Eosinofil rendah bisa diakibatkan penyalahgunaan alkohol.
Eosinofil rendah biasanya terjadi di pagi hari, dan meningkat pesat di malam harinya.

Eosinofil rendah atau eosinopenia bisa menjadi pertanda adanya sesuatu yang sedang terjadi di dalam tubuh. Ada dua penyebab utama dari eosinofil rendah yang harus diwaspadai. Mari telusuri penyebab eosinofil rendah dan kadar normalnya.

Eosinofil rendah dan penyebabnya

Sebelum mengetahui lebih dalam mengenai penyebab eosinofil rendah, ada baiknya Anda mengenal dulu apa itu eosinofil. Eosinofil adalah salah satu dari lima jenis sel darah putih, yang berfungsi melawan berbagai macam infeksi di dalam tubuh. Jika kadar eosinofil rendah, maka fungsi sistem imun tubuh akan terganggu.

Ada dua penyebab utama dari eosinofil rendah yang harus diwaspadai, yaitu penyalahgunaan alkohol dan produksi kortisol (hormon stres) yang berlebihan. Berikut ini adalah penjelasan mengapa kedua hal tersebut dapat menyebabkan eosinofil rendah.

  • Penyalahgunaan alkohol

Penyalahgunaan alkohol tidak hanya menyebabkan eosinofil rendah, tapi juga membuat kadar sel darah putih lainnya menurun. Di saat kadar eosinofil dan sel darah putih lainnya menurun, maka fungsi sistem imun tubuh dalam melawan infeksi akan terganggu.

  • Produksi hormon kortisol berlebihan

Produksi hormon kortisol yang berlebihan bisa menyebabkan eosinofil rendah. Umumnya, produksi hormon kortisol yang berlebihan dapat disebabkan oleh penyakit sindrom Cushing. Sindrom Cushing atau yang juga dikenal sebagai hiperkortisolisme, bisa membuat seseorang mengalami kenaikan kadar hormon kortisol dalam jangka waktu lama. Ini dapat disebabkan dari penggunaan obat kortikosteroid.

Selain dua penyebab di atas, seseorang juga bisa mengalami eosinofil rendah saat bangun tidur. Sebab, kadar eosinofil rendah memang umum terjadi di pagi hari. Sedangkan di malam harinya, kadar eosinofil akan meningkat.

Jika penyalahgunaan alkohol atau produksi hormon kortisol yang berlebihan tidak terbukti sebagai “pelaku” di balik turunnya kadar eosinofil, maka dapat disimpulkan bahwa eosinofil rendah yang Anda alami normal alias tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, jika rendahnya kadar eosinofil disertai dengan menurunnya kadar sel darah putih lainnya, barulah Anda boleh khawatir. Sebab, hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada sumsum tulang.

Bagaimana cara mengetahui kadar eosinofil rendah?

Tes darah
Tes darah untuk tahu eosinofil rendah

Untuk mengetahui kadar eosinofil di dalam tubuh, Anda perlu melakukan tes darah di rumah sakit. Tes darah ini tidak memerlukan persiapan spesial. Tapi tetap saja, pastikan Anda memberi tahu dokter mengenai obat-obatan apa yang sedang Anda konsumsi.

Jika sudah, dokter akan memasukkan jarum ke dalam pembuluh vena, guna mengambil sampel darah Anda.
Sampel darah itu kemudian akan dikirim ke laboratorium untuk dicek. Setelah beberapa hari, Anda akan mendapatkan hasilnya, entah itu eosinofil rendah ataupun tinggi.

Kadar normal eosinofil

Kadar normal eosinofil pada orang dewasa adalah 500 eosinofil per mikroliter (mcl) darah. Namun, pada anak-anak, kadar eosinofil bisa beragam, tergantung dari usianya.

Jika kadar eosinofil Anda melebihi 500 eosinofil per mcl darah, maka Anda sedang mengidap kondisi bernama eosinofilia, yang terbagi dalam tiga jenis:

  • Ringan (500-1.500 eosinofil per mcl darah)
  • Sedang (1.500-5.000 eosinofil per mcl darah)
  • Berat (5.000 lebih eosinofil per mcl darah)

Jika kadar eosinofil Anda jauh di bawah 500 eosinofil per mcl darah, maka dapat disimpulkan bahwa Anda sedang mengalami kondisi eosinofil rendah.

Pengobatan eosinofil rendah

Tes darah
Tes darah

Mengobati eosinofil rendah tentu saja harus berfokus pada apa yang menyebabkan rendahnya kadar eosionofil. Dalam kasus ini, ada dua penyebab eosinofil rendah, yakni penyalahgunaan alkohol dan naiknya produksi hormon kortisol (sindrom Cushing). Bagaimana cara mengobati keduanya?

  • Menangani kebiasaan minum alkohol berlebihan

Ada banyak cara untuk menghilangkan kebiasaan meminum alkohol berlebihan, seperti tidak menaruh minuman keras di rumah , menyibukkan diri dengan hobi , hingga meminta dukungan dari kekasih, sahabat, dan juga keluarga.

Selain itu, berkonsultasi pada dokter terkait kebiasaan minum alkohol berlebihan juga bisa membantu Anda untuk tidak mudah tergiur meminumnya lagi.

  • Mengobati sindrom Cushing

Fokus utama dalam mengobati sindrom Cushing adalah menurunkan produksi hormon kortisol yang berlebihan di dalam tubuh. Tentu saja, pengobatan yang akan Anda jalani tergantung dari penyebab naiknya hormon kortisol dalam tubuh.

Biasanya, dokter juga akan meresepkan obat-obatan yang bisa menghadang efek kortisol dalam jaringan tubuh, seperti ketoconazole, mitotane, dan metyrapone.

Selain itu, dokter juga bisa merekomendasikan pengganti obat kortikosteroid atau merubah dosisnya. Sebab, penggunaan obat kortikosteroid juga bisa meningkatkan produksi hormon kortisol.

Jika naiknya kadar hormon kortisol dalam tubuh disebabkan oleh tumor, dokter akan merekomendasikan operasi untuk mengangkat tumor tersebut. Jika operasi tidak bisa dijadikan opsi, biasanya terapi radiasi dan kemoterapi akan dijalankan.

Jangan pernah meremahkan kondisi eosinofil rendah, karena ini bisa menjadi tanda bahwa Anda telah mengonsumsi terlalu banyak alkohol atau sedang mengalami peningkatkan hormon kortisol di dalam tubuh.

Lakukanlah tes darah untuk mengetahui kadar eosinofil dan sel darah putih lainnya. Sebab, mereka adalah “pasukan” di garda terdepan yang membantu sistem imun tubuh melawan infeksi serta penyakit. Jika fungsi mereka terganggu, bisa saja tubuh Anda lebih rentang terserang penyakit.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/eosinophilia/basics/definition/sym-20050752
Diakses pada 23 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323868#complications
Diakses pada 23 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/eosinophil-count-absolute#results
Diakses pada 23 April 2020

Health Harvard Edu. https://www.health.harvard.edu/healthbeat/11-ways-to-curb-your-drinking
Diakses pada 23 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/cushings-syndrome#treatment
Diakses pada 23 April 2020

Artikel Terkait