Episiotomi Saat Melahirkan Normal, Kapan Harus Dilakukan dan Bagaimana Prosesnya?

(0)
Episiotomi adalah prosedur yang dilakukan dengan membuat sayatan pada perineum saat proses melahirkan normalEpisiotomi biasanya dilakukan pada saat proses melahirkan normal berlangsung
Episiotomi adalah prosedur yang dilakukan dengan membuat sayatan pada perineum, yakni jaringan antara jalan lahir bayi dan anus, pada saat proses melahirkan normal. Saat persalinan normal, beberapa ibu mungkin membutuhkan prosedur ini. Lantas, kapan indikasi episiotomi harus dilakukan dan bagaimana prosedur ini dijalankan?

Apa itu episiotomi dan tujuannya?

Episiotomi adalah prosedur menggunting jaringan di antara jalan lahir bayi (lubang vagina) dan anus saat proses persalinan normal.Biasanya, tindakan ini dilakukan oleh dokter kandungan maupun bidan dalam proses melahirkan normal.Episiotomi dilakukan dengan tujuan untuk memperbesar jalan lahir atau lubang vagina guna membantu proses persalinan normal.Saat proses melahirkan normal, terkadang beberapa perineum wanita dapat robek saat bayi dilahirkan.Nah, pada beberapa kasus persalinan normal yang dilakukan, episiotomi diyakini dapat membantu mencegah terjadinya robekan perineum lebih lebar serta mempercepat persalinan apabila bayi perlu dilahirkan dengan segera.
Episiotomi adalah prosedur yang dilakukan dengan membuat sayatan pada perineum
Episiotomi bertujuan untuk memperbesar jalan lahir atau lubang vagina
Mulanya, episiotomi adalah prosedur yang dilakukan secara rutin saat persalinan normal lantaran dianggap lebih aman bagi ibu, dibandingkan dengan robekan alami perineum.Bahkan, tujuan episiotomi adalah mampu mencegah robekan lebih lebar pada perineum saat proses melahirkan normal dan menjaga otot dan jaringan dasar panggul agar tetap kuat.Akan tetapi, sejumlah hasil studi terbaru menyebutkan hal sebaliknya. Tindakan episiotomi justru dinilai dapat meningkatkan risiko infeksi dan komplikasi pada ibu melahirkan.Selain itu, proses pemulihan setelah episiotomi yang cenderung lebih lama dan membuat ibu merasa tidak nyaman.Maka dari itu, saat ini tindakan episiotomi hanya dilakukan dalam situasi dan kondisi tertentu.

Kondisi seperti apa yang membutuhkan indikasi episiotomi?

Episiotomi adalah tindakan yang terjadi secara tiba-tiba saat persalinan normal
Bayi sungsang atau terlalu besar membuat indikasi episiotomi harus dilakukan
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa saat ini indikasi episiotomi adalah hanya dilakukan pada situasi dan kondisi tertentu.Terkadang, dokter kandungan akan memutuskan indikasi episiotomi dalam waktu cepat saat proses persalinan normal tengah dilakukan.Beberapa kondisi yang membutuhkan indikasi episiotomi, di antaranya:

1. Gawat janin

Salah satu kondisi yang membutuhkan indikasi episiotomi adalah gawat janin.Gawat janin dapat disebabkan oleh perubahan detak jantung janin yang tidak stabil saat bayi dilahirkan. Ini berarti bayi Anda mungkin tidak mendapat asupan oksigen yang cukup.Pada kondisi tersebut, bayi harus segera dikeluarkan guna menghindari risiko bayi lahir dalam kondisi meninggal dan atau bayi lahir cacat.Selain itu, tindakan episiotomi juga perlu dilakukan pada kondisi gawat janin untuk mencegah prosedur ekstraksi vakum atau persalinan normal dengan bantuan alat forsep.

2. Proses persalinan yang berkepanjangan

Kondisi yang membutuhkan indikasi episiotomi berikutnya adalah proses persalinan berkepanjangan sehingga membuat ibu merasa lelah dan tidak dapat lagi melakukan cara mengejan dengan benar.Ketika bayi sudah mencapai jalan lahir atau lubang vagina, dokter kandungan bisa memberikan ruang ekstra bagi kepala bayi lewat prosedur episiotomi yang sudah dibuat.Dengan ini, proses melahirkan bayi bisa berjalan lebih mudah dan cepat.

3. Posisi bayi tidak sesuai

Indikasi episiotomi diperlukan ibu saat persalinan normal apabila posisi bayi tidak sesuai.Misalnya, posisi bayi saat akan dilahirkan bisa saja tidak normal atau bayi sungsang sehingga perlu dilakukan episiotomi untuk memudahkan dokter dalam proses persalinan.Selain itu, posisi kepala bayi tidak normal, seperti miring ke salah satu sisi, menghadap ke salah satu sisi pinggul ibu, atau menghadap ke pusar ibu, dapat menyebabkan diameter kepala bayi jadi lebih besar saat melewati jalan lahir.Pada kasus tersebut, tindakan episiotomi mungkin diperlukan guna memperbesar lubang vagina.

4. Ukuran bayi terlalu besar

Melahirkan bayi dengan ukuran terlalu besar juga jadi indikasi episiotomi perlu dilakukan.Pasalnya, melahirkan bayi dengan ukuran besar dapat menyebabkan proses persalinan yang berkepanjangan serta kondisi distosia bahu.Distosia bahu adalah kondisi di mana salah satu bahu bayi masih berada atau tersangkut di dalam vagina, padahal kepalanya sudah berhasil berada di luar.Risiko komplikasi ini umum terjadi pada ibu hamil yang menderita diabetes atau wanita yang melahirkan bayi dengan ukuran besar.Pada kondisi ini, indikasi episiotomi perlu dilakukan untuk melebarkan jalan lahir sehingga bayi dapat keluar lebih mudah.

5. Ibu membutuhkan bantuan alat saat persalinan

Indikasi episiotomi perlu dilakukan apabila ibu membutuhkan persalinan yang dibantu dengan forceps atau ekstraksi vakum.Dengan demikian, lubang vagina atau jalan keluar bayi dapat diperluas untuk memudahkan Si Kecil keluar.

6. Kondisi kesehatan ibu

Kondisi kesehatan ibu yang serius, seperti penyakit jantung, juga memerlukan indikasi episiotomi harus dilakukan. Sebab, ibu harus melahirkan secepat mungkin agar terhindar dari risiko kesehatan yang lebih serius.

7. Melahirkan bayi kembar

Indikasi episiotomi mungkin diperlukan saat proses persalinan bayi kembar guna memberikan ruang tambahan pada lubang vagina atau jalan keluar bayi.Jika kedua bayi kembar berada dalam posisi kepala di bawah, dokter kandungan mungkin akan memperlambat kelahiran salah satu bayi kembar melalui prosedur episiotomi.Namun, pada kondisi di mana bayi kembar pertama dapat dilahirkan secara normal dan bayi kembar kedua dilahirkan dalam posisi sungsang, maka indikasi episiotomi bertujuan untuk memberikan ruang yang cukup agar bayi dapat melewati jalan keluar bayi.

8. Ibu pernah melakukan operasi di area panggul

Bagi ibu yang memiliki riwayat operasi di area panggul, indikasi episiotomi mungkin diperlukan dengan tujuan untuk memudahkan proses persalinan normal dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada area tubuh yang pernah dioperasi.Pada saat melahirkan normal, ibu mungkin akan mengalami risiko komplikasi jangka panjang, seperti relaksasi dinding vagina. Akibatnya, kandung kemih, leher rahim, rahim, atau anus akan membengkak.Jika Anda pernah melakukan operasi di area panggul di masa lampau, kondisi tersebut dapat berisiko melukai atau merusak proses pemulihan area panggul yang pernah dioperasi.

Jenis atau macam-macam episiotomi berdasarkan sayatannya

Episiotomi adalah prosedur yang terdiri dari berbagai macam sayatan
Dokter akan melakukan episiotomi saat proses persalinan normal bila diperlukan
Terdapat dua jenis episiotomi berdasarkan sayatannya. Jenis atau macam-macam episiotomi adalah sebagai berikut:

1. Episiotomi sayatan garis tengah

Episiotomi sayatan garis tengah adalah jenis episiotomi dengan membentuk sayatan di lubang tengah vagina, memanjang tegak lurus ke bawah menuju anus.Keuntungan jenis episiotomi ini adalah proses penyembuhannya yang lebih cepat, tidak terlalu menyakitkan, dan minim keluar darah.Selain itu, episiotomi sayatan garis tengah tidak menimbulkan nyeri jangka panjang, termasuk saat melakukan hubungan seksual.Akan tetapi, risiko episiotomi sayatan garis tengah adalah kemungkinan robekan lebih besar ke otot anus.Risiko cedera ini dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang, seperti inkontinensia tinja atau ketidakmampuan tubuh dalam mengendalikan buang air besar.

2. Episiotomi mediolateral

Episiotomi mediolateral adalah jenis episiotomi yang sayatannya dilakukan di tengah lubang vagina menuju ke bokong dengan sudut 45 derajat.Umumnya, manfaat episiotomi mediolateral adalah mengurangi risiko robekan otot anus yang parah. Namun, ada risiko episiotomi mediolateral yang mungkin terjadi, termasuk:
  • Kehilangan darah lebih banyak
  • Rasa nyeri yang lebih parah
  • Proses pemulihan cukup lama
  • Rasa tidak nyaman jangka panjang, terutama saat melakukan hubungan seksual
Pilihan dari macam-macam sayatan episiotomi di atas dapat Anda konsultasikan lebih lanjut dengan dokter kandungan.

Bagaimana proses episiotomi dilakukan?

Episiotomi adalah prosedur yang sederhana untuk dilakukan
Prosedur episiotomi dimulai dengan memberi anestesi lokal
Episiotomi adalah prosedur yang dilakukan untuk memperlebar jalan lahir bayi.Proses episiotomi dilakukan dengan memberikan obat bius atau anestesi lokal terlebih dahulu oleh dokter kandungan.Pemberian obat bius atau anestesi lokal dapat membuat Anda tidak akan merasakan sakit ketika sayatan dibuat. Ini artinya, area di sekitar vagina Anda menjadi baal atau mati rasa.Jika sebelumnya Anda menjalani suntik epidural, dosis anestesi yang diberikan oleh dokter mungkin akan ditambah sebelum proses sayatan dilakukan.Kemudian, episiotomi dilanjutkan dengan membuat sayatan berukuran kecil dari bagian belakang vagina atau area perineum hingga ke bagian bawah anus.Apabila proses melahirkan sudah selesai, dokter atau bidan akan menjahit sayatan agar bentuk vagina kembali seperti semula.Proses menjahit sayatan ini dapat berlangsung dalam waktu satu jam setelah proses persalinan selesai.Umumnya, jahitan akan terserap dan menyatu dengan tubuh setelah beberapa minggu proses persalinan normal.

Risiko episiotomi yang mungkin terjadi

Pada beberapa situasi dan kondisi tertentu, episiotomi adalah prosedur yang perlu dilakukan.Meski demikian, sama seperti tindakan medis pada umumnya, ada beberapa risiko episiotomi yang mungkin terjadi, seperti:
  • Infeksi
  • Memar
  • Pembengkakan
  • Perdarahan
  • Proses pemulihan yang lama
  • Bekas sayatan yang terasa menyakitkan sehingga menimbulkan rasa nyeri saat berhubungan seks
  • Inkontinensia tinja akibat robeknya jaringan rektal (anus)

Cara perawatan luka episiotomi yang dapat dilakukan

Anda tidak perlu kembali ke rumah sakit untuk melepas jahitan setelah episiotomi karena jahitan sayatan akan menyatu sendirinya dengan tubuh. Jahitan sayatan akan hilang dalam waktu satu bulan.Setelah menjalani episiotomi, biasanya Anda akan merasa nyeri di sekitar lokasi sayatan selama 2-3 minggu.Jika luka sayatan cukup panjang, ibu mungkin akan merasa nyeri dan tidak nyaman dalam waktu yang lama.Rasa nyeri akan terasa parah saat Anda berjalan, duduk, hingga buang air kecil.Oleh karena itu, dokter mungkin akan meminta Anda untuk tidak melakukan aktivitas tertentu selama proses pemulihan ini.
Episiotomi adalah tindakan dengan menggunting vagina
Rasa nyeri di area perineum mungkin timbul selama beberapa hari
Beberapa cara perawatan luka episiotomi selama proses pemulihan yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut:

1. Minum obat pereda nyeri

Rasa nyeri yang muncul setelah beberapa hari menjalani episiotomi merupakan hal yang normal terjadi.Untuk mengatasinya, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri untuk menghilangkan rasa sakit ini.Obat penghilang rasa sakit, seperti paracetamol, cenderung aman Anda gunakan saat menyusui.Meski aman, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum minum obat pereda nyeri.

2. Gunakan kompres dingin

Cara perawatan luka episiotomi dapat dilakukan dengan kompres dingin guna mengurangi rasa nyeri pada jahitan.Anda bisa menggunakan beberapa buah es batu yang dibungkus dengan handuk bersih, lalu meletakkannya pada area perineum yang terasa sakit.Tapi ingat, jangan menempatkan es batu langsung pada kulit karena dapat meningkatkan risiko infeksi.

3. Angin-anginkan bekas jahitan

Mengangin-anginkan bekas jahitan juga dapat menjadi cara perawatan luka episiotomi.Anda bisa melepaskan baju dan celana serta hanya menggunakan handuk, lalu berbaring di atas tempat tidur selama 10 menit.Lakukan langkah ini 1-2 kali dalam sehari agar bekas jahitan cepat kering. 

4. Jaga area bekas jahitan tetap kering dan tidak lembap

Cara perawatan luka episiotomi yang penting adalah selalu menjaga area bekas jahitan tetap kering dan tidak lembap. Dengan ini, proses penyembuhan bisa cepat terjadi dan terhindar dari risiko infeksi.Anda bisa membilas area kemaluan dengan air hangat setelah buang air kecil. Lalu, keringkan area bekas jahitan dengan handuk lembut secara perlahan. Hal yang sama juga perlu dilakukan sesaat setelah mandi.Namun saat menyeka area bokong, pastikan Anda menyekanya dengan lembut dari depan ke belakang.Cara ini dapat membantu mencegah bakteri di anus berpindah ke area vagina yang dapat menginfeksi luka dan jaringan di sekitarnya.

5. Duduk dengan hati-hati

Cara perawatan luka episiotomi berikutnya adalah duduk dengan hati-hati. Anda bisa menambahkan bantal atau ganjalan empuk saat duduk guna mengurangi tekanan pada luka.

6. Hindari pakai pelumas berbahan dasar minyak saat berhubungan seks

Jika Anda menjalani episiotomi, rasa nyeri saat berhubungan seksual merupakan hal yang umum terjadi selama beberapa bulan pertama melakukannya.Jadi, Anda tak perlu terburu-buru untuk kembali melakukan hubungan seks setelah melahirkan normal.Rasa nyeri yang muncul juga dapat disebabkan oleh kondisi vagina kering. Anda bisa menggunakan pelumas berbahan dasar air untuk mengatasi rasa nyeri saat berhubungan intim.Sebaiknya, hindari menggunakan pelumas berbahan dasar minyak, seperti lotion pelembap atau petroleum jelly. Sebab, dapat berpotensi mengiritasi vagina.

Cara mencegah indikasi episiotomi saat melahirkan dengan normal

Menimbang manfaat dan risiko episiotomi yang telah dijelaskan, tentu lebih baik Anda melakukan pencegahan tindakan ini saat proses persalinan normal terjadi.Cara mencegah indikasi episiotomi saat melahirkan dengan normal dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Lakukan pijatan area perineum

Anda dapat memijat area perineum beberapa minggu jelang waktu persalinan (setidaknya sejak usia kehamilan 35 minggu).Cara mencegah episiotomi ini bertujuan untuk mengurangi risiko perineum robek sehingga tindakan episiotomi dapat terhindarkan.Cara melakukan pijatan area perineum adalah Anda dapat berbaring di atas tempat tidur dengan kedua kaki dibuka lebar seraya menekuk lutut. Gunakan beberapa bantal untuk menopang punggung Anda.Selanjutnya, lakukan pijatan perineum dengan menempatkan jempol di dalam vagina. Pijat lembut area bagian bawah vagina dengan gerakan "U" selama 2-3 menit.Tahan ibu jari Anda dalam posisi ini selama 1 menit. Anda pun akan mulai merasakan sensasi peregangan. Tarik napas dalam-dalam.Anda bisa mengulang pijatan sebanyak 2-3 kali.

2. Lakukan senam Kegel

Berikutnya, cara mencegah episiotomi saat persalinan normal adalah dengan melakukan senam Kegel.Manfaat senam Kegel untuk ibu hamil adalah dapat memperkuat dan mengencangkan otot dasar panggul di area vagina dan seluruh area perineum.

3. Gunakan kompres hangat

Dokter kandungan atau staf medis yang membantu proses persalinan Anda bisa menempatkan kompres hangat di antara vagina dan anus. Dengan ini, area perineum dapat lebih lunak sehingga mencegah robekan yang parah.Saat proses melahirkan dengan normal, mungkin akan ada beberapa kondisi yang membuat dokter kandungan atau bidan melakukan tindakan tertentu. Salah satunya, episiotomi.Episiotomi adalah prosedur yang dilakukan dengan membuat sayatan pada perineum, yakni jaringan antara jalan lahir bayi dan anus, pada saat proses melahirkan normal.Jika Anda masih punya pertanyaan seputar tindakan episiotomi, silakan konsultasikan langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Caranya, download sekarang di App Store dan Google Play.
melahirkanpersalinanmelahirkan normal
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/episiotomy/
Diakses pada 22 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/episiotomy/art-20047282?pg=2
Diakses pada 22 September 2020
American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/labor-and-birth/episiotomy-751
Diakses pada 22 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/episiotomy-complications#bottom-line
Diakses pada 22 September 2020
Royal College Obstetricians & Gynaecologists. https://www.rcog.org.uk/en/patients/tears/reducing-risk/
Diakses pada 22 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait