Erotic Asphyxiation, Mencekik Pasangan Saat Bercinta yang Belum Tentu Aman

(0)
17 Aug 2020|Azelia Trifiana
Pelaku erotic asphyxiation mendapat kesenangan seksual dari mencekik pasanganErotic asphyxiation termasuk dalam kategori aktivitas seks berbahaya
Selalu ada fantasi dan imajinasi dalam sebuah hubungan seksual, mulai dari role play hingga permainan pernapasan. Istilah untuk permainan pernapasan untuk meningkatkan gairah seksual ini adalah erotic asphyxiation. Pada aktivitas seksual jenis ini, dengan sengaja dilakukan metode untuk membuat pasangan kesulitan bernapas.Caranya bisa dengan mencekik dengan harapan orgasme terasa lebih intens. Meski demikian, erotic asphyxiation termasuk aktivitas seksual yang berisiko tinggi, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Amankah melakukan erotic asphyxiation?

Dibandingkan dengan banyak aktivitas seksual termasuk BDSM sekalipun, erotic asphyxiation termasuk yang paling berisiko. Bahkan, melakukan erotic asphyxiation dapat menyebabkan cedera signifikan. Entah itu serangan jantung, kerusakan otak karena aliran oksigen terputus, dan kematian.Meskipun disebut sebagai salah satu aktivitas seksual yang tidak aman, banyak orang yang tertarik melakukannya. Beberapa alasannya adalah:
  • Sensasi saat kembali “bernapas”

Saat seseorang melakukan permainan pernapasan dalam hubungan seksual, erotic asphyxiation membuat asupan oksigen ke otak menjadi terbatas. Konsekuensinya, orang yang mengalaminya akan merasa pusing.Namun ketika tekanan ini dilepas, oksigen dan aliran darah kembali mengalir. Ketika ini terjadi, akan ada rasa terpacu dan bisa membuat orgasme semakin intens. Belum lagi ada produksi hormon dopamine, serotonin, dan juga endorfin yang turut memacu adrenalin.
  • Merasa berkuasa

Para pecinta erotic asphyxiation melakukan aktivitas seksual ini karena memberikan rasa dominasi kepada pasangan. Sama seperti DOM dan SUB dalam BDSM, hal ini mendatangkan kepuasan tersendiri ketika bisa mencekik pasangan. Bagi orang yang menyukainya, ini adalah stimulus seksual yang menyenangkan.
  • Sensasi menyenangkan

Ketika cekikan terhadap seseorang dilepas, tubuh akan merasakan gelombang endorfin dan hormon lainnya. Kerap kali, hal ini dianggap sebagai sensasi yang menyenangkan dan bisa membuat ketagihan. Belum lagi ditambah emosi dan fantasi yang ikut serta saat melakukan erotic asphyxiation ini.Aktivitas erotic asphyxiation bisa dilakukan bersama pasangan maupun kepada diri sendiri. Namun jika keduanya dibandingkan, permainan pernapasan solo atau sendirian jauh lebih berbahaya karena tidak ada sosok yang bisa langsung “menyelamatkan” ketika situasi berjalan di luar kendali.Untuk amannya, minta orang terdekat dan terpercaya untuk membantu mengawasi. Contohnya dengan meminta mereka melihat berapa lama waktu yang diperlukan, dan segera berikan pertolongan ketika batas waktu aman sudah terlewat.Tak kalah penting, bukan berarti erotic asphyxiation dengan pasangan adalah aktivitas yang aman. Tetap saja ada risiko pasangan tidak tahu ketika menghambat aliran oksigen ini sudah kelewat batas. Ini dapat menyebabkan komplikasi serius.

Melakukan erotic asphyxiation yang aman

Bagi yang penasaran ingin melakukan erotic asphyxiation, jangan sembarangan memulainya. Seseorang harus benar-benar paham informasi terkait aktivitas seksual ini termasuk mendiskusikannya dengan pasangan sebelum melakukannya.Beberapa hal yang penting diketahui adalah:
  • Pelajari anatomi tubuh

Penting untuk tahu anatomi tubuh mulai dari leher, kepala, dan juga dada. Dengan demikian, bisa diketahui berapa batasan tekanan yang diberikan saat melakukan erotic asphyxiation. Dengan mempelajari hal ini, maka bisa diketahui bagaimana cara yang tepat meletakkan tangan atau alat seperti dasi, kain, dan sabun.
  • Komunikasi dengan pasangan

Aktivitas seksual mulai dari yang sederhana hingga unik seperti erotic asphyxiation harus dikomunikasikan terlebih dahulu dengan pasangan. Harus ada persetujuan atau consent dari kedua belah pihak agar tahu batasan masing-masing.Sebelum melakukannya, sepakati kode non-verbal yang perlu diperhatikan saat erotic asphyxiation berlangsung. Misalnya mengangkat tangan, memukul permukaan kasur sebanyak tiga kali, atau menjentikkan jari. Bentuk komunikasi non-verbal ini penting untuk memberi kode kepada pasangan apabila tekanan sudah dirasa berlebihan.
  • Hindari konsumsi substansi berbahaya

Ketika melakukan aktivitas seksual seperti erotic asphyxiation, kedua belah pihak sebaiknya berada dalam kondisi benar-benar sadar. Hindari konsumsi substansi berbahaya seperti alkohol atau obat terlarang yang bisa menimbulkan bias akan bahaya yang ditimbulkan dari erotic asphyxiation.

Catatan dari SehatQ

Banyak skenario yang bisa diaplikasikan dalam erotic asphyxiation. Sebelum melakukannya, lakukan role play dengan pasangan untuk tahu sensasi apa yang dirasakan. Dengan demikian, risiko atau bahaya dari erotic asphyxiation dapat diantisipasi.Pahami pula bahwa ada efek samping seperti batuk, disorientasi, otot lemah, hingga kesulitan koordinasi setelah mengalami erotic asphyxiation. Jika efek samping yang muncul cukup ringan, maka tak ada masalah.Namun jika erotic asphyxiation dilakukan sendiri, efek samping ini bisa terjadi bersamaan dan membuat seseorang tak bisa “menyelamatkan diri” dari skenario yang direncanakan. Kematian bisa jadi konsekuensinya.
hubungan sekshubungan seksualtips seks
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=51776
Diakses pada 1 Agustus 2020
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-asphyxiation-21972
Diakses pada 1 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/erotic-asphyxiation
Diakses pada 1 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait