Exploding Head Syndrome: Kenali Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

(0)
14 Jun 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Exploding head syndrome, gangguan tidur langka yang cukup mengganggu.Exploding head syndrome adalah penyakit "misterius", para ahli belum mengetahui apa penyebabnya.
Exploding head syndrome atau sindrom kepala meledak, atau gangguan tidur berupa halusinasi dentuman keras yang terdengar di telinga penderitanya.Walaupun suara dentuman keras itu tidak nyata, tapi tetap saja penderitanya akan merasa terganggu. Bahkan, kualitas tidurnya pun bisa menurun akibat exploding head syndrome. Meskipun tidak dianggap sebagai penyakit serius, tapi ada baiknya Anda mengenal penyebab, gejala, dan pengobatannya ini.

Exploding head syndrome, apa penyebabnya?

Gangguan tidur
Exploding head syndrome
Para peneliti belum menemukan penyebab dari exploding head syndrome yang sangat mengganggu jam tidur penderitanya itu. Namun yang pasti, exploding head syndrome masuk ke dalam kategori parasomnia.Parasomnia adalah gangguan tidur yang bisa membangunkan penderitanya saat sedang tertidur pulas. Beberapa contoh parasomnia di antaranya mimpi buruk hingga tidur berjalan.Berdasarkan penelitan, exploding head syndrome lebih sering menyerang wanita lanjut usia (lansia) di atas 50 tahun. Namun bukan berarti remaja wanita tidak bisa merasakannya. Nyatanya, dalam satu riset, sekitar 49 remaja wanita yang masih duduk di bangku kuliah, mengaku pernah merasakan exploding head syndrome. Selain itu, orang-orang yang punya riwayat insomnia atau stres akut, memiliki risiko yang lebih besar terjangkit exploding head syndrome.

Apa saja gejala exploding head syndrome?

Para penderita exploding head syndrome akan berhalusinasi seperti mendengar suara dentuman keras saat berusaha untuk tidur, atau saat terbangun dari tidurnya. Umumnya, saat exploding head syndrome terjadi, penderitanya juga akan merasakan kejang otot.Walaupun suara dentuman ini tidak nyata, tapi exploding head syndrome bisa membuat penderitanya merasa ketakutan, cemas berlebihan, dan stres. Sebab, exploding head syndrome bisa terjadi lebih dari satu kali dalam rentan waktu satu malam.Menurut sebuah riset, sebanyak 3,89-6,54% penderita gangguan tidur ini akan mengalami “episode” exploding head syndrome setidaknya satu kali dalam sebulan.Selain mendengar suara-suara dentuman keras yang mengerikan, penderita exploding head syndrome juga bisa mengalami:
  • Detak jantung yang cepat
  • Sakit kepala
  • Berkeringat
  • Gangguan cemas dan rasa takut
  • Sulit tidur
  • Letih di siang hari
  • Gangguan memori ringan
Jika dilihat dari gejalanya, memang exploding head syndrome terdengar mengerikan. Namun gangguan tidur ini tidak menyebabkan rasa sakit atau efek samping serius pada penderitanya.

Pengobatan exploding head syndrome

Tidak ada pengobatan standar untuk exploding head syndrome. Perawatannya bergantung pada usia, jenis kelamin, dan gejala yang dirasakan penderitanya.Bagi beberapa penderita exploding head syndrome, obat-obatan yang berdampak pada aktivitas neurologis seperti antikonsulvan atau antidepresan trisiklik, dapat meredakan gejalanya.Beberapa langkah lain yang dapat dicoba di antaranya:
  • Meditasi
  • Mengurangi stres
  • Berusaha untuk rileks
  • Berkonsultasi pada psikolog
  • Mengubah pola tidur
Sebenarnya, memahami bahwa exploding head syndrome bukanlah penyakit yang serius saja, sudah bisa menjadi “obat” bagi para penderitanya.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda mengalami exploding head syndrome atau gangguan tidur lainnya, jangan ragu untuk datang ke dokter dan meminta bantuan. Apalagi kalau exploding head syndrome sampai mengganggu jam dan kualitas tidur Anda.Biasanya, dokter akan bertanya tentang riwayat penyakit, perasaan emosional yang sedang dialami, dan kebiasaan tidur. Jika Anda terbukti mengidap gangguan tidur, dokter akan merujuk Anda untuk berkonsultasi pada pakar penyakit gangguan tidur.Selain itu, berbagai pemeriksaan dapat dilakukan seperti tes magnetic resonance imaging (MRI), rekam jantung, tes darah, tes pergerakan mata, hingga elektroensefalografi (tes untuk melihat aktivitas gelombang otak).

Tips agar tidur nyenyak

Menjalani pola hidup yang sehat bisa menjadi salah satu pencegah datangnya exploding head syndrome yang mengganggu.Menurut medical editor SehatQ, dr. Karlina Lestari, ada beberapa kebiasaan dan gaya hidup yang harus dilakukan untuk memaksimalkan kualitas tidur Anda. “Salah satunya dengan mematikan atau meredupkan lampu menjelang tidur,” ujarnya. Selain itu, langkah-langkah berikut ini perlu dilakukan:Dengan kebiasaan sehat ini, Anda diharapkan bisa tidur nyenyak dan terhindar dari berbagai macam gangguan tidur, seperti exploding head syndrome.

Catatan dari SehatQ:

Saat baru pertama kali mengalami exploding head syndrome, gejalanya memang akan sangat mengerikan. Siapa yang tidak kaget mendengar suara dentuman keras di telinganya pada malam hari?Maka dari itu, jika memang exploding head syndrome mengganggu kualitas tidur dan kesehatan mental Anda, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter untuk meminta perawatan.
tidurgangguan tidurmasalah tidur
Healthline. https://www.healthline.com/health/exploding-head-syndrome
Diakses pada 29 Mei 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/exploding-head-syndrome#causes
Diakses pada 29 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait