Kenali Perbedaan PCOS dan Endometriosis pada Gangguan Kesuburan Wanita

Ketidaksuburan wanita dapat disebabkan oleh endometriosis dan PCOS
Penderita endometriosis dan PCOS memiliki risiko infertifilitas.

Gangguan kesuburan pada wanita bisa disebabkan oleh endometriosis dan sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome (PCOS).

Berbeda dari endometriosis, PCOS adalah gangguan hormon yang umumnya terjadi pada wanita di usia reproduktif. Kenali masing-masing penyebabnya, sebagai langkah antisipasi!

[[artikel-terkait]]

PCOS umum terjadi pada wanita berusia produktif

Wanita dengan PCOS dapat mengalami gangguan menstruasi (entah ini periode yang lebih panjang, atau malah terlambat haid).

Selain itu, wanita dengan PCOS berpotensi mengalami kelebihan hormon androgen (hormon pria). Pada PCOS, ovarium membentuk kista-kista kecil yang mengakibatkan sel telur tidak dapat dikeluarkan.

PCOS sebabkan menstruasi berkepanjangan

Gejala PCOS dapat timbul pada saat pubertas atau menstruasi pertama, maupun ketika tubuh merespons kenaikan berat badan yang substansial. Berikut ini gejala-gejala yang dapat dialami wanita dengan PCOS.

1. Siklus menstruasi yang abnormal

Siklus menstruasi dapat lebih jarang, tak teratur, atau memanjang, berisiko dialami penderita PCOS.

2. Peningkatan androgen

Meningkatnya hormon androgen yang ditandai dengan tumbuhnya tambut pada daerah wajah dan tubuh, terjadinya kebotakan, dan jerawat berlebih, bisa menjadi tanda PCOS.

3. Pembesaran ovarium

Pada pemeriksaan USG, ditemukan ovarium yang membesar dan berfolikel (kantung).

Gejala endometriosis muncul pada siklus menstruasi

Endometriosis terjadi ketika jaringan endometrium (lapisan terdalam rahim) tumbuh di luar rahim. Lokasinya bisa di ovarium, tuba falopi, maupun jaringan di area panggul. Meskipun jarang, endometriosis juga dapat terjadi di jaringan di luar panggul.

Gejala endometriosis mulai timbul pada saat siklus menstruasi dimulai. Pada endometriosis, jaringan yang terkena akan ikut menebal, kemudian luruh, dan menjadi darah menstruasi, yang tidak dapat dikeluarkan melalui vagina sebagaimana mestinya.

Hal tersebut menyebabkan penderita endometriosis merasakan nyeri, terutama pada saat menstruasi berlangsung. Pada jaringan sekitar endometriosis, dapat terjadi peradangan, hingga menimbulkan jaringan parut dan perlekatan organ sekitarnya.

Bila hal ini terjadi di ovarium, maka ada risiko bentukan kista di ovarium. Kondisi tersebut nantinya menimbulkan gejala gangguan fertilitas pada wanita.

Gejala yang dialami wanita dengan endometriosis

Ada sejumlah gejala yang terjadi pada wanita dengan endometriosis. Beberapa di antaranya adalah nyeri panggul serta nyeri saat buang air kecil. Berikut ini gejala-gejala yang menyertai endometriosis.

  • Nyeri panggul dan kram yang berhubungan dengan menstruasi (dismenore)
  • Nyeri pada saat atau setelah berhubungan badan
  • Nyeri pada saat buang air kecil atau buang air besar, terutama ketika menstruasi
  • Perdarahan menstruasi dengan jumlah yang lebih banyak daripada biasanya
  • Tidak subur
  • Gejala lain seperti mudah lelah, diare, konstipasi, mual, pada saat menstruasi

Endometriosis dan PCOS memiliki penyebab yang berbeda. Meski demikian, gangguan menstruasi dan gangguan pada ovarium dapat terjadi pada kedua gangguan di atas. Hal ini menyebabkan endometriosis dan PCOS sulit dibedakan pada fase awal.

Oleh karena itu, selalu konsultasikan ke dokter kandungan, jika Anda mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan infertifilitas.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pcos/symptoms-causes/syc-20353439
Diakses pada 10 Mei 2019

Mayo Clinic https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endometriosis/symptoms-causes/syc-20354656
Diakses pada 10 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed