Fakta-fakta Penyakit Toksoplasmosis yang Berbahaya bagi Janin

(0)
08 Jul 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penyakit toksoplasmosis dapat membahayakan janin yang dikandung ibu hamilIlustrasi penyakit toksoplasmosis dan ibu hamil
Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan infeksi parasit bersel satu (protozoa) bernama Toksoplasma gondii (T. gondii). Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan kepada manusia. Toksoplasmosis sering kali dikira hanya penyakit pada kucing. Padahal, kucing hanya salah satu hewan yang dapat terinfeksi di antara hewan-hewan lainnya.Selain penularan dari ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya, hingga saat ini belum ditemukan kasus penularan antarmanusia dalam bentuk lainnya.

Penyebab penyakit toksoplasmosis

Ada cukup banyak hal yang bisa menjadi penyebab seseorang terkena penyakit toksoplasmosis. Penularan melalui feses kucing adalah penyebab yang paling umum terjadi. Hal itu disebabkan kucing termasuk hewan yang sering menjadi peliharaan dan berada di lingkungan manusia.Jika kucing terinfeksi maka parasit toksoplasma akan turut tersekresi pada feses kucing. Parasit menular saat ada kontak antara manusia dengan feses kucing, pasir, atau tanaman yang terkontaminasi oleh feses kucing terinfeksi. Inilah yang sering menjadi jalan penularan toksoplasma dari kucing kepada manusia.Selain kontak dengan feses kucing yang terinfeksi, penyebab penyakit toksoplasmosis pada manusia juga bisa disebabkan oleh:
  • Konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi toksoplasma, seperti daging kambing. daging babi, dan daging unggas yang terinfeksi. Produk susu yang telah terkontaminasi dan tidak melalui proses pasteurisasi juga bisa menyebabkan penularan.
  • Penggunaan peralatan dapur seperti pisau serta peralatan makan yang telah terkontaminasi
  • Memakan buah atau sayuran yang belum dicuci. Permukaan buah dan sayuran yang telah terkontaminasi oleh parasit toksoplasma bisa menyebar pada manusia, khususnya jika dimakan mentah atau tanpa dicuci terlebih dahulu.
  • Menerima transplantasi organ atau donor darah dari pendonor yang telah mengidap penyakit toksoplasmosis.

Gejala penyakit toksoplasmosis

Kebanyakan pengidap toksoplasmosis tidak memiliki gejala apa pun. Namun demikian, ada juga yang merasakan gejala-gejala umum, seperti terserang flu pada saat terinfeksi, demam, nyeri otot, sakit kepala, dan pembengkakan kelenjar getah bening, yang dapat berlangsung hingga satu bulan.Berat ringannya gejala yang diakibatkan oleh penyakit toksoplasmosis tergantung pada kondisi kekebalan tubuh masing-masing. Orang dengan imun tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS, pasien kemoterapi, atau penerima organ transplantasi, mungkin bisa mengalami gejala yang berat bahkan terjadi komplikasi.Beberapa komplikasi yang dapat diakibatkan oleh penyakit toksoplasmosis adalah sakit kepala, kebingungan, koordinasi lemah, kejang, masalah pada paru-paru yang mirip dengan gejala TBC atau pneumonia, serta penglihatan buram akibat peradangan pada retina (okular toksoplasmosis).Toksoplasmosis akut dapat berakibat pada kerusakan otak, mata, atau organ lainnya. Orang yang pernah terinfeksi toksoplasmosis dapat mengalami kondisi lebih parah saat terjadi kekambuhan. Bayi yang terinfeksi saat masih berada dalam kandungan, umumnya terlahir dalam kondisi normal. Tapi gejala-gejala dapat muncul selanjutnya seiring waktu pada masa kanak-kanak atau menjelang dewasa.

Efek penyakit toksoplasmosis pada kehamilan dan janin

Infeksi tokso sebelum masa kehamilan hampir tidak memberikan risiko penularan pada janin. Lain halnya jika infeksi pada ibu hamil terjadi 3 bulan sebelum kelahiran (trimester akhir). Maka besar kemungkinan bayi akan terinfeksi oleh toksoplasma.Akan tetapi, risiko terbesar pada bayi adalah jika infeksi penyakit toksoplasmosis terjadi pada saat awal masa kehamilan. Bayi bisa mengalami keguguran atau bahkan lahir mati. Selain itu bayi juga dapat terlahir dengan kondisi infeksi berat pada mata, pembesaran hati, dan penyakit kuning.

Pengobatan penyakit toksoplasmosis

Pengobatan penyakit toksoplasmosis tergantung pada kondisi orang yang terinfeksi, seperti:
  • Orang dengan kekebalan tubuh baik dan tidak menunjukkan gejala apa pun dapat sembuh tanpa pengobatan.
  • Orang yang sakit dapat diobati dengan menggunakan kombinasi pirimetamin dan sulfadiazine serta asam folinat.
  • Wanita hamil dan bayi dapat diobati walaupun tidak seluruh parasit dapat dimusnahkan. Parasit bisa tertinggal pada sel jaringan dalam kondisi tidak aktif.
  • Pengidap okular toksoplasmosis dapat diresepkan obat oleh dokter mata. Rekomendasi obat tergantung pada kondisi penyakit.
  • Orang dengan penurunan sistem imun tubuh harus mendapat penanganan hingga kondisinya mengalami perbaikan. Bagi penderita HIV/AIDS mungkin perlu meneruskan pengobatan untuk seumur hidup.
Untuk mencegah terkena penyakit toksoplasmosis, ada baiknya untuk selalu menjaga kebersihan diri dan juga hewan peliharaan. Penggunaan sarung tangan sangat dianjurkan pada saat membersihkan kotoran kucing atau berkebun.Selain itu, cucilah sayur, buah-buahan, serta peralatan makan yang digunakan. Jangan lupa untuk selalu memasak makanan hingga matang. Jika Anda memiliki kucing, selalu perhatikan kebersihan dan kesehatannya.
toksoplasmosis
Mayo Clinic
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/toxoplasmosis/symptoms-causes/syc-20356249
Diakses 24 Juni 2020
Centers for Disease Control and Prevention
https://www.cdc.gov/parasites/toxoplasmosis/gen_info/faqs.html
https://www.cdc.gov/parasites/toxoplasmosis/treatment.html
Diakses 24 Juni 2020
The National Center for Biotechnology Information
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4046541/
Diakses 24 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait