7 Fakta Menelan Sperma yang Mungkin Belum Anda Ketahui, Apakah Berbahaya?

Menelan sperma bisa meningkatkan risiko penyakit menular seksual.
Apakah benar kalau menelan sperma bisa memberikan manfaat?

Bagi beberapa orang, mencicipi atau menelan sperma pasangannya mungkin menjadi hal lumrah untuk dilakukan saat berhubungan seksual. Sebagian juga percaya, menelan sperma bisa memberikan manfaat bagi kesehatan.

Penasaran dengan rasa sperma jika ditelan? Ketahuilah, sperma terbuat dari beberapa cairan dengan beberapa senyawa kimia berbeda, yang memengaruhi rasanya saat ada di lidah.

Fakta tentang menelan sperma

Beberapa orang yang pernah menelan sperma mengaku, rasa sperma saat sampai di lidah mereka, beragam. Karena mengandung basa, rasa sperma bisa asin atau pahit. Kandungan gula dalam sperma, terkadang bisa membuatnya terasa manis di lidah beberapa orang. Namun, sperma juga mengandung vitamin dan mineral yang membuat terasa metalik seperti logam.

Berikut ini fakta-fakta tentang menelan sperma yang mungkin belum Anda ketahui.

Apakah sperma aman untuk ditelan?

Perlu diketahui, sperma yang ditelan, akan diproses oleh tubuh layaknya terhadap makanan biasa. Hal ini bisa berbahaya, apalagi kalau pasangan Anda memiliki penyakit menular seksual.

Otomatis, kontak fisik dengan penis, serta sperma yang tertelan, bisa menyebarkan penyakit menular seksual ke dalam tubuh.

Selain itu, beberapa orang akan menyadari bahwa mereka alergi terhadap sperma setelah menelannya. Kondisi ini dikenal dengan sebutan human seminal plasma hypersensitivity (HSP).

Alergi sperma biasanya muncul 30 menit setelah seseorang menelan atau bersentuhan dengan sperma.

Beberapa gejalanya meliputi:

Jika Anda mengalami tanda-tanda alergi setelah menelan sperma, konsultasikan ke dokter untuk mengetahui langkah selanjutnya yang harus dilakukan.

Apakah mengandung protein?

Walau sperma memang mengandung protein, jumlahnya sangat sedikit. Sebuah studi dari tahun 2013 membuktikan, setiap 100 ml sperma, hanya mengandung 5.040 mg protein.

Rata-rata, saat pria berejakulasi, sperma yang dihasilkan hanya mencapai 5 ml, yang berarti, hanya ada 252 mg protein di sana.

Mengandung kalori

Sama seperti keju, cokelat hitam, hingga telur, sperma ternyata juga mengandung kalori, walau jumlahnya sedikit. Setiap satu sendok sperma, hanya mengandung 5-7 kalori.

Bisakah meningkatkan suasana hati?

Menelan sperma ternyata berpotensi meningkatkan suasana hati. Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa sperma mengandung zat-zat antidepresan. Seperti endorfin, estrone, prolaktin, oksitosin, hormon pelepas tirotropin hingga serotonin.

Namun, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk menjelaskan mekanisme menelan sperma dalam meningkatkan suasana hati.

Menelan sperma bisa membuat kelelahan?

Sperma mengandung melatonin, hormon natural yang dirilis oleh tubuh untuk mengatur siklus tidur. Hal inilah yang mungkin menimbulkan rasa kelelahan pada orang yang menelan sperma.

Ditambah lagi, setelah berhubungan seksual dengan pasangan, tubuh merasa letih. Belum ada penelitian yang menjelaskan dampak menelan sperma terhadap rasa lelah yang dialami seseorang.

Berisiko terkena penyakit menular seksual

Hati-hati, menelan sperma bisa membuat seseorang terjangkit penyakit menular seksual. Penyakit seperti gonorea dan klamidia, bisa menginfeksi tenggorokan. Sementara itu, herpes bisa ditularkan melalui kontak selama seks oral.

Jika Anda dan pasangan hendak melakukan hubungan seksual yang melibatkan aktivitas menelan sperma, pastikan tidak ada penyakit menular seksual. Sebab, penyakit menular seksual bisa merugikan satu sama lain setelahnya.

Bisakah wanita hamil dengan menelan sperma?

Jawabannya, tidak. Hanya dengan menelan sperma, seorang wanita tidak bisa dibuahi. Satu-satunya cara untuk membuat wanita hamil ialah, adanya pertemuan antara sperma dengan sel telur.

Perlu diingat, menelan sperma bisa membahayakan, jika Anda ternyata mempunyai alergi terhadapnya. Selain itu, menelan sperma juga bisa jadi malapetaka, jika ternyata, pasangan Anda memiliki penyakit menular seksual, yang bisa ditularkan lewat hubungan oral.

[[artikel-terkait]]

Catatan dari SehatQ

Baik atau tidaknya menelan sperma, kembali lagi pada perilaku Anda dan pasangan dalam berhubungan seksual. Sebab, menelan sperma merupakan pilihan pribadi.

Namun yang pasti, pastikan dulu bahwa Anda dan pasangan tidak mengidap penyakit menular seksual, agar hal tak diinginkan bisa dihindari saat berhubungan seksual.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326027.php

Diakses pada 14 Oktober 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/swallowing-semen#allergic-reaction

Diakses pada 14 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed