Fakta di Balik Suplemen Peninggi Badan yang Harus Anda Ketahui

Suplemen peninggi badan hanya dapat membantu mereka yang masih dalam masa pertumbuhan
Ilustrasi suplemen peninggi badan

Saat ini, banyak sekali suplemen peninggi badan yang dijual bebas dengan komposisi yang beraneka ragam. Manfaat suplemen peninggi badan digadang-gadang mampu meningkatkan tinggi badan seseorang, sekalipun sudah lewat masa pertumbuhan. Benarkah demikian?

Pertama-tama, perlu dipahami bahwa tinggi badan orang dewasa tidak mungkin bertambah ketika sudah melewati masa pertumbuhan. Artinya, Anda tidak akan bertambah tinggi meski telah banyak meminum suplemen peninggi badan dengan berbagai merek.

Dokter pun hanya akan memberi resep suplemen peninggi badan tertentu pada anak-anak ataupun orang dewasa dengan kelainan tertentu.

Misalnya, dokter akan merekomendasikan Anda meminum suplemen yang mengandung hormon pertumbuhan (HGH) sintetis untuk menambah jumlah hormon tersebut yang sudah ada di dalam tubuh.

Suplemen peninggi badan tetap baik untuk diminum

Suplemen peninggi badan yang beredar di pasaran saat ini biasanya mengandung vitamin D dan kalsium.

Meski kedua nutrisi ini tidak akan meninggikan postur tubuh Anda, suplemen peninggi badan mungkin tetap direkomendasikan untuk diminum oleh orang dewasa guna mencegah berbagai masalah tulang yang bisa muncul seiring pertambahan usia, seperti osteoporosis atau bungkuk, yang berpengaruh pada tinggi badan Anda.

Vitamin D berfungsi menjaga kesehatan tulang dengan meningkatkan kemampuannya menyerap kalsium yang masuk ke dalam tubuh. Tanpa vitamin D, tubuh hanya mampu menyerap 10-15 persen kalsium dari makanan yang Anda konsumsi.

Kalsium sendiri memainkan peran yang vital terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan, mulai dari menjaga kesehatan sistem saraf hingga melancarkan peredaran darah.

Fungsi utama dari kandungan yang terdapat pada suplemen peninggi badan tersebut adalah menguatkan tulang, termasuk saat menopause yang mengakibatkan tulang Anda lebih rapuh.

Jika Anda enggan mengonsumsi suplemen peninggi badan, vitamin D dan kalsium bisa didapatkan dari berbagai bahan alami yang mudah didapat.

Kalsium bisa diperoleh dari susu dan olahannya, serta makanan yang terfortifikasi kalsium (contohnya oatmeal dan jus jeruk kemasan), sementara vitamin D bisa didapat dari makanan, suplemen, maupun sinar matahari.

Kebutuhan setiap orang akan kalsium berbeda-beda tergantung kondisi kesehatan dan usia. Konsumsi suplemen peninggi badan yang mengandung kalsium sebaiknya dilakukan dengan porsi kecil (maksimal 500 mg), namun diminum beberapa kali sehari agar dapat diserap secara optimal.

Sementara itu, kebutuhan vitamin D orang dewasa di bawah usia 70 tahun adalah 700 IU dan tidak lebih dari 4.000 IU per hari.

Dosis yang lebih besar hanya boleh dikonsumsi oleh orang yang mengalami defisiensi vitamin D, itupun harus dengan rekomendasi dan pengawasan dokter.

Bukan dengan suplemen peninggi badan, bagaimana cara meninggikan badan yang tepat?

Sekitar 60-80 persen tinggi badan Anda dipengaruhi oleh faktor genetik yang tidak bisa diubah lagi. Kendati demikian, Anda dapat memaksimalkan 20-40 persen sisanya dengan konsumsi nutrisi yang baik dan olahraga tertentu, tidak harus dengan minum suplemen peninggi badan.

Ingat, cara meninggikan badan berikut ini hanya efektif dilakukan bila Anda masih dalam masa pertumbuhan. Sebagian besar pria maupun wanita biasanya mengakhiri masa ini ketika usia mereka menginjak 18 tahun.

Bagi Anda yang masih bisa memaksimalkan tinggi badan, berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan:

1. Konsumsi nutrisi seimbang

Asupan nutrisi yang baik memainkan peran yang vital bagi postur tubuh Anda.

Untuk itu, Anda sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan yang sehat selama masa pertumbuhan, seperti buah dan sayuran segar, susu, gandum utuh, dan makanan yang mengandung protein lainnya.

Jika perlu, Anda dapat mengonsumsi suplemen peninggi badan yang mengandung vitamin D dan kalsium tadi. Namun, konsumsi suplemen peninggi badan sebaiknya tetap dalam pengawasan dokter atau ahli nutrisi yang kompeten.

2. Jangan malas bergerak

Tetap aktif selama masa pertumbuhan memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah memicu produksi HGH yang berpengaruh pada tinggi badan. Selain itu, bergerak atau berolahraga juga dapat menguatkan tulang dan otot sehingga postur tubuh Anda terlihat lebih tegap dan memunculkan efek tubuh yang lebih tinggi.

3. Berlatih postur tegap

Postur tubuh yang buruk membuat Anda terlihat lebih pendek dari seharusnya. Oleh karena itu, hindari kegiatan yang membuat pundak atau punggung menjadi cepat bungkuk, misalnya bekerja di depan layar yang membuat Anda sering menunduk dan menekuk punggung.

Itulah penjelasan seputar suplemen peninggi badan dan cara lain yang bisa dilakukan untuk meninggikan badan Anda. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda.

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-increase-height
Diakses pada 1 Juni 2020

Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/womens-health/vitamin-d-and-calcium-supplements-take-them-or-leave-them
Diakses pada 1 Juni 2020

NIH. https://www.bones.nih.gov/health-info/bone/bone-health/nutrition/calcium-and-vitamin-d-important-every-age
Diakses pada 1 Juni 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319504
Diakses pada 1 Juni 2020

Artikel Terkait