki kondisi obesitas, maka peluang anak untuk mendapatkannya berkisar antara 40-50 persen.Sementara, apabila kedua orangtua menderita obesitas, maka peluang faktor keturunan menjadi 70-80 persen. Meski genetik berpengaruh, sebetulnya ada faktor lain yang lebih kuat meningkatkan risiko obesitas pada anak, misalnya:
  • Mengonsumsi makanan tidak sehat

makanan tidak sehat
Mengonsumsi makanan tidak sehat bisa memicu obesitas
Sebagian anak tidak menyukai sayur-mayur, bahkan enggan mengonsumsinya. Padahal asupan tersebut sangat bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan anak. Sebaliknya, tidak sedikit anak-anak yang justru lebih senang mengonsumsi junk food, makanan berminyak, berlemak, atau manis, yang malah bisa membuat berat badannya naik.
  • Kurang melakukan aktivitas fisik

Selain faktor keturunan, jarang melakukan aktivitas fisik juga memicu obesitas pada anak. Saat ini, banyak anak-anak lebih suka menghabiskan waktunya dengan bermain gawai, entah sambil duduk atau berbaring seharian. Hal ini tentu saja membuat anak jarang melakukan aktivitas fisik. Akibatnya, berat badan bisa menjadi naik berlebihan, bahkan hingga obesitas karena tidak ada kalori yang dibakar.Mengingat faktor keturunan bukanlah satu-satunya faktor yang memengaruhi pertumbuhan anak, orangtua tentu harus memerhatikan faktor lainnya. Pastikan Anda memenuhi nutrisi anak dan mendorongnya untuk aktif bergerak. Anak dengan pertumbuhan yang baik akan berada dalam kisaran tinggi dan berat badan ideal. Hal ini juga bermanfaat untuk membantu anak tetap sehat dan terhindar dari penyakit.Jika Anda ingin bertanya lebih lanjut seputar kesehatan anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
nutrisi anaktumbuh kembang anakperkembangan anakobesitastinggi badan
Healthline. https://www.healthline.com/health/is-height-genetic#can-you-increase-height
Diakses pada 04 Maret 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/genetics/understanding/traits/height/
Diakses pada 04 Maret 2021
Web MD. https://www.webmd.com/diet/obesity/news/20200108/what-matters-more-for-obesity-risk-genes-or-lifestyle#1
Diakses pada 04 Maret 2021
Kemkes. http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/faktor-genetik-merupakan-salah-satu-penyebab-obesitas
Diakses pada 04 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait