Enema kopi dianggap memberikan manfaat bagi tubuh
Ilustrasi alat enema

Berbagai cara bisa dilakukan untuk membersihan usus dan racun, salah satu cara kekinian adalah dengan melakukan enema kopi. Apakah Anda pernah mendengar istilah itu? Atau malah pernah melakukannya?

Enema kopi adalah teknik pengobatan alternatif dengan cara memasukkan cairan kopi ke dalam usus besar melalui anus untuk membantu mengeluarkan racun. Hal ini didasarkan atas kepercayaan bahwa kopi bisa merangsang gerakan dalam usus untuk mengeluarkan sisa makanan.

Namun, sebelum Anda mencoba enema kopi, Anda wajib tahu seluk-beluk di balik tindakan ini. Pasalnya, enema kopi juga bisa menimbulkan masalah serius bagi tubuh Anda.

Untung rugi enema kopi

Enema kopi pertama kali berasal dari seorang dokter asal Jerman bernama Max Gerson pada awal tahun 1990-an. Ketika itu, Max berusaha mencari cara untuk mengobati kanker yang akhirnya berkembang dengan menemukan teknik enema kopi tersebut.

Kini, enema kopi lebih banyak digunakan untuk mengobati masalah pencernaan, seperti sembelit dan susah buang air besar. Selain itu, metode ini juga diyakini dapat merangsang aliran empedu, produksi glutathione, membunuh bakteri di penceranaan, antioksidan, detoksifikasi, dan membunuh sel kanker.

Berikut beberapa manfaat enema kopi lainnya yang dipercaya para pendukungnya, yaitu:

  • Meningkatkan imunitas
  • Menambah energi
  • Mengobati penyakit autoimun
  • Menghilangkan parasit di saluran pencernaan
  • Menghilangkan logam berat dari tubuh
  • Mengobati depresi.

Meski memiliki sejumlah manfaat, teknik enema kopi masih kontroversial karena belum ada bukti ilmiah bahwa metode ini bisa mengobati kondisi medis seperti yang disebutkan di atas. Apalagi, pembersihan usus besar dianggap tidak perlu karena sistem pencernaan tubuh Anda mampu membuang limbah racun dan bakteri dengan sendirinya.

Sebaliknya, ada beberapa risiko yang mungkin Anda alami ketika melakukan enema kopi, yakni:

  • Usus dan dubur mengalami luka bakar
  • Mual dan muntah
  • Kembung
  • Kram perut
  • Dehidrasi
  • Infeksi pada saluran pencernaan.

Penting untuk berkonsultasi lebih dulu dengan dokter untuk mendapatkan persetujuan melakukan enema kopi. Hal ini dilakukan karena metode ini termasuk berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Cara melakukan enema kopi dan alternatifnya

Enema kopi dilakukan dengan cara memasukan cairan kopi ke usus melalui anus. Meski demikian, hingga saat ini, belum ada satu pun penelitian yang menyatakan manfaatnya. Oleh sebab itu, sebaiknya metode ini tidak dilakukan.

Selain enema kopi, ada berbagai cara lain untuk membersihkan usus yang lebih sehat dan minim risiko. Berikut adalah cara yang aman untuk membersihkan usus secara alami:

  • Minum air putih

Cara ini mungkin sering Anda dengarkan, namun banyak orang yang belum menerapkannya secara maksimal. Demi usus yang lebih sehat, sebaiknya Anda mulai sekarang minum air putih dua liter per hari atau setara dengan delapan gelas berukuran 350 ml. Meminum air putih membantu pergerakan usus sehingga dapat menyingkirkan kotoran dalam tubuh.

  • Konsumsi serat

Buah, sayuran, dan kacang-kacangan merupakan makanan yang kaya akan serat. Nutrisi ini mengandung probiotik atau bakteri baik yang dapat menyehatkan usus sehingga bisa mencegah konstipasi.

  • Jus dan smoothies

Ganti minuman manis Anda dengan jus dan smoothies. Jus yang kaya akan vitamin C dapat membantu proses detoks dalam tubuh Anda.

  • Probiotik

Probiotik, seperti yogurt, kimchi, acar, dan makanan fermentasi lainnya, dapat memperkuat bakteri baik di usus sehingga pencernaan menjadi lancar dan membantu membersihkan usus dengan alami tanpa efek samping.

Jika Anda tetap bersikeras melakukan metode enema kopi, sebaiknya tanyakan dahulu ke dokter untuk mempertimbangkan risikonya. Jika ada cara yang lebih baik dan aman, mengapa harus melakukan yang berisiko?

Healthline. https://www.healthline.com/health/coffee-enema
Diakses pada 9 Februari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/consumer-health/expert-answers/colon-cleansing/faq-20058435
Diakses pada 9 Februari 2020

Artikel Terkait