10 Fakta Unik Tentang Bentuk Hidung Manusia yang Tak Orang Tahu

Fakta unik seputar bentuk hidung, mulai dari tentukan karakter hingga jadi organ paling sering dioperasi
Bentuk hidung dianggap bisa menandakan karakter pemiliknya

Hidung mancung, pesek, besar, atau kecil, biasanya jadi salah satu fitur yang paling pertama dikenali saat melihat wajah seseorang. Jadi tidak heran jika bentuk hidung banyak memengaruhi persepsi orang lain terhadap diri kita.

Peran hidung memang tak hanya untuk sekadar bernapas. Lebih dari itu, organ yang satu ini juga berpengaruh pada kehidupan sosial.

Fakta unik tentang bentuk hidung manusia

Tak banyak yang tahu, di balik organ yang satu ini tersimpan berbagai fakta menarik dan unik yang patut untuk diketahui. Berikut ini berbagai hal yang bisa Anda ketahui tentang bentuk hidung manusia.

1. Ada 14 jenis (atau lebih) bentuk hidung manusia

Sebuah penelitian yang dilakukan dengan memeriksa 1.793 bentuk hidung manusia menyimpulkan bahwa bentuk organ ini bisa dikelompokkan menjadi 14 jenis. Namun, tidak sedikit ahli lain yang berpendapat bahwa jenis bentuk hidung manusia lebih banyak dari itu. Sebab, struktur hidung yang kompleks memungkinkan organ ini beradaptasi sesuai informasi genetik yang diterima, hingga faktor lainnya.

2. Bentuk hidung sering dijadikan indikator karakter seseorang

Hidung adalah bagian wajah paling menonjol sehingga jadi yang pertama kali dikenali saat bertemu orang baru. Hal ini membuat hidung seringkali membentuk first impression yang melekat.

Sejak zaman dahulu kala, bentuk hidung memang dinilai bisa menggambarkan karakter seseorang. Pada masa kekaisaran Romawi dan Yunani misalnya, bentuk hidung yang kokoh dan lurus dinilai sebagai tanda kekuasaan dan kekuatan.

3. Operasi bentuk hidung adalah operasi plastik yang paling sering dilakukan

Menurut data di Amerika Serikat beberapa tahun lalu, operasi plastik bentuk hidung menduduki peringkat dua jenis operasi plastik yang paling sering dilakukan. Sementara itu, yang menduduki peringkat satu adalah operasi pembesaran payudara.

4. Bentuk hidung bisa berubah sendiri seiring bertambahnya usia

Sebuah penelitian dilakukan pada 900 orang ras kaukasian untuk melihat perubahan bentuk hidung dan kaitannya dengan usia. Subjek penelitian berusia antara 4-73 tahun dan masing-masing menjalani pengukuran panjang, lebar, serta jarak-jarak detail lainnya.

Hasilnya, bentuk berubah cukup signifikan seiring bertambahnya usia. Semakin tua, ukuran hidung biasanya akan semakin besar dan panjang.

5. Hidung bengkok membuat pemiliknya mudah ngorok dan mimisan

Salah satu kondisi yang paling sering menyebabkan hidung bengkok adalah deviasi septum. Septum adalah tulang di tengah-tengah lubang hidung yang membatasi antara lubang hidung kiri dan kanan. Jika septum itu terlalu ke kiri atau terlalu ke kanan, maka salah satu lubang akan lebih tertutup dan hidung terlihat miring.

Kondisi ini juga membuat seseorang jadi lebih mudah mimisan dan napasnya berbunyi kencang meski tidak tidur, serta kesulitan saat tidur dalam posisi miring.

6. Infeksi dan cacat lahir bisa sebabkan hidung bengkok

Selain karena deviasi septum, infeksi, cacat lahir, cedera, hingga tumor bisa membuat bentuk hidung jadi bengkok. Perbedaan penyebab juga akan membuat hidung bengkok ke arah yang berbeda. Umumnya, hidung bengkok karena kondisi-kondisi di atas bisa dikelompokkan menjadi tiga bentuk, yaitu seperti huruf C, I, atau S.

7. Iklim tempat tinggal memengaruhi bentuk hidung manusia

Pernahkah Anda berpikir tentang hidung orang Eropa yang lebih mancung dari hidung orangAasia? Jawabannya mungkin ada pada perbedaan iklim kedua benua ini.

Para peneliti menemukan bahwa di negara yang ikliminya cenderung hangat dan lembap, bentuk hidung penduduknya mayoritas lebih lebar dibanding dengan orang-orang yang berasal dari negara dengan iklim dingin dan kering. Hal ini diduga bisa terjadi karena adanya proses adaptasi selama ribuan tahun lamanya.

8. Operasi perubahan bentuk hidung bernama rhinoplasty

Operasi untuk memperbaiki bentuk hidung yang paling sering dilakukan adalah rhinoplasty. Operasi ini banyak jenisnya, dan teknik operasinya bisa berbeda, tergantung dari kondisi hidung masing-masing pasien. Sebelum mulai operasi, dokter akan memeriksa secara detail mulai dari jenis kulit hingga riwayat gangguan pernapasan.

Setelah menjalani operasi ini, pembengkakan dan nyeri biasanya akan terjadi. Namun, pasien umumnya sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasa satu minggu setelah prosedur dilakukan.

9. Suntik filler bisa perbaiki bentuk hidung

Selain dengan operasi, suntik filler juga bisa perbaiki bentuk hidung yang bengkok. Pada prosedur ini, dokter akan menyuntikkan bahan filler ke jaringan lunak untuk mengisi area hidung yang bengkok, agar terlihat lebih lurus.

Bahan yang digunakan untuk filler biasanya berupa silikon, hyaluronic acid, atau gel calcium hydroxylapatite. Dari ketiga bahan tersebut, silikon lah yang memiliki risiko efek samping yang paling besar.

10. Bentuk hidung yang terlilhat dari luar, tersusun dari bebeberapa bagian

Bagian hidung yang terlihat dari luar sebenarnya hanya sebagian kecil dari keseluruhan anatomi hidung. Bagian hidung terdiri dari tulang, kulit, dan tulang rawan yang memberikan bentuk hidung yang kita kenal.

Sementara itu pada bagian dalam, masih banyak susunan struktur lain yang menyusun hidung, mulai dari membran mukosa, septum, turbin, hingga sinus.

Catatan dari SehatQ

Ada banyak fakta menarik di balik bentuk hidung manusia yang selama ini sering kita lihat dan perhatikan. Namun selain itu semua, jangan lupakan fungsi hidung yang begitu penting untuk kehidupan manusia karena organ ini adalah bagian utama dari sistem pernapasan. Bahkan, hidung juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh dan proses pembentukan suara. Karena itu, pastikan Anda selalu menjaga kesehatannya.

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/ear-nose-throat-pictures/11-odd-facts-about-your-nose.aspx
Diakses pada 15 Mei 2020

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/how-your-nose-grows-with-age-2223746
Diakses pada 15 Mei 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/crooked-nose
Diakses pada 15 Mei 2020

Science Daily. https://www.sciencedaily.com/releases/2017/03/170316141054.htm
Diakses pada 15 Mei 2020

M Health. https://www.mhealth.org/patient-education/89973
Diakses pada 15 Mei 2020

Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/nose-reshaping
Diakses pada 15 Mei 2020

Artikel Terkait