Fakta Anak Pertama, Benarkah Memiliki 10 Karakter Ini?

Ada berbagai karakter yang diyakini sebagai fakta anak pertama
Memiliki sifat bertanggung jawab dipercaya sebagai fakta anak pertama

Banyak orang mencari berbagai informasi mengenai fakta anak pertama di dunia maya. Hal ini bukan tanpa alasan karena menjadi anak pertama dipercaya memiliki keunikan tersendiri. 

Sebagai anak yang pertama lahir daripada saudara-saudara kandungnya, anak sulung seringkali disebut lebih mandiri dan bertanggung jawab. Namun, benarkah demikian?

Fakta anak pertama, memiliki karakter ini?

Psikiater Alfred Adler percaya bahwa kepribadian dipengaruhi oleh urutan kelahiran. Anak sulung, anak tengah, maupun anak bungsu, dianggap memiliki karakter yang berbeda-beda, dan itu merupakan hal yang wajar. 

Khusus anak pertama, terdapat sejumlah karakter unik yang umumnya dipercaya sebagai karakter mereka, yakni:

  • Cerdas

Studi menemukan bahwa anak pertama cenderung lebih cerdas daripada saudara kandungnya. Alasannya adalah pada awal kehidupannya, anak pertama cenderung mendapatkan perhatian ekstra dari orangtua dibanding dengan adik-adiknya.

  • Mandiri

Anak pertama cenderung mandiri karena fokus orangtua tidak hanya kepadanya, tetapi juga terbagi untuk mengurus adik yang dimilikinya. Kondisi ini bisa membuat mereka terbiasa melakukan berbagai hal sendiri.

  • Peduli

Anak sulung cenderung peduli terhadap orang lain. Ini terjadi karena mereka terbiasa mengasuh dan melindungi adiknya, terutama saat sang adik membutuhkan perlindungan atau bantuan. Oleh sebab itu, ketika orang lain membutuhkan maka ia tak segan untuk membantu.

  • Pemimpin

Sebuah studi dari University of Georgia menemukan bahwa anak pertama cenderung lebih memiliki jiwa kepemimpinan. Sayangnya, pada sebagian anak, karakter ini bisa membuatnya menjadi orang yang suka memerintah.

  • Bertanggung jawab

Seringkali anak pertama tumbuh menjadi orang yang bertanggung jawab. Mereka akan melakukan pekerjaannya sendiri dengan baik. Namun, memberi tanggung jawab yang terlalu besar pada anak pertama dapat membuatnya merasa terbebani sehingga memicu terjadinya stres.

  • Pekerja keras

Memiliki adik membuat anak sulung lebih sulit mendapat perhatian lebih dari orangtua. Oleh sebab itu, mereka seringkali bekerja lebih keras untuk membuat orangtua bahagia dan terkesan. Hal ini membuat anak pertama cenderung lebih berorientasi terhadap prestasi.

  • Perfeksionis

Didasari oleh perasaan ingin membuat orangtua terkesan, anak tertua cenderung menjadi perfeksionis. Ia akan berusaha menjadi yang terbaik dan mewujudkan keinginan orangtuanya. Oleh sebab itu, banyak anak sulung yang berhasil dalam sekolah, karier, ataupun hal lain. 

  • Penurut

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Child Development menemukan bahwa anak pertama lebih penurut daripada adiknya. Mereka juga memliki kecenderungan lebih rendah untuk memberontak dibanding anak kedua.

  • Tidak terlibat perilaku berisiko

Anak pertama cenderung tidak terlibat dalam perilaku berisiko. Sebuah studi dari jurnal Economic Enquiry menemukan bahwa anak tertua jauh lebih kecil kemungkinannya untuk menggunakan zat terlarang dan seks bebas daripada anak tengah ataupun anak terakhir.

  • Berada di zona nyaman

Anak sulung cenderung memiliki rasa takut yang kuat akan kegagalan sehingga apa pun yang dilakukannya tidak membuat mereka merasa lebih baik. Takut membuat kesalahan dalam mengambil langkah pun membuat anak tertua tetap berada pada zona nyamannya dan tak menyukai perubahan.

Perlu diingat bahwa tidak semua anak pertama memiliki karakter yang sama seperti daftar di atas. Sebab, banyak faktor yang dapat memengaruhi karakter seorang anak, seperti keluarga, teman, maupun lingkungan.

Sebenarnya karakter-karakter diatas tidak selalu dialami setiap anak karena karakter seseorang akan tergantung dari lingkungan dan  pola pengasuhan orangtua, namun yang sudah pasti adalah setiap anak akan mewarisi 50% DNA dari masing-masin orangtua, selain mewarisi bentuk wajah, anak Anda akan mewarisi ekspresi bahkan hingga ke sifat detail orangtua, misalnya si anak mengikuti ekspresi ayah saat marah.

Cara membimbing anak pertama

Anak pertama mungkin merasa tersisihkan dan kurang perhatian setelah memiliki adik. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan dalam membimbing anak pertama, seperti: 

  • Tidak membebani

Memberi anak pertama tugas dan tanggung jawab merupakan hal yang biasa orangtua lakukan. Namun, berilah tugas tersebut sesuai usia dan kemampuannya. Jangan sampai ia merasa terbebani. Selain itu, orangtua juga harus memberi waktu bagi anak untuk bermain dan bersantai. 

  • Memberi contoh yang baik

Sifat pemimpin yang dimiliki anak pertama mungkin bisa menjadikannya arogan. Namun, Anda harus memberi contoh yang baik dengan menunjukkan rasa sabar, menjadi pendengar yang baik, dan dapat berkomunikasi satu sama lain.

  • Menyemangati dan memuji

Ketika anak pertama gagal untuk membuat orangtua terkesan, maka ia akan merasa sangat sedih dan terpukul. Namun, tetaplah menyemangati dan memujinya atas usaha yang sudah ia lakukan. Respons ini akan membantu anak merasa lebih tenang.

  • Meluangkan waktu

Anak tertua bisa merasa diacuhkan oleh orangtua ketika memiliki adik. Oleh sebab itu, orangtua harus meluangkan waktu untuk mengobrol ataupun bermain bersama anak sulungnya. Sebab, setiap anak tentu membutuhkan waktu bersama orangtuanya.

Sudah menjadi tugas orangtua untuk merawat dan menjaga anaknya. Jangan sampai Anda membeda-bedakan anak karena tindakan ini hanya akan membuat mereka merasa terkucilkan. Perlakukan anak dengan penuh kasih sayang, namun tetap memberi batasan dan aturan yang tepat.

Web MD. https://www.webmd.com/parenting/news/20170209/first-born-intelligence
Diakses pada 29 Desember 2019
Bustle. https://www.bustle.com/p/7-interesting-habits-all-first-born-children-have-in-common-7515592
Diakses pada 29 Desember 2019
Parents. https://www.parents.com/baby/development/social/birth-order-and-personality/
Diakses pada 29 Desember 2019
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/kids-health/helping-your-first-overcome-oldest-child-syndrome/. Diakses pada 29 Desember 2019.

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed