Sayangi Diri dengan Pahami Fakta dan Mitos Kesehatan terkait Penyakit Jantung Ini

Agar terhindar dari berita bohong, perkaya diri Anda dengan memahami fakta dan mitos kesehatan terkait penyakit jantung
Agar terhindar dari berita bohong, perkaya diri Anda dengan memahami fakta dan mitos penyakit jantung

Setiap bulan September, masyarakat global merayakan Hari Jantung Sedunia. Peringatan ini tentu dapat mengingatkan kita, betapa pentingnya menjaga kesehatan jantung.

Selain itu, momen ini juga dapat membantu Anda mempelajari fakta-fakta penyakit dan kesehatan jantung. Sebab, ada banyak sekali mitos kesehatan, yang berkaitan dengan penyakit jantung.

Fakta dan mitos kesehatan mengenai penyakit jantung

Mitos kesehatan, termasuk yang berkaitan dengan penyakit jantung, dapat berbahaya. Sebab, apabila memercayai mitos-mitos, Anda bisa mengalami faktor risiko penyakit ini, atau melewatkan hal-hal yang perlu dilakukan, untuk menjaga kesehatan jantung.

Apa saja mitos kesehatan terkait penyakit jantung?

  • Mitos penyakit jantung #1: Anak muda tak perlu khawatir dengan penyakit jantung

Sayangnya, hal ini hanyalah mitos. Penyakit jantung mengintai setiap kalangan usia, karena faktor risikonya yang juga kerap terjadi di usia muda. Faktor risiko tersebut, termasuk kondisi obesitas, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi yang juga bisa menimpa Anda di usia belia.

Anda juga harus menghilangkan prinsip, untuk menikmati hidup dengan cara yang tidak sehat. Sebab, apa yang dilakukan hari ini, dapat menjadi bumerang di kemudian hari.

  • Mitos penyakit jantung #2: Serangan jantung hanya terjadi jika dada sakit

Serangan jantung memang memiliki gejala umum berupa rasa sakit di dada. Walau begitu, serangan ini juga dapat menimbulkan tanda-tanda yang kerap diabaikan, seperti napas pendek, mual, pusing, hingga rasa sakit di lengan, rahang, atau punggung.

Apabila Anda merasakan gejala yang tidak biasa, dan mungkin tidak seperti serangan jantung, segera cari bantuan medis.

  • Mitos penyakit jantung #3: Tekanan darah tinggi bisa memberikan pertanda

Tekanan darah tinggi tergolong sebagai silent killer tanpa peringatan, sehingga Anda tidak menyadarinya.

Dengan begitu, cara terbaik untuk mengetahui tekanan darah Anda, yakni dengan menjalani pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Pengecekan dini hipertensi dapat menghindarkan Anda dari berbagai komplikasi, seperti serangan jantung, penyakit stroke, hingga kerusakan ginjal.

  • Mitos penyakit jantung #4: Gagal jantung berarti jantung berhenti mendadak

Faktanya, kondisi yang membuat jantung berhenti (henti jantung atau cardiac arrest), bukanlah gagal jantung. Apabila mengalami gagal jantung, organ tersebut masih bekerja, hanya saja tidak dapat memompa darah dengan efektif.

Gagal jantung membuat penderitanya mengalami napas pendek, pembengkakan di kaki, dan batuk terus-menerus. Sementara itu, tatkala mengalami henti jantung, tubuh akan menunjukkan gejala seperti kehilangan kesadaran, tidak teraba nadi dan napas.

  • Mitos penyakit jantung #5: Tak perlu mengecek kolesterol hingga usia paruh baya

Pernyataan tersebut tidaklah benar. American Heart Association (AHA) merekomendasikan agar Anda rutin melakukan pengecekan kolesterol 5 tahun sekali, jika sudah menginjak usia 20 tahun. Urgensi tes tersebut lebih besar, apabila terdapat anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung.

  • Mitos penyakit jantung #6: Penyakit jantung tidak dapat dicegah jika keluarga memiliki riwayat penyakit jantung

Walau orang yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung, memang berisiko tinggi juga mengalami kondisi ini, individu tersebut tetap dapat menerapkan langkah-langkah untuk megurangi risikonya.

Gaya hidup sehat menjadi kunci untuk menurunkan potensi penyakit jantung, walau Anda berisiko karena mempunyai riwayat keturunan. Gaya hidup tersebut, termasuk dengan tidak merokok, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, serta mengendalikan tekanan darah tinggi. Pastikan Anda juga menjalani pemeriksaan kadar gula darah serta menjaga bobot badan yang ideal.

  • Mitos penyakit jantung #7: Detak jantung cepat berarti serangan jantung

Ada kalanya detak jantung bervariasi, bergantung pada aktivitas yang Anda lakukan. Misalnya, saat berolahraga atau ketika gembira, detak jantung dapat menjadi cepat. Sementara itu, waktu Anda tidur, detak jantung dapat melambat.

Pada sebagian besar aktivitas, detak jantung yang berubah tidak perlu dikhawatirkan. Walau begitu, pada beberapa orang, hal tersebut dapat menjadi pertanda aritmia, atau kondisi detak jantung tidak teratur.

Kebanyakan kasus aritmia tidak berbahaya, namun terkadang dapat berlangsung lama, sehingga membutuhkan penanganan dokter.

[[artikel-terkait]]

Catatan dari SehatQ

Penyakit jantung dapat menyerang segala umur, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia. Apabila Anda merasa berada dalam kondisi yang sehat-sehat, tak ada salahnya untuk menjalani pemeriksaan indikator kesehatan jantung, seperti kadar kolesterol, tekanan darah, hingga kadar gula darah.
Selain dengan menjauhi faktor risiko penyakit jantung, banyak cara menjaga kesehatan jantung yang menyenangkan. Antara lain dengan rutin membersihkan rumah, tidak melewatkan sarapan, hingga mengadopsi hewan peliharaan. Terakhir, jangan lupa bahagia!

American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/consumer-healthcare/what-is-cardiovascular-disease/top-10-myths-about-cardiovascular-disease

Diakses pada 24 September 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-heart-tips

Diakses pada 24 September 2019

Banner Telemed