EVALI, Sebutan untuk Penyakit Paru Akibat Efek Samping Vape

Penyakit akibat efek samping vape disebut dengan Penyakit EVALI.
Nama resmi dari penyakit akibat efek samping vape ialah EVALI.

Beberapa bulan terakhir, pembahasan tentang penyakit dan efek samping vape, serta bukti-bukti bahwa adanya korban dari rokok elektrik, menjadi perbincangan hangat masyarakat dunia. Tidak heran, efek samping vape, masih diperdebatkan banyak pihak.

Baru-baru ini saja, ada remaja asal Amerika Serikat, yang harus menjadi transplantasi paru-paru ganda, akibat vape. Untung saja, nyawa remaja 17 tahun itu terselamatkan. Selain itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sudah mengusulkan larangan menggunakan vape di Indonesia.

Membahas tentang penyakit paru yang ditimbulkan oleh penggunaan vape, kini dunia medis telah menemukan nama resmi, untuk menyebut penyakit paru akibat vape.

Apa itu EVALI, penyakit yang jadi efek samping vape?

Vaping adalah proses menghirup aerosol yang dibuat dengan memanaskan cairan yang mengandung berbagai zat, seperti nikotin, cannabinoid, zat perasa, dan zat aditif. Dunia medis kini telah menemukan nama resmi, untuk menyebut penyakit paru yang diakibatkan oleh efek samping vape, yakni E-cigarette, or Vaping, product use Associated Lung Injury (EVALI).

Nama ini diberikan oleh badan kesehatan masyarakat Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), setelah ada ribuan orang yang terjangkit penyakit akibat efek samping vape, di Amerika Serikat.

Saat sedang meneliti tentang EVALI, CDC pun melakukan studi dan mengambil sampel dari 29 pengidap EVALI. Ternyata, vitamin E asetat berkontribusi signifikan terhadap penyakit EVALI.

Biasanya, vitamin E asetat digunakan untuk suplemen atau perawatan kulit. Dalam kasus-kasus tersebut, vitamin E asetat aman untuk digunakan.

Namun, ketika vitamin E asetat dihirup melalui vape, akhirnya fungsi paru-paru normal, akan terganggu.

Gejala penyakit EVALI

Sama seperti kondisi medis lainnya, EVALI juga memiliki gejala, yang ternyata mirip dengan banyaknya penyakit paru-paru, seperti:

Dalam kasus terparahnya, penyakit EVALI juga bisa menyebabkan kematian. Per tanggal 7 November 2019 silam saja, dari 2.051 kasus penyakit karena vape, 39 di antaranya berujung pada kematian.

Penyebab EVALI, apakah benar vitamin E asetat?

Banyaknya produk e-juice atau liquid yang digunakan sebagai perisa vape, pihak CDC dan Food and Drug Administration, masih kesulitan untuk menemukan penyebab lebih lanjut dari EVALI.

Pemeriksaan pada pasien yang terjangkit EVALI, menemukan penggunaan nikotin, tetrahydrocannabinol (THC), hingga minyak cannabinoid (CBD). Dari semua pasien yang datang karena EVALI, 75-80% dari mereka, mengaku menghirup THC, 58% menggunakan nikotin, 15% menggunakan nikotin, namun tidak dicampur dengan THC. Sementara itu, 13% yang lainnya, mengaku hanya menggunakan produk yang mengandung nikotin, sebelum gejala EVALI datang.

Selain itu, vitamin E asetat juga ditemukan dalam sampel pada sebanyak 29 pasien EVALI. Biasanya, vitamin E asetat ditemukan dalam THC, yang akhirnya dianggap sebagai salah satu penyebab banyaknya korban EVALI yang terus bertambah.

Banyak oknum tak bertanggung jawab, yang menjual dan menggunakan vitamin E asetat, ke dalam liquid vape, dalam jumlah banyak. Hal itu, menurut CDC, dilakukan karena sang penjual tidak mau rugi, karena menggunakan terlalu banyak THC untuk mencairkan bahan, dalam produknya. Akibatnya, orang-orang yang telah membeli produk tersebut, merasakan kerugiannya, karena menghirup vitamin E asetat, ke dalam paru-paru.

Sampai saat ini, belum jelas pengaruh vitamin E asetat, dapat merusak paru-paru. Namun diperkirakan, vitamin E asetat “menyelimuti” paru-paru, sehingga organ tubuh yang sangat penting ini, tidak bisa bertukar oksigen. Kemudian, di saat paru-paru berusaha untuk membersihkan minyak vitamin E asetat itu, peradangan muncul, yang akhirnya menghambat proses pernapasan.

CDC menegaskan, masih banyak penelitian yang harus dilakukan, untuk melihat kemungkinan adanya zat lain dalam liquid vape, selain vitamin E asetat, yang bisa merusak paru-paru. CDC yakin, bisa saja ada lebih dari satu penyebab, yang mengakibatkan vape merusak paru-paru.

Catatan dari SehatQ

Menghirup benda asing ke dalam paru-paru, sangatlah berbahaya. Lebih baik, hentikan penggunaan rokok dan vape, agar tubuh bisa sehat agar terhindar dari segala macam penyakit paru-paru.

Selain itu, jalani gaya hidup sehat, untuk bisa mengembalikan fungsi paru-paru, yang telah dirusak, dari penggunaan vape ataupun rokok.

Kumparan. https://kumparan.com/kumparansains/remaja-korban-vape-jalani-transplantasi-paru-ganda-1sFbFrK7d7K

Diakses pada 21 November 2019

 

Sindonews. https://sumut.sindonews.com/read/5731/1/kandung-senyawa-kimia-berbahaya-bpom-larang-penggunaan-vape-1573517483

Diakses pada 21 November 2019

 

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=225125

Diakses pada 21 November 2019

 

Scientific American. https://www.scientificamerican.com/article/vaping-related-illness-has-a-new-name-evali/

Diakses pada 21 November 2019

 

Up To Date. https://www.uptodate.com/contents/e-cigarette-or-vaping-product-use-associated-lung-injury-evali/print?topicRef=8357&source=related_link

Diakses pada 21 November 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health-news/lung-vaping-disease-now-called-evali

 

Live Science. https://www.livescience.com/vitamin-e-acetate-suggested-cause-vaping-outbreak.html

Diakses pada 21 November 2019

 

Artikel Terkait