Fakta di Balik Klaim Makanan Penyebab Leukemia

(0)
27 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Tidak ada bukti makanan penyebab leukemiaDaging olahan dianggap dapat menyebabkan kanker, namun bukan leukemia
Beberapa bahan makanan dipercaya dapat mengakibatkan munculnya sel-sel kanker di dalam tubuh, seperti kanker usus hingga kanker payudara. Lalu, apakah ada makanan penyebab leukemia alias kanker darah?Leukemia adalah jenis kanker yang terjadi pada darah atau sumsum tulang yang memproduksi sel darah itu sendiri. Leukemia khususnya terjadi ketika sumsum tulang membuat terlalu banyak sel darah putih atau disebut dengan leukosit.Kanker darah biasanya terjadi pada orang yang berusia di atas 55 tahun, namun tidak jarang ditemukan pada anak yang berumur di bawah 15 tahun. Leukemia banyak macamnya, dan pengobatannya akan sangat tergantung pada tipe kanker tersebut serta kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.

Fakta dan mitos makanan penyebab leukemia

Makanan memang tidak serta-merta menyebabkan kanker seperti halnya mengakibatkan naiknya kolesterol dalam darah. Hanya saja, penelitian memang membuktikan ada beberapa makanan yang disinyalir dapat menaikkan risiko Anda terkena kanker.Meski belum ada bukti adanya makanan penyebab leukemia, Anda sebaiknya tetap memerhatikan konsumsi dua jenis makanan berikut ini.

1. Gula dan karbohidrat refinasi

Makanan olahan yang tinggi kandungan gula serta rendah lemak dipercaya berhubungan dengan munculnya sel-sel kanker, terutama kanker perut, payudara, dan kolorektal. Meski demikian, gula tidak otomatis dikategorikan sebagai makanan penyebab leukemia.Menurut Komunitas Penderita Kanker Darah, Leukemia and Lymphoma Society, gula memang pada dasarnya merupakan makanan semua sel di dalam tubuh, baik itu sel sehat maupun sel kanker. Gula, termasuk yang diperoleh dari karbohidrat, merupakan sumber bahan bakar bagi sel tubuh untuk melakukan aktivitas.Meskipun demikian, menghindari konsumsi gula tidak akan membuat sel kanker otomatis kelaparan dan mati. Pasalnya, sel kanker akan menghasilkan tenaga dari lemak dan protein yang juga akan mengubah metabolisme karbohidrat secara keseluruhan.Sekalipun gula tidak terbukti sebagai makanan penyebab leukemia, akan sangat baik bila Anda tetap membatasi asupan gula untuk mencegah penyakit lain, seperti diabetes dan serangan jantung. Asosiasi Jantung Amerika (AHA) merekomendasikan konsumsi gula tidak lebih dari 6-9 sendok teh per hari, bahkan bisa lebih sedikit bila Anda memiliki faktor risiko diabetes.

2. Daging olahan

Daging olahan sudah sejak lama dikenal sebagai karsinogen alias zat yang dapat menyebabkan kanker dan hal ini dikonfirmasi oleh The International Agency for Research on Cancer (IARC). IARC menyimpulkan bahwa daging olahan memang dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker, terutama kanker kolorektal.Yang dimaksud daging olahan sendiri adalah daging yang sudah diproses untuk menguatkan rasa dan memperlama masa simpan, misalnya diasinkan, dimurnikan, atau diasap. Hot dog, ham, bacon, salami, hingga smoked beef adalah contoh daging olahan yang sebaiknya Anda hindari.Setali tiga uang, Anda juga sebaiknya membatasi konsumsi daging merah, seperti daging sapi, kambing, dan babi, hingga 340-510 gram saja per minggu. Daging juga sebaiknya tidak diolah dengan cara dibakar (misalnya dijadikan sate) atau diasap, melainkan dengan dipanggang terlebih dahulu.Alternatif lain adalah mengganti daging merah dengan sumber protein lain yang lebih sehat, seperti telur, daging ayam, susu rendah lemak, atau selai kacang. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah serta menerapkan pola makan sehat dan gizi seimbang.Kendati demikian, lagi-lagi, daging olahan belum bisa dikategorikan sebagai makanan penyebab leukemia. Lalu, apa sebetulnya penyebab munculnya sel-sel kanker darah dalam diri seseorang?

Penyebab munculnya leukemia

Hingga kini, para peneliti belum bisa menyimpulkan penyebab terjadinya leukemia. Dunia ilmu pengetahuan hanya bisa menyatakan bahwa kanker darah mungkin berkembang karena kombinasi faktor genetik dan adanya faktor risiko tertentu di dalam diri penderitanya.Faktor risiko yang dimaksud adalah:

1. Keturunan

Ketika ada anggota keluarga yang pernah atau sedang mengalami leukemia, kondisi yang sama bisa menimpa Anda.

2. Kelainan genetik

Adanya gen yang abnormal, misalnya pada penderita Down syndrome, juga dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami leukemia di kemudian hari.

3. Pernah menjalani perawatan kanker

Orang yang pernah menjalani kemoterapi atau terapi radiasi memiliki peluang lebih besar untuk terkena leukemia tipe tertentu.

4. Terpapar zat kimia berbahaya

Paparan zat kimia beracun, seperti benzene yang ditemukan pada bahan bakar minyak di industri kimia, berisiko memunculkan sel-sel kanker darah di sumsum tulang.

5. Merokok

Percaya atau tidak, merokok dapat menaikkan risiko munculnya salah satu tipe kanker darah, yakni leukemia myelogenous.Meskipun demikian, leukemia bisa saja terjadi walaupun seseorang tidak memiliki faktor risiko di atas. Akan tetapi, Anda bisa meminimalisirnya dengan menghindari faktor risiko yang bisa dicegah, seperti merokok dan paparan zat kimia berbahaya.
makanan tidak sehatkankerleukemia
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/142595
Diakses pada 12 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/cancer-and-diet
Diakses pada 12 Juli 2020
Pearlpoint Nutrition Services. https://pearlpoint.org/does-sugar-feed-cancer/
Diakses pada 12 Juli 2020
Pearlpoint Nutrition Services. https://pearlpoint.org/meat-and-cancer/
Diakses pada 12 Juli 2020
AHA. https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/sugar/how-much-sugar-is-too-much
Diakses pada 12 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/leukemia/symptoms-causes/syc-20374373
Diakses pada 12 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait