7 Fakta dan Mitos Ereksi Keras dan Penis yang Mencengangkan

Ada banyak fakta dan mitos mengenai penis dan ereksi keras
Ereksi keras yang berlangsung lama tanpa adanya rangsangan seksual disebut dengan priapismus

Entah Anda pernah mengalaminya atau tidak, penis selalu punya fakta-fakta mencengangkan yang menarik untuk dikulik lebih jauh. Mulai dari masalah ereksi keras, penis ‘patah’, dan banyak lagi.

Nah, kali ini SehatQ akan mewadahi semua pemikiran-pemikiran Anda –yang terjanggal sekalipun – terkait penis. Kita akan membandingkan mitos dan fakta, tentu saja lengkap dengan data ilmiah yang mendasarinya.

[[artikel-terkait]]

Yuk, kita simak!

Mitos fakta seputar penis

SehatQ telah mengumpulkan 7 mitos fakta seputar penis dan ereksi keras yang umum terjadi dan membuat penasaran banyak orang. Beberapa di bawah ini mungkin menjawab rasa ingin tahu Anda selama ini.

1. Mitos atau fakta: Anda bisa mematahkan penis

Jawabannya: Fakta.
Sebelum panik, ingatlah bahwa hal ini sangat jarang terjadi. Meski demikian, penis bisa saja patah.

Sebenarnya, penis tidak memiliki tulang, melainkan terdiri dari pembuluh-pembuluh yang ketika dialiri darah, akan menyebabkan ereksi.

Jika Anda menekannya terlalu keras atau membengkokkannya terlalu jauh, pembuluh-pembuluh ini bisa robek. Apabila terjadi, penis akan membengkak dan luka.

Biasanya, penis bisa sampai patah ketika ada gerakan tak terduga saat berhubungan seksual. Posisi yang paling rawan adalah ‘woman on top’.

2. Mitos atau fakta: ereksi keras bisa terjadi sejak usia di bawah satu tahun

Jawabannya: Fakta.
Pernah melihat bayi laki-laki mengalami ereksi saat popoknya sedang diganti? Ya, itu adalah ereksi. Bahkan, beberapa bayi laki-laki bisa terlahir dengan ereksi.

Rekaman USG bayi bahkan dapat menunjukkan bahwa ereksi mungkin terjadi sejak masih di janin. Penyebabnya tentu bukan stimulus seksual, melainkan respons alamiah tubuh.

3. Mitos atau fakta: panjang penis sama dengan ukuran sepatu

Jawabannya: Mitos.
Dari sebuah penelitian yang diunggah di jurnal British Journal of Urology, tidak ada korelasi sama sekali antara ukuran sepatu dengan panjang penis.

Sebelumnya pada tahun 1993, memang pernah ada penelitian yang menyebutkan bahwa panjang penis terkait dengan tinggi badan dan panjang kaki, namun tidak bisa dijadikan estimasi yang presisi.

Lalu apa yang lebih erat korelasinya dengan panjang penis? Penelitian dari International Journal of Impotence Research menyebut bahwa dimensi penis lebih erat hubungannya dengan usia, tinggi badan, dan panjang telunjuk seorang pria.

4. Mitos atau Fakta: Ingin cegah masturbasi, coba makan cornflakes

Jawabannya: Mitos.
Tentu saja tidak ada hubungan antara makan cornflakes dengan distraksi rasa ingin melakukan masturbasi. Hal ini bahkan ditegaskan langsung oleh pencipta sereal sarapan Dr. John Harvey Kellogg, bahwa produk yang dibuatnya tidak ada hubungannya dengan masalah masturbasi.

Tahukah Anda, pada abad 18 dan 19 silam, masyarakat Barat sangat menentang aktivitas ‘menyentuh’ tubuh sendiri atau masturbasi. Salah satu yang sangat vokal menolak adalah Dr. Kellogg.  

Sang dokter asal Michigan ini merumuskan bahwa makanan tertentu seperti daging-dagingan dapat membangkitkan gairah seksual. Menurutnya, sereal dapat mengekang gairah berlebihan tersebut. Mungkin dari situlah mitos ini berawal.

5. Mitos atau Fakta: Jika ereksi keras terjadi selama lebih dari 4 jam, sebaiknya Anda coba naik tangga

Jawabannya: Fakta.
Untuk urusan penis keras, ada istilah medis yaitu priapismus, ketika penis ereksi keras dalam jangka waktu berjam-jam dan bisa menyebabkan nyeri. Kondisi ini biasanya dipicu oleh obat-obatan disfungsi ereksi.

Faktanya, dibandingkan dengan menyalurkannya dengan berhubungan seksual atau memberi kompres, dokter akan menyarankan menaiki tangga. Olahraga ringan seperti menaiki tangga bisa mengalihkan aliran darah ke penis menuju bagian tubuh lainnya.

Meski demikian, jika priapismus tetap terjadi selama berjam-jam, harus segera diperiksakan ke dokter.

6. Mitos atau fakta: ereksi keras bisa terjadi saat Anda terlelap

Jawabannya: Fakta.
Sangat wajar bagi pria untuk terbangun dan mengalami ereksi keras. Namun apa yang tidak wajar dan mungkin belum banyak disadari? Ereksi keras juga bisa terjadi ketika mereka terlelap.

Seorang pria bisa mengalami ereksi keras sebanyak 3-5 kali sepanjang malam. Selama hal ini tidak mengganggu, maka bukan masalah.

Namun jika membuat tidur Anda tidak nyenyak, bisa jadi ada kaitannya dengan stres, rasa cemas berlebihan, atau lingkungan sekitar.

7. Mitos atau fakta: operasi memperbesar penis bisa dilakukan

Jawabannya: Fakta.
Sering mendengar operasi yang menawarkan hasil penis lebih panjang dan gagah? Memang, operasi ini rata-rata bisa menambah panjang penis rata-rata sekitar 2 cm.

Meski demikian, operasi ini sangat berisiko, tidak terbukti secara ilmiah, kadang bersifat sementara dan menguras kantong. Belum cukup membuat Anda gentar? Bayangkan efek samping apa yang bisa terjadi.

Selain rasa sakit, penis justru bisa jadi lebih kecil karena jaringan parut yang seakan membuat penis menyusut.

Masih banyak mitos fakta lain seputar penis dan ereksi keras lainnya, yang mungkin pernah Anda yakini sebagai fakta. Atau sebaliknya, pernah Anda anggap sebagai mitos padahal benar-benar bisa terjadi.

Apapun itu, bekali diri dengan banyak membaca dan mencari tahu seputar your best buddy – penis – akan membuat Anda tidak mudah panik dan tahu apa yang perlu dilakukan di saat darurat.

WebMD. https://www.webmd.com/men/rm-quiz-is-my-penis-normal
Diakses pada 23 Mei 2019

International Journal of Impotence Research. https://www.nature.com/articles/3901532
Diakses pada 23 Mei 2019

British Journal of Urology. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1046/j.1464-410X.2002.02974.x
Diakses pada 23 Mei 2019.

Healthline. https://www.healthline.com/health/erectile-dysfunction/surprising-facts#1
Diakses pada 23 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320748.php
Diakses pada 23 Mei 2019

Mental Floss. http://mentalfloss.com/article/32042/corn-flakes-were-invented-part-anti-masturbation-crusade
Diakses pada 18 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed