Jangan Tertipu Dengan Kepopuleran Facial Vampir? Ada Risiko Tertular HIV

Seperti namanya facial vampir meliputi pengolesan darah pada wajah dengan platelet
Seperti namanya facial vampir meliputi pengolesan darah pada wajah dengan platelet

11 Maret 2013 lalu, hampir 150.000 pengguna Instagram di seluruh dunia memberikan like pada salah satu foto sang sosialita, Kim Kardhasian. Dalam unggahannya, Kim mengambil foto selfie dengan tagar #VampireFacial. Sejak itu, popularitas facial vampir melejit.

Sayangnya, popularitas ini bukannya tanpa risiko.

Tahun 2018, dua wanita pelanggan salon kecantikan di Albuquerque, New Mexico terinfeksi virus HIV usai menjalani perawatan facial vampir. Terbayang bahayanya?

Apa itu facial vampir?

Pada dasarnya, facial vampir tidak melibatkan proses bedah membedah sama sekali. Nama resmi dari tindakan facial vampir adalah Platelet Rich Plasma (PRP) Therapy.

Pertama-tama, darah dari lengan Anda akan diambil dan ditempatkan di sebuah centrifuge. Setelah itu, darah dalam centrifuge diputar dengan kecepatan tinggi hingga plasma darahnya mengalami ekstraksi.

Barulah kemudian ekstrak darah atau platelet akan disuntikkan kembali menggunakan jarum. Mengapa platelet? Ini adalah bagian dari darah yang bisa menstimulus peremajaan sel-sel kulit.

Usai disuntikkan, PRP tadi akan dioleskan ke seluruh wajah – seperti yang ditunjukkan Kim Kardhasian, Bar Rafaeli, dan publik figur lainnya dalam foto-foto mereka.

4 Dampak Facial Vampire?

Facial vampir begitu populer bukan tanpa sebab. Terapi regeneratif ini menjanjikan banyak hal yang diidamkan wanita, seperti:

Pertanyaan besarnya: amankah facial vampir?

Bagi orang yang menjalani perawatannya, rasanya tidak akan terlalu sakit. Sebelum disuntik, wajah akan dioles krim yang membuat mati rasa.

Efek samping lain yang mungkin terjadi pun hanya sementara. Wajah mungkin tampak membengkak, terasa gatal, atau sedikit memar di area mata.

Apakah semulus itu proses facial vampir ini? Sayangnya tidak.

Facial vampir dan HIV

Dua wanita yang hadir di acara VIP Spa di Albuquerque, New Mexico, mungkin tak pernah menyangka facial vampir yang mereka lakukan berujung terinfeksi HIV.

Berdasarkan investigasi New Mexico Department of Health (NMDOH), infeksi HIV ini diduga terjadi saat menjalani prosedur facial vampir di VIP Spa tersebut. Pada 7 September 2018, izin operasi VIP Spa dicabut.

Dari hasil investigasi, diduga kuat virus HIV tertular karena penanganan jarum suntik di VIP Spa yang tidak sesuai prosedur.

Bahkan, akhir April lalu NMDOH menawarkan tes darah gratis bagi pelanggan yang menjalani perawatan di tempat yang sama. Infeksinya meliputi HIV, Hepatitis B, atau Hepatitis C.

Bisakah semua orang menjalani facial vampir?

Meskipun telah disebutkan di atas bahwa prosedur facial vampir tidaklah sakit, namun terapi ini bukan untuk semua orang.

Apabila Anda tidak gentar dengan kasus dua orang terinfeksi HIV usai menjalani facial vampir, coba pertimbangkan faktor lain.

Salah satunya, terapi PRP bukan untuk orang yang pernah mengalami penyakit berkaitan dengan darah. Contohnya masalah koagulasi atau pendarahan.

Pilihan untuk menjaga keremajaan kulit dengan cara alami sangat banyak – dan minim risiko. Mungkin itu jauh lebih aman bagi Anda.

BBC. https://www.bbc.com/news/48114494
Diakses 12 Mei 2019

New Mexico Department of Health. https://nmhealth.org/news/alert/2019/4/?view=762
Diakses 12 Mei 2019

The Sun. https://www.thesun.co.uk/fabulous/3037603/vampire-facial-beauty-kim-kardashian-bar-refaeli/
Diakses 12 Mei 2019

Women’s Health. https://www.womenshealthmag.com/health/a27326335/vampire-facial-hiv-new-mexico-spa/
Diakses 12 Mei 2019

Allure. https://www.allure.com/story/vampire-facial
Diakses 12 Mei 2019

Independent. https://www.independent.co.uk/life-style/fashion/vampire-facial-cost-benefits-what-is-it-kim-kardashian-beauty-treatment-a8232696.html
Diakses 12 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed