Fakta dan Mitos Seputar Gurah Mata yang Perlu Anda Tahu

(0)
08 Jun 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Gurah mata dilakukan dengan menggunakan bahan alami yang dijadikan obat tetes mataPenggunaan obat tetes mata
Gurah adalah salah satu jenis pengobatan tradisional Indonesia yang sudah melegenda, bahkan Anda mungkin pernah mencobanya. Gurah sendiri ada beberapa macam, salah satunya adalah gurah mata.Gurah mata adalah metode pengobatan mata dengan menggunakan air rebusan tumbuhan yang dikemas dalam botol. Cairan ini digunakan dengan cara diteteskan langsung ke mata seperti halnya Anda menggunakan obat tetes mata pada umumnya.Lalu, apakah gurah mata ini memang efektif mengobati penyakit mata? Ataukah ada bahaya yang mengintai di balik gurah mata?

Benarkah gurah mata efektif menyembuhkan penyakit mata?

Tidak sedikit orang yang mengaku bahwa masalah matanya sembuh dengan metode gurah mata ini. Di beberapa negara, termasuk Indonesia, obat tetes mata tradisional yang mirip dengan gurah mata dipercaya dapat menyembuhkan berbagai masalah pada mata, seperti:
  • Keratitis
  • Konjungtivitis
  • Mata bengkak
  • Infeksi mata karena bakteri atau virus
  • Mata plus atau minus
  • Katarak
  • Glaukoma
  • Floaters (penglihatan seperti berbintik)
  • Kebutaan.
Meskipun demikian, klaim ini hanya didasarkan atas testimoni penggunanya, bukan hasil penelitian ilmiah yang dipertanggungjawabkan. Fakta di lapangan bahkan membuktikan keberhasilan penggunaan bahan herbal sebagai obat tetes mata bukan hanya tergantung dari jenis bahan yang digunakan, namun juga kualitas bahan itu, takarannya, hingga metode yang digunakan untuk meracik obat gurah mata tersebut.

Benarkah gurah mata tidak memiliki efek samping?

Mayoritas masyarakat masih menganggap bahwa menggunakan obat-obatan herbal, seperti pada gurah mata, pasti lebih aman dibanding penggunaan obat tetes mata dari dokter yang mengandung bahan kimia. Padahal kenyataannya sebaliknya, bahan-bahan yang digunakan dalam obat kimia relatif aman karena sudah melewati uji medis berbagai tahapan, sedangkan komposisi obat tetes gurah mata relatif tidak diketahui.Sebagian besar bahan pembuat cairan gurah mata didapat dari tumbuh-tumbuhan. Namun tidak sedikit juga yang mencampurnya dengan hasil pembuangan dari binatang, seperti urine, kotoran sapi atau kadal, bahkan lendir manusia.Tentunya, bahan-bahan tersebut dikhawatirkan mengandung patogen berbahaya yang dapat mengakibatkan masalah penglihatan bila diteteskan langsung ke bola mata manusia. Beberapa risiko penggunaan gurah mata, antara lain:
  • Nyeri setelah bola mata diteteskan cairan herbal
  • Berkurangnya kualitas penglihatan
  • Kebutaan.
Di antara ketiga risiko tersebut, kebutaan merupakan efek negatif gurah mata yang paling banyak terjadi (20 persen). Bahkan berdasarkan hasil studi di Afrika menyebut 8-10 persen kebutaan yang terjadi di Benua Hitam disebabkan oleh penetesan obat herbal semacam gurah mata ini.Sayangnya, sebagian besar pengguna gurah mata tidak menyadari adanya efek negatif yang mungkin terjadi seperti disebutkan di atas. Tak heran bila praktik gurah mata masih marak di Tanah Air, bahkan obat tetes gurah mata banyak dijual bebas di toko online.

Solusi aman dan efektif dalam mengobati penyakit mata

Bagi Anda yang memiliki masalah mata, sebaiknya tetap mendahulukan pengobatan medis dibanding gurah mata. Saat ini, obat tetes mata bukan hanya dapat mengatasi mata iritasi akibat kemasukan debu, namun juga berbagai kondisi sesuai dengan kandungan yang terdapat di dalamnya, seperti:
  • Tetes mata berbagan dasar air: untuk mengatasi mata kering
  • Tetes mata dekongestan: untuk mengurangi mata merah akibat iritasi
  • Tetes mata anthistamin: untuk mengatasi alergi, mata yang terasa gatal, serta konjungtivitis (pink eye)
  • Pencuci mata atau air mata artifisial: untuk mengatasi mata yang terasa kebas, bengkak, atau mengeluarkan cairan berlebih.
Tetes mata ini dapat digunakan 2-4 kali sehari atau sesuai rekomendasi dokter. Usahakan memilih obat tetes mata yang bebas pengawet demi menghindari terjadinya iritasi.Sementara bagi pengidap katarak, glukoma, maupun mata plus/minus, sebaiknya mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter mata.
kesehatan mataobat mata
Repository Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. http://repository.wima.ac.id/7642/2/BAB%201.pdf
Diakses pada 19 Mei 2020
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2211505614000283
Diakses pada 19 Mei 2020
Sahel Medical Journal Online. http://www.smjonline.org/article.asp?issn=1118-8561;year=2017;volume=20;issue=2;spage=59;epage=63;aulast=Kayoma
Diakses pada 19 Mei 2020
iMedPub. https://herbal-medicine.imedpub.com/traditional-eye-medicines-in-tanzaniaproducts-health-risk-awareness-and-safetyevaluation.php?aid=8393
Diakses pada 19 Mei 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/homemade-eye-drops
Diakses pada 19 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait