Fakta Seputar Nekrofilia, Kelainan Suka Bercinta dengan Mayat


Nekrofilia adalah kelainan seksual dimana seseorang merasa bergairah jika berhubungan seks dengan orang yang sudah mati atau dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan kematian. Kondisi ini masuk sebagai salah satu jenis parafilia.

(0)
03 Dec 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Nekrofilia adalah kelainan seksual yang membuat pengidapnya terangsang oleh hal-hal berbau kematianNekrofilia adalah kelainan yang membuat seseorang senang bercinta dengan mayat
Nekrofilia adalah suatu kelainan seksual yang membuat pengidapnya menikmati berhubungan seksual dengan mayat. Istilah ini berasal dari kata nekros yang berarti mayat dan philia yang berarti cinta dalam bahasa Yunani. Kelainan ini masuk sebagai salah satu jenis parafilia. Parafilia adalah perilaku seks abnormal yang ditandai dengan munculnya fantasi seksual terhadap barang atau sesuatu yang tidak biasanya bisa meningkatkan hasrat seksual seseorang.

Sejarah awal nekrofilia

Hingga saat ini, nekrofilia tidak dimasukkan sebagai kelainan mental tersendiri di dalam pegangan dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental Edisi Kelima (DSM V). Kondisi ini, hanya ditulis sebagai bagian dari parafilia. Meski begitu, kelainan memiliki ketertarikan seksual dengan mayat, telah terdokumentasi sejak ratusan yang lalu, mulai dari zaman Yunani kuno. Para pengidap nekrofilia bisa mendapatkan akses tubuh manusia yang sudah meninggal dengan berbagai cara, seperti:
  • Menggali kuburan
  • Mendapatkan akses ke kamar mayat atau tempat kremasi
  • Membunuh orang
Para pembunuh berantai legendaris seperti Ed Gein, Jeffery Dahmer, hingga Garry Ridgeway diketahui juga telah melakukan hubungan seksual dari korban-korbannya yang telah meninggal dunia.Perlu diketahui, nekrofilia tidak berkaitan dengan gangguan mental lain seperti depresi atau skizofrenia. Namun, diambil dari riwayat orang-orang nekrofilik yang ada, beberapa dari mereka memang mengidap depresi dan skizofrenia jenis vampirisme dan kanibalisme.

Jenis-jenis nekrofilia

Beberapa ahli telah membuat pengelompokan mengenai perilaku nekrofilia. Salah satu pengelompokan yang paling umum adalah yang dibuat oleh Drs. Jonathan Rosman dan Phillip Resnick. Mereka membagi nekrofilia ke dalam tiga jenis dasar, yaitu:

Necrophilic homicide

Pelaku sengaja melakukan pembunuhan untuk mendapatkan akses ke mayat yang ingin dijadikan sebagai objek pelampiasan seksual.

Regular necrophilia

Pelaku mengambil jasad yang sudah meninggal karena sebab tertentu untuk menyalurkan hasrat seksualnya. Biasanya dilakukan dengan menggali kubur atau memanfaatkan akses ke kamar jenazah.

• Necrophilia fantasy

Orang dengan kondisi ini punya kecenderungan memiliki ketertarikan seksual terhadap jasad manusia, tapi baru terbatas pada fantasinya saja. Orang dengan jenis nekrofilia ini belum sampai melakukan tindakan secara nyata.Namun ahli lainnya, Anil Aggrawal mengelompokkan nekrofilian ke dalam 10 kelas yang lebih spesifik. Semakin tinggi kelasnya, maka semakin parah kondisinya. Berikut ini jenis-jenis nekrofilia menurut Aggrawal:

1. Kelas I: Nekrofilia role player

Pada nekrofilia paling ringan ini, pengidapnya tidak menikmati berhubungan seks dengan jenazah. Namun, ia menganggap role play alias bermain peran dengan pasangan yang salah satunya berpura-pura menjadi orang yang sudah meninggal, bisa meningkatkan nafsu seksualnya.

2. Kelas II: Nekrofilia romantis

Para pengidap nekrofilia romantis tidak menikmati semua jasad sebagai pemicu nafsu seksual. Mereka hanya merasakan ikatan romantis dan seksual pada jasad orang yang dicintai.Mereka tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang tersebut telah tiada, sehingga melakukan berbagai cara untuk mengawetkannya secara fisik. Oleh karena itu di pikiran nekrofilik romantis, orang yang dicintainya masih bisa menemaninya, termasuk dalam hal seksual.

3. Kelas III: Nekrofilia fantasi

Individu dengan nekrofilia fantasi tidak benar-benar berhubungan seks dengan mayat. Namun, menurut para pengidapnya, berfantasi tentang sesuatu yang berhubungan dengan kematian bisa membangkitkan gairah.Tidak jarang, orang-orang ini akan sengaja mengunjungi pemakaman hanya untuk meningkatkan gairah seksualnya. Selain itu, kehadiran benda-benda seperti peti mati atau keranda juga mereka anggap sebagai sesuatu yang menggairahkan.

4. Kelas IV: Nekrofilia taktil

Taktil artinya sentuhan. Jadi, kelompok individu dengan kondisi nekrofilia taktil, bisa mendapatkan kepuasan seksual dari menyentuh jasad manusia. Mereka akan merasakan kepuasan tersendiri saat mengelus bagian tubuh mayat atau bahkan menjilatnya.

5. Kelas V: Nekrofilia fetis

Nekrofilia kelas V, meski masih belum membuat pengidapnya berhubungan seks secara langsung dengan mayat, sudah berada di tingkat yang lebih parah dari kelas III dan IV.Para pengidap gangguan ini akan memotong bagian tubuh mayat, seperti bagian payudara atau jari, dan menyimpannya sendiri demi memuaskan keinginan seksualnya. Tidak hanya bagian tubuh, nekrofilik dengan fetis seperti ini juga bisa mengambil pakaian yang menempel pada jenazah untuk dijadikan alat pembangkit gairah seksual.

6. Kelas VI: Nekromutilomania

Nekromutilomania merupakan istilah gabungan antara nekrofilia dan mutilasi. Orang yang memiliki gangguan ini, meski tidak berhubungan seks secara langsung dengan mayat, akan mendapatkan kesenangan seksual dari memutilasi seseorang.Saat mutilasi dilakukan, orang ini akan sekaligus bermasturbasi. Bahkan pada beberapa kasus, pelakunya memakan bagian tubuh orang yang mereka mutilasi.

7. Kelas VII: Nekrofilia oportunistik

Para pengidap nekrofilia oportunistik akan berhubungan seks dengan orang yang sudah meninggal apabila ada kesempatan. Dalam kesehariannya, mereka bisa bersikap dan berhubungan seksual seperti biasa. Namun, jika ada akses dan kesempatan bertemu dengan jasad dan mereka merasakan dorongan untuk berhubungan seks, maka mereka akan melakukannya.

8. Kelas VIII: Nekrofilia reguler

Para pengidap nekrofilia reguler digambarkan sebagai ciri nekrofilik yang selama ini ada, yaitu menikmati berhubungan seks dengan orang mati dan kurang menikmati seks dengan orang hidup.Meski ada kesempatan, mereka biasanya akan menolak berhubungan seks dengan orang biasa dan lebih memilih mencari akses ke jenazah, karena mereka merasa hal itu lebih memuaskan.

9. Kelas IX: Nekrofilia pembunuhan

Ini adalah jenis nekrofilia paling berbahaya karena pengidapnya selektif hanya memilih untuk berhubungan seks dengan orang yang baru meninggal dunia, sehingga tubuhnya masih “hangat”.Untuk memenuhi kesukaan seksualnya ini, para pengidap gangguan ini tidak segan mencari korban untuk kemudian sengaja membunuhnya.

10. Kelas X: Nekrofilia eksklusif

Nekrofilia eksklusif sebenarnya tidak selalu lebih berbahaya dari nekrofilia pembunuhan. Namun, orang yang mengidap kondisi ini benar-benar hanya bisa merasakan gairah seks dan berhubungan seks dengan mayat.Para pengidap nekrofilia eksklusif sama sekali tidak bisa merasakan gairah saat berhubungan dengan orang hidup.Untuk mencapai tujuannya itu, tidak jarang ia melakukan berbagai cara untuk mendapatkan mayat, mulai dari menggali kubur, mengakses kamar jenazah, hingga membunuh.

Penyebab seseorang bisa mengidap nekrofilia

Penyebab munculnya nekrofilia hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Namun menurut Katherine Ramsland, seorang ahli psikologi yang melakukan penelitian soal kondisi ini mengungkapkan bahwa dari para nekrofilik yang pernah ia wawancarai, mereka memiliki alasan yang berbeda-beda hingga bisa tertarik dengan tubuh yang sudah tidak bernyawa.Salah seorang perempuan yang bekerja di rumah duka pernah mengungkapkan padanya bahwa ia melakukan hubungan seks dengan mayat karena dengan begitu, dirinya merasa lebih aman.Perempuan itu merupakan korban pelecehan seksual, bahkan pemerkosaan ketika masih berusia sangat muda. Oleh karena itu menurutnya, berhubungan seks dengan tubuh yang sudah tidak bernyawa lebih membuatnya tenang, karena tubuh itu tidak akan bisa menyakitinya.Ini hanyalah satu dari beberapa contoh kasus nekrofilia yang pernah terjadi. Sejauh ini, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengetahui kondisi tersebut lebih jauh.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kelainan seksual maupun kondisi mental lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
masalah seksualgangguan mentaldisfungsi seksual
WebMD. https://www.webmd.com/sexual-conditions/guide/paraphilias-overview#1
Diakses pada 20 November 2020
Nekrofilia. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/necrophilia
Diakses pada 20 November 2020
Research Gate. https://www.researchgate.net/profile/Anil_Aggrawal/publication/26337347_A_new_classification_of_necrophilia/links/5c34dd7792851c22a364b66a/A-new-classification-of-necrophilia.pdf?origin=publication_detail
Diakses pada 20 November 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/shadow-boxing/201211/abuse-corpse
Diakses pada 20 November 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/blame-the-amygdala/201901/the-building-blocks-necrophilia
Diakses pada 20 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait