11 Faktor yang Bisa Menjadi Penyebab Penyakit Jantung

Wanita berusia 55 tahun atau lebih memiliki risiko penyakit jantung yang lebih besar
Semakin bertambahnya usia, maka risiko penyakit jantung semakin meningkat

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Penyakit ini mengacu pada masalah dan kelainan bentuk pada jantung itu sendiri, seperti aritmia, kardiomiopati, endokarditis, penyakit jantung koroner, gagal jantung, kebocoran katup jantung, dan sebagainya. Untuk mengantisipasi masalah ini, sebaiknya Anda mulai mewaspadai berbagai faktor penyebab penyakit jantung ini. 

Faktor penyebab penyakit jantung

Penyakit jantung disebabkan oleh kerusakan pada sebagian atau seluruh jantung, kerusakan pada arteri koroner, atau pasokan oksigen yang buruk ke jantung. Beberapa jenis penyakit jantung, misalnya kardiomiopati hipertrofik, bersifat genetik. Sementara, penyakit jantung bawaan dapat terjadi sebelum seseorang dilahirkan.

Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit jantung. Dengan memahaminya, Anda setidaknya dapat menurunkan risiko terkena penyakit ini. Adapun faktor penyebab penyakit jantung yang mungkin dimiliki oleh banyak orang, di antaranya:

  • Tekanan darah tinggi

Memiliki tekanan darah tinggi menjadi faktor risiko utama penyakit jantung. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah di arteri dan pembuluh darah terlalu tinggi. Jika tidak dikendalikan, tekanan darah yang tinggi dapat memengaruhi jantung, ginjal, dan otak.

  • Kadar kolesterol tinggi

Memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi dan kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung. Kolesterol dapat menumpuk di dinding arteri hingga menyebabkan penyempitan pada area tersebut dan mengurangi aliran darah ke jantung, otak, serta berbagai bagian tubuh lainnya.

  • Diabetes

Menderita diabetes juga menjadi salah satu faktor risiko terkena penyakit jantung. Ketika kadar glukosa darah yang tinggi tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat meningkatkan jumlah plak yang terbentuk di dalam dinding pembuluh darah. Imbasnya, aliran darah ke jantung bisa terhambat hingga berhenti. 

  • Obesitas

Apakah Anda mengalami obesitas? Jika iya, Anda perlu waspada karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko Anda terkena berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung. Kadar lemak yang tinggi pada penderita obesitas dapat memberi efek resistensi terhadap hormon insulin. Selain itu, obesitas juga dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL yang memicu terjadinya penyakit jantung.

  • Usia

Tahukah Anda jika risiko penyakit jantung meningkat seiring bertambahnya usia? Pria berusia 45 tahun atau lebih dan wanita berusia 55 tahun atau lebih, memiliki risiko yang lebih besar terkena penyakit jantung.

  • Riwayat keluarga

Apakah orangtua Anda memiliki penyakit jantung? Jika iya, sebaiknya Anda perlu berhati-hati karena Anda memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita penyakit jantung bila ada anggota keluarga yang juga menderita penyakit tersebut.

  • Makan makanan tidak sehat

Sering mengonsumsi makanan yang tinggi akan lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan kondisi kesehatan lainnya, seperti aterosklerosis. Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi garam juga dapat meningkatkan tekanan darah yang mampu memicu terjadinya penyakit jantung.

  • Jarang bergerak atau berolahraga

Malas bergerak memang menjadi kebiasaan yang buruk. Kebiasaan ini bisa mendatangkan berbagai risiko penyakit, tak terkecuali penyakit jantung. Ketika tubuh jarang bergerak atau berolahraga, kemungkinan Anda mengalami obesitas, tekanan darah tinggi, atau bahkan diabetes, menjadi lebih besar.

  • Minum terlalu banyak alkohol

Kebiasaan minum alkohol dalam jumlah yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung. Selain itu, kebiasaan ini juga akan menaikkan kadar trigliserida (zat berlemak dalam darah), yang bisa memicu Anda terkena penyakit jantung. Apabila Anda gemar minum alkohol, cobalah untuk mematuhi batas konsumsi harian yang direkomendasikan, yaitu tidak lebih dari 2 gelas per hari.

  • Merokok 

Merokok dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung. Rokok sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kerusakan pada jantung dan pembuluh darah. Di samping itu, nikotin yang terkandung di dalamnya dapat meningkatkan tekanan darah.

Tidak hanya itu, karbon monoksida dari asap rokok bisa mengurangi jumlah oksigen yang dibawa oleh darah. Bukan hanya perokok aktif, asap rokok yang terpapar pada perokok pasif juga bisa meningkatkan risikonya terkena penyakit jantung.

  • Depresi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa depresi meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung. Kondisi mental ini dapat menyebabkan sejumlah perubahan dalam tubuh yang bisa memengaruhi kesehatan jantung. Terlalu banyak stres dan merasa sedih akibat depresi juga berpotensi meningkatkan tekanan darah yang memicu penyakit jantung.

Jika Anda memiliki salah satu atau lebih dari faktor-faktor di atas, sebaiknya Anda mulai menjalani pola hidup sehat yang dapat membantu mengurangi risiko dan mencegah terjadinya penyakit jantung. 

Selain itu, lakukan juga pemeriksaan kesehatan berkala pada dokter, seperti tes gula darah, kolesterol, dan tekanan darah secara rutin untuk mengontrolnya dengan baik sehingga Anda dapat terhindar dari penyakit jantung.

CDC. https://www.cdc.gov/heartdisease/risk_factors.htm
Diakses pada 05 Maret 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/237191#types
Diakses pada 05 Maret 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/howtopreventheartdisease.html
Diakses pada 05 Maret 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-disease/causes-risks#causes
Diakses pada 05 Maret 2020

Artikel Terkait