logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Eylea, Opsi Baru dalam Pengobatan Retinopati Diabetik

open-summary

Retinopati diabetik menjadi salah satu penyebab terjadinya kebutaan akibat komplikasi diabetes. Salah satu obat yang telah lama beredar, Eylea, ternyata memiliki manfaat baru untuk mencegah perburukan penyakit yang menyebabkan kebutaan ini.


close-summary

11 Jun 2019

| Giovanni Jessica

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Eylea memiliki manfaat baru untuk mencegah perburukan penyakit diabetik retinopati

Retinopati diabetik kini memiliki pengobatan baru

Table of Content

  • Perjalanan penyakit retinopati diabetik
  • Pilihan pengobatan yang tersedia untuk retinopati diabetik
  • Penggunaan Eylea untuk retinopati diabetik

Eylea (Aflibercept) telah digunakan untuk pengobatan gangguan pada mata sejak tahun 2011. Penggunaannya ditujukan pada penderita degenerasi makula, yaitu penurunan pada pusat penglihatan. Delapan tahun kemudian, tepatnya pada Mei lalu, Eylea mendapat persetujuan untuk digunakan sebagai pengobatan retinopati diabetik.

Advertisement

Perjalanan penyakit retinopati diabetik

Komplikasi diabetes melitus bisa menyebabkan berbagai kerusakan pada organ. Salah satu organ yang paling sering menjadi korbannya adalah mata. Kondisi kerusakan mata akibat diabetes melitus ini disebut dengan retinopati diabetik. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama kebutaan pada orang dewasa.

Kadar gula darah yang tidak terkontrol menyebabkan terjadinya kerusakan pada pembuluh darah yang bertugas memberikan pasokan darah pada retina. Hal ini menyebabkan kebocoran cairan dari pembuluh darah dan gangguan pada penglihatan.

Kondisi diabetik retinopati secara garis besar dibagi menjadi dua tipe, yaitu retinopati diabetik nonproliferatif dan proliferatif. Retinopati diabetik nonproliferatif merupakan tipe yang ringan dan tidak bergejala. Apabila tidak mendapatkan penanganan, kondisi nonprolifetaif dapat berubah menjadi proliferatif, di mana terbentuk pembuluh darah abnormal pada retina.

Kesulitan yang dihadapi pada diabetik retinopati adalah kerusakan yang terjadi seringkali tidak disadari, hingga akhirnya terjadi kehilangan penglihatan atau kebutaan. Ketidaktahuan ini menyebabkan banyaknya kondisi retinopati diabetik yang tidak terobati.

Pilihan pengobatan yang tersedia untuk retinopati diabetik

Pengobatan retinopati diabetik bergantung pada tingkat keparahan dan faktor risiko yang dimiliki. Pada tipe nonproliferatif, cukup dilakukan kontrol gula darah yang baik dengan pemantauan berkala terhadap kondisi mata penderita.

Akan tetapi, pada retinopati diabetik yang sudah terjadi proliferasi pembuluh darah abnormal, operasi perlu dilakukan. Pilihan operasi yang bisa diambil adalah operasi dengan sinar laser atau fotokoagulasi. Pada kasus tertentu, perlu dilakukan vitrektomi, yaitu pengambilan sebagian vitreus dalam bola mata.

Baca Juga

  • Ini Alasan Penderita Diabetes Wajib Kunjungi Dokter Spesialis Mata
  • Retinopati Diabetik: Efek Gula Darah Tinggi pada Mata
  • 11 Komplikasi Diabetes Melitus Tipe 1 dan 2 yang Mungkin Terjadi

Penggunaan Eylea untuk retinopati diabetik

Penemuan obat baru Eylea (Aflibercept) memberikan kemungkinan pengobatan bagi retinopati diabetik yang sudah dalam tingkatan parah. Eylea merupakan vascular endothelial growth factor (VEGF) inhibitor, yaitu faktor yang berperan menghambat pertumbuhan pembuluh darah abnormal yang terbentuk pada penderita retinopati diabetik.

Dengan adanya obat ini, seseorang yang terancam mengalami kebutaan memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk dapat mempertahankan penglihatannya. Pada awalnya, Eylea digunakan untuk mengatasi pembengkakan pada makula (daerah pada mata berbentuk bulat yang terletak di bagian belakang retina).

Penelitian yang dilakukan mendapatkan hasil bahwa Eylea mampu menurunkan risiko terjadinya perburukan retinopati diabetik sebesar 85% sampai 88%. Konsumsi Eylea dilakukan setiap 8 minggu atau 16 minggu.

Obat Eylea digunakan digunakan dengan cara disuntikkan ke dalam rongga vitreous (rongga pada mata yang berisi cairan seperti jeli) sebanyak 2 mg setiap 4 minggu untuk 5 suntikan pertama, kemudian dilanjutkan sebanyak 2 mg setiap 8 minggu.

Eylea kadang menyebabkan efek samping ringan, yaitu perdarahan konjungtiva, nyeri pada mata, katarak, peningkatan tekanan bola mata, pelepasan vitreous (cairan bola mata), dan
vitreous floaters (bayangan atau bintik hitam yang melayang-layang pada penglihatan).

Sedangkan, efek samping serius dari obat ini adalah endoftalmitis (peradangan pada jaringan bola mata) dan retinal detachment (lepasnya lapisan retina). Persentase terjadinya efek samping ini hanya sebesar <0.1%.

Advertisement

retinopati diabetik

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved