Lemak jenuh dan tak jenuh tetap diperlukan oleh tubuh untuk menjalankan fungsi tertentu
Lemak jenuh umumnya berasal dari produk hewani dan lemak tak jenuh dari produk nabati

Lemak jenuh dan tak jenuh bisa ditemukan dalam berbagai jenis makanan yang Anda konsumsi. Sejumlah lemak memang diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Apa alasannya?

Pasalnya, lemak adalah sumber dari asam lemak esensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh. Pertanyaannya adalah jenis lemak manakah yang baik untuk tubuh. 

Fungsi lemak jenuh dan tak jenuh bagi tubuh

Lemak berfungsi membantu tubuh menyerap vitamin A, D, dan E. Jenis-jenis vitamin ini merupakan vitamin yang larut dalam lemak. Ini berarti, vitamin tersebut hanya bisa diserap oleh tubuh jika ada lemak. 

Setiap lemak yang tidak terpakai oleh sel-sel tubuh untuk menghasilkan energi, akan diubah menjadi lemak tubuh. Demikian juga dengan karbohidrat.

Semua jenis lemak adalah penghasil energi tinggi. 1 gram lemak, baik lemak jenuh dan tak jenuh, akan menghasilkan 9 kilokalori atau 37 kiloJoule energi. 

Jenis lemak yang paling sering ditemukan dalam makanan kita sehari-hari adalah lemak jenuh dan tak jenuh. Sebagian besar lemak dan minyak mengandung keduanya dalam proporsi yang berbeda-beda. 

Lemak jenuh

Lemak jenuh tidak memiliki ikatan rantai ganda dalam struktur kimianya, dan jenis lemaknya jenuh dengan atom hidrogen. Karena struktur kimianya tersebut, lemak ini memiliki konsistensi yang padat bila berada dalam suhu ruang. 

Jenis lemak jenuh bisa ditemukan dalam jenis-jenis makanan berikut ini:

  • Daging sapi, daging ayam, dan daging babi.
  • Beberapa minyak nabati, seperti minyak sawit dan minyak kelapa.
  • Produk-produk susu, seperti keju, susu, dan mentega.
  • Daging olahan, seperti sosis, bacon, kornet.
  • Camilan dalam kemasan, seperti biskuit, kukis, dan cokelat. 

American Heart Association merekomendasikan agar konsumsi lemak jenuh sehari-hari tidak melebihi 5 sampai 6 persen dari asupan total kalori per hari.

Lemak tak jenuh

Lemak tak jenuh umumnya berbentuk cair saat berada dalam suhu ruang. Perbedaannya dengan lemak jenuh adalah struktur kimianya yang memiliki satu atau lebih ikatan rantai ganda. Lemak tak jenuh bisa dikategorikan lagi jadi dua kelompok berikut:

  • Lemak tak jenuh tunggal

Jenis lemak tak jenuh ini hanya mengandung satu ikatan rantai ganda dalam struktur kimianya. Lemak jenuh tunggal biasanya masih berbentuk cair dalam suhu ruang, contohnya minyak kanola dan minyak zaitun.

  • Lemak tak jenuh ganda

Lemak ini mengandung dua atau lebih ikatan rantai ganda dalam struktur kimianya. Jenis lemak tak jenuh ganda berbentuk cair dalam suhu ruang, misalnya minyak bunga matahari dan minyak jagung. 

Efek lemak jenuh dan tak jenuh terhadap tubuh

Banyak penelitian yang mengkaji tentang pengaruh dari lemak jenuh dan tak jenuh terhadap tubuh manusia. Studi observasi menyimpulkan bahwa orang-orang yang menderita penyakit jantung atau mereka yang berisiko tinggi terkena sakit jantung, memiliki kadar lemak jenuh yang lebih tinggi dalam darahnya.

Hubungan antara penyakit jantung dan kadar lemak jenuh dalam darah tersebut memicu penelitian-penelitian lebih lanjut. Sejumlah riset ini kemudian menemukan bahwa lemak jenuh bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (low density lipoprotein/LDL) dalam darah. Kadar LDL yang terlalu banyak akan meningkatkan risiko penyakit jantung. 

Namun penelitian-penelitian terbaru justru kembali mempertanyakan kaitan antara lemak jenuh dan penyakit jantung. Beberapa riset tidak melihat adanya dampak signifikan dari mengurangi konsumsi lemak jenuh terhadap risiko seseorang terkena penyakit jantung atau stroke.

Sebaliknya, manfaat kesehatan dari lemak tak jenuh nampaknya sudah dipastikan sejak lama. Bukti pertama dari manfaat lemak tak jenuh bagi kesehatan jantung ditemukan pada tahun 1960an dalam penelitian di Yunani dan daerah Mediterania.

Penduduk di daerah tersebut memiliki angka kejadian penyakit jantung yang rendah walau pola makannya mengandung lemak. Kenapa bisa?

Ternyata, pola makan mereka lebih banyak mengonsumsi lemak tak jenuh yang membantu dalam menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah, mengurangi peradangan, dan membangun membran sel yang lebih kuat dalam tubuh. 

Harap diingat bahwa mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh dan tak jenuh tetap saja akan menyebabkan kegemukan atau obesitas. Kondisi ini kemudian meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Meski begitu, lemak tidak boleh sama sekali dihilangkan dari menu sehari-hari. Untuk amannya, Anda lebih baik mengonsumsi jenis lemak tak jenuh yang sudah terbukti memiliki manfaat bagi kesehatan.

NHS. https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/different-fats-nutrition/
Diakses pada 9 Oktober 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/difference-between-saturated-fats-and-unsaturated-fats-697517
Diakses pada 9 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321655.php
Diakses pada 9 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed