Ini Dia 11 Fakta Unik Seputar Anak Kedua yang Wajib Diketahui Orang Tua

Anak kedua memiliki kepribadian yang unik
Anak kedua memiliki kepribadian yang berbeda dari kakak dan adiknya

Anak adalah harta yang tidak ternilai bagi orangtua. Membesarkan anak adalah tanggung jawab yang mulia. Terlebih lagi jika Si Buah hati tumbuh menjadi seseorang yang baik dan berbakti sesuai keinginan Anda, rasanya ada kepuasan tersendiri. Namun, tentunya Anda harus tahu kepribadian anak agar bisa menerapkan pola asuh dan pendekatan emosional yang tepat untuknya.

Tetapi tahukah Anda bahwa urutan lahir anak bisa memengaruhi sifat dan kepribadiannya? Hal ini tentunya juga akan memengaruhi bagaimana Anda berkomunikasi dengan mereka. Jika Anda ingin mengetahui sifat-sifat umum dari anak kedua Anda, daftar berikut ini bisa menjadi panduan.

Fakta menarik sifat anak kedua

  • Bersaing dengan saudara

Anak kedua diapit oleh anak pertama dan bungsu, karenanya ia akan berusaha untuk bersaing mendapatkan perhatian dari orangtuanya dengan saudara lainnya.

Anak kedua cenderung merasa bukan anak yang difavoritkan oleh orangtua dan perlu memperlihatkan kemampuan yang tidak dimiliki saudara lainnya.

  • Cenderung memiliki self-esteem yang rendah

Anak kedua cenderung memiliki self-esteem atau keberhargaan diri yang rendah karena kurangnya atensi di rumah dan merasa kurang unik di antara saudara-saudaranya.

  • Memiliki hubungan yang kuat dengan teman

Fakta anak kedua yang berikutnya adalah memiliki hubungan yang erat dengan teman. Anak kedua biasanya mencari hubungan lain di luar keluarga karena cenderung merasa diabaikan oleh orangtuanya.

  • Mudah bergaul

Anak kedua mudah berkompromi dan karenanya lebih gampang untuk mengikuti aliran percakapan, serta mudah untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

  • Lebih mudah beradaptasi

Menurut Alfred Adler, pencetus kepribadian berdasarkan urutan kelahiran, anak kedua lebih cenderung bisa beradaptasi dalam kehidupan sehari-hari. Anak kedua cenderung lebih liar, mandiri, kompetitif, cinta damai, dan senang menyenangkan orang lain.

  • Suka menegakkan keadilan

Uniknya, anak kedua lebih cenderung menjadi penegak keadilan yang berfokus pada keadilan dan selalu berusaha untuk memahami kebutuhan tiap orang. Mereka lebih bisa berempati dengan orang-orang yang ditindas.

  • Pandai negosiasi

Faktanya, anak kedua mudah untuk bernegosiasi dan memanipulasi. Mereka mampu melihat suatu masalah dari berbagai sisi dan membuat keputusan yang tepat berdasarkan penilaiannya. Mereka juga lebih mungkin untuk berkompromi dan sabar.

  • Menjadi mediator

Tidak hanya pandai bernegosiasi, anak kedua juga cenderung menjadi mediator dalam keluarga dan menyeimbangkan hubungan antar saudara. Hal ini juga dikarenakan sifat anak kedua yang cenderung cinta damai.

  • Lebih mandiri

Anak kedua tidak merasa memiliki tanggung jawab sebesar anak pertama dan tidak bergantung pada keluarga seperti anak bungsu. Anak kedua lebih bisa memecah dirinya dari bagian keluarga dan menjadi lebih independen.

  • Tidak mudah menyerah

Anak kedua tidak gampang tertekan dan lebih cenderung tidak menekankan ekspektasi berlebih pada dirinya sendiri.

  • Efek negatif yang bisa berlangsung hingga dewasa

Anak kedua sering tidak diperhatikan dan perlakuan yang dilakukan oleh orangtuanya dapat berdampak hingga anak tersebut menjadi dewasa. Misalnya, anak bisa mengalami kesulitan dalam membina hubungan dengan orang lain.

Catatan dari SehatQ

Sebagai orangtua, Anda haruslah memberikan kasih sayang yang sesuai dengan karakter anak masing-masing. Terlepas dari urutan kelahirannya. Daftar di atas merupakan ciri-ciri umum anak kedua dan bukanlah sebuah prediksi yang akurat. Beberapa hal bisa berbeda. Ini karena kepribadian anak dipengaruhi oleh kasih sayang yang ditunjukkan kepadanya, lingkungan bergaulnya, faktor genetik, dan banyak lagi.

Bila orangtua memiliki masalah hubungan dengan anak kedua, jangan sungkan untuk mengunjungi psikolog anak atau psikiater.

Better Help. betterhelp.com/advice/family/birth-order-theory-insights-into-your-personality/
Diakses pada 30 Desember 2019

Healthline. healthline.com/health/mental-health/middle-child-syndrome#is-it-real
Diakses pada 30 Desember 2019

Reader’s Digest. https://www.rd.com/culture/middle-child-traits/
Diakses pada 30 Desember 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/field-guide-families/201210/the-secret-powers-middle-children
Diakses pada 30 Desember 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed