Mengenal Macam-Macam Enzim Pencernaan dan Fungsinya untuk Tubuh


Dalam sistem pencernaan terdapat beberapa enzim yang berperan untuk mengubah komponen makanan menjadi susunan nutrisi aggar lebih mudah dicerna. Proses pencernaan dengan bantuan enzim disebut dengan pencernaan kimiawi. Kekurangan salah satu enzim dapat membuat penyerapan zat gizi tidak berjalan sempurna.

(0)
30 Jun 2021|Rena Widyawinata
enzim pencernaan membantu dalam proses pencernaan kimiawiEnzim pencernaan membantu mengubah kandungan makanan agar mudah dicerna
Agar nutrisi dapat diserap tubuh, makanan yang masuk akan terlebih dulu melalui proses pencernaan. Nah, enzim pencernaan dalam sistem cerna membantu mengubah berbagai kandungan makanan, seperti protein, lemak, dan karbohidrat agar dapat digunakan oleh tubuh.Proses pencernaan sendiri sebenarnya terdiri atas dua jenis, yakni mekanik dan kimiawi. Pencernaan mekanik berarti proses cerna makanan yang dimulai dari mulut saat Anda mengunyah, kemudian bergerak menuju lambung hingga berakhir di usus.Sementara itu, pencernaan kimiawi merupakan proses pencernaan makanan dengan bantuan enzim, agar partikelnya lebih kecil dan mampu diserap tubuh. Apa saja enzim pencernaan dan fungsinya bagi tubuh?

Berbagai macam enzim pencernaan

Enzim pencernaan diproduksi di sepanjang saluran cerna, juga mulut
Enzim pencernaan diproduksi di sepanjang saluran cerna, juga mulut
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, enzim pencernaan adalah berbagai enzim yang dikeluarkan saluran cerna untuk membantu tubuh mencerna makanan. Beberapa organ yang mengeluarkan enzim sistem pencernaan, antara lain kelenjar ludah, lambung, pankreas, hati, dan usus kecil. Berikut ini adalah berbagai macam enzim dan fungsinya dalam sistem pencernaan.

1. Amilase

Melansir dari sebuah ulasan berjudul Amylase, enzim pencernaan amilase berperan untuk mengubah karbohidrat menjadi gula sederhana (glukosa). Amilase merupakan enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kelenjar ludah dan pankreas. Pada saat mengunyah makanan, enzim ini akan dikeluarkan oleh kelenjar air liur di mulut. Enzim amilase yang bekerja di sini disebut ptialin. Di sinilah proses pencernaan pertama kali terjadi.Setelah makanan tertelan, amilase pankreas kemudian akan bekerja untuk kembali menyederhanakan glukosa, untuk nantinya dapat diserap di organ pencernaan, yakni usus halus.

2. Protease

Enzim protease adalah enzim pencernaan yang terdapat di lambung dan pankreas. Enzim pencernaan ini juga dikenal dengan nama peptidase, proteolitik, atau proteinase.Fungsi utama enzim protease adalah mengubah protein dalam makanan menjadi asam amino agar dapat diserap tubuh. Tak hanya memecah protein, mengutip dari jurnal Biomolecules, peptidase juga berperan dalam dalam pembelahan sel, pembekuan darah, dan sistem imun tubuh.Jenis enzim protease yang utama, antara lain:
  • Pepsin, enzim yang diproduksi di lambung
  • Tripsin, terbentuk ketika enzim yang dihasilkan pankreas aktif oleh enzim di usus halus. Tripsin kemudian mengaktifkan enzim yang dihasilkan pankreas lainnya, seperti karboksipeptidase dan kimotripsin untuk membantu memecah peptid (salah satu bentuk protein)
  • Kimotripsin, berfungsi memecah peptid menjadi asam amino agar dapat diserap dinding usus halus
  • Karboksipeptidase, dihasilkan oleh pankreas

3. Lipase

Lipase adalah enzim pencernaan yang dihasilkan oleh pankreas. Enzim lipase berfungsi untuk metabolisme lemak, khususnya mengubah trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol.Terdapat beberapa jenis enzim lipase berdasarkan tempat diproduksinya, yakni lipase pada hati (hepatik lipase), jaringan lemak, dan usus halus.Fungsinya sama-sama memecah lemak, tergantung tempat di produksinya. Misalnya, lipase pada hati berfungsi untuk memecah lemak pada hati. Peran lipase di sini sangat penting dalam pembentukan LDL.

4. Maltase

Maltase merupakan enzim pencernaan yang dihasilkan oleh usus halus. Fungsinya mengubah maltosa (salah satu bentuk gula) menjadi glukosa yang lebih sederhana. Nantinya, glukosa akan digunakan tubuh menjadi energi.Karbohidrat yang masuk ke tubuh diubah menjadi maltosa berkat enzim amilase.

5. Laktase

Laktase adalah enzim pencernaan yang bertugas untuk mengubah laktosa menjadi gula sederhana, yakni glukosa dan galaktosa.Laktosa banyak ditemukan di produk susu dan turunannya. Enzim laktase diproduksi di sepanjang usus. Saat laktosa diubah, dinding usus jadi lebih mudah menyerapnya ke dalam tubuh.Laktosa yang tidak terserap dapat terfermentasi oleh bakteri usus. Kondisi ini bisa menyebabkan sejumlah gejala masalah pencernaan, seperti perut kembung atau begah.

6. Sukrase

Enzim sukrase diproduksi oleh usus halus dan berfungsi mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa agar lebih mudah diserap oleh tubuh. 

Masalah kesehatan akibat kekurangan enzim pencernaan

Kekurangan enzim sistem pencernaan dapat menyebabkan gangguan pencernaan
Kekurangan enzim sistem pencernaan dapat menyebabkan gangguan cerna
Fungsi utama enzim pencernaan adalah mengubah komponen yang ada di dalam makanan menjadi molekul yang lebih sederhana. Molekul itu nantinya akan digunakan tubuh sebagai nutrisi sekaligus menunjang fungsi sel.Kekurangan enzim sistem cerna dapat menyebabkan masalah pencernaan dan malnutrisi. Jika dibiarkan, kondisi ini tentu akan berdampak pada kesehatan secara menyeluruh.Selain itu, beberapa kondisi juga dapat menyebabkan seseorang kekurangan enzim sistem cerna, seperti:
  • Pankreatitis kronis
  • Cystic fibrosis
  • Kanker pankreas
Gejala yang mungkin muncul jika Anda kekurangan enzim sistem cerna, antara lain:
  • Perut kembung
  • Sering kentut
  • Diare
  • Kram usai makan
  • Feses berwarna kekuningan dan disertai minyak
  • Penurunan berat badan sekalipun pola makan normal
Intoleransi laktosa juga merupakan kondisi yang muncul jika tubuh kekurangan enzim laktase. Untuk mengatasi masalah kekurangan enzim pencernaan, dokter dapat meresepkan suplemen enzim.Jika Anda mengalami gejala di atas dan tak kunjung hilang, sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.Sebagai awalan, Anda mungkin juga dapat mencoba konsultasi dokter online melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
pencernaansaluran pencernaanmalabsorbsi makananhidup sehatpola hidup sehat
Akinfemiwa O, Muniraj T. Amylase. [Updated 2021 Mar 7]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557738/
Diakses pada 10 Juni 2021
Biomolecules. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4030975/
Diakses pada 10 Juni 2021
Clinical Education. https://www.clinicaleducation.org/news/digestive-enzymes/
Diakses pada 10 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/chemical-digestion#chemical-vs.-mechanical
Diakses pada 10 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/exocrine-pancreatic-insufficiency/the-role-of-digestive-enzymes-in-gi-disorders
Diakses pada 10 Juni 2021
The Exocrine Pancreas. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK54127/
Diakses pada 10 Juni 2021
Pirahanchi Y, Sharma S. Biochemistry, Lipase. [Updated 2020 Jul 26]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537346/
Diakses pada 10 Juni 2021
Science Learning Hub. https://www.sciencelearn.org.nz/resources/1840-digestive-enzymes
Diakses pada 10 Juni 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/what-are-digestive-enzymes-1945036
Diakses pada 10 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait