logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Ketahui Macam-Macam Obat Asma Medis yang Ampuh Redakan Gejala Asma

open-summary

Obat asma saat berfungsi untuk meredakan gejala asma. Namun, penggunaan obat harus dengan resep dokter. Obat asma yang diresepkan dokter bisa dalam bentuk tablet, bubuk, hingga obat hirup.


close-summary

3.96

(56)

3 Des 2019

| Annisa Amalia Ikhsania

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Obat asma yang paling sering digunakan adalah inhaler

Gejala asma dapat diredakan oleh obat asma dari dokter

Table of Content

  • Pilihan obat asma medis di apotek
  • Catatan dari SehatQ

Asma adalah suatu jenis penyakit pernapasan kronis yang dapat menyebabkan saluran napas meradang dan menyempit.  Beberapa pemicunya seperti alergi udara dingin, debu, maupun bulu binatang. Akibatnya, Anda menjadi lebih sulit untuk menghirup dan mengembuskan napas.

Advertisement

Penyakit asma sebenarnya tidak dapat disembuhkan, tetapi gejalanya dapat dikendalikan. Gejala asma dapat diredakan menggunakan obat asma yang diresepkan oleh dokter. Apa obat asma paling ampuh? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Pilihan obat asma medis di apotek

Seperti yang telah disinggung di awal, asma adalah penyakit pernapasan kronis yang tidak dapat disembuhkan. Pengobatan asma yang dilakukan sifatnya hanya untuk mengendalikan gejala asma saat kambuh serta mencegah munculnya serangan asma.

Jenis obat asma ada yang digunakan dengan cara diminum, dihirup, atau disuntikkan. Obat asma yang digunakan dengan cara dihirup disebut inhaler. Sedangkan, beberapa jenis obat asma yang digunakan dengan dihirup menggunakan alat khusus disebut dengan nebulizer.

Berikut adalah beberapa jenis obat asma di apotek yang mungkin diresepkan oleh dokter Anda:

1. Long-acting beta-agonist

Beta agonist adalah salah satu jenis obat bronkodilator, yang bertujuan untuk menghasilkan efek melegakan pernapasan. Obat ini umumnya digunakan dengan cara dihirup. Jenis obat long-acting beta agonist, termasuk formoterol dan salmeterol.

2. Kortikosteroid hirup

Guna menjaga agar gejala asma tidak kambuh, dokter mungkin akan memberikan obat kortikosteroid hirup. Obat kortikosteroid hirup adalah obat asma jangka panjang yang perlu digunakan setiap hari.

Pengobatan asma dengan obat ini bertujuan untuk mencegah kekambuhan asma, mengurangi peradangan di saluran pernapasan, serta mengurangi produksi lendir. Anda akan menggunakan alat yang disebut dengan inhaler, agar obat dapat masuk langsung ke dalam paru-paru.

Beberapa contoh kortikosteroid hirup, termasuk beclomethesone, budesonide, dan fluticasone.

3. Pengubah leukotrien (leukotrien modifiers)

Obat ini bekerja dengan menghentikan aksi leukotrien, yakni suatu zat dalam tubuh Anda yang dapat memicu serangan gejala asma. Anda dapat minum pil ini setiap satu hari sekali. Jenis obat pengubah leukotrien, di antaranya montelukast dan zafirlukast.

Baca Juga

  • Tidak Hanya Murah, 9 Bahan Herbal Berikut Bisa untuk Meredakan Asma Secara Alami
  • Sulit Bernapas dan Batuk Kering? Waspadai Fibrosis Paru
  • Mulai Dari Sendiri, Ikuti Cara Mengatasi Polusi Udara Ini

4. Short-acting beta-agonist

Ini juga merupakan jenis obat bronkodilator yang berfungsi meredakan gejala asma sejak serangan terjadi dengan segera.

Short-acting beta-agonist bekerja dengan melonggarkan otot-otot di saluran pernapasan serta meredakan gejala asma, seperti mengi (napas bunyi), dada terasa sesak, batuk, dan sesak napas. Contoh obat short-acting beta-agonist, yaitu albuterol dan levalbuterol.

5. Teofilin

Teofilin adalah obat bronkodilator tambahan untuk meringankan gejala asma seperti batuk dan sesak napas yang mungkin tidak dapat diobati menggunakan jenis obat lainnya.

Cara kerja teofilin, yakni membantu melebarkan saluran pernapasan dengan mengendurkan otot-otot di sekitarnya sehingga pasien asma dapat bernapas dengan lancar. Anda bisa meminum obat batuk asma ini secara oral atau dengan cara dihirup.

6. Antikolinergenik

Jenis obat bronkodilator ini berfungsi untuk mencegah terjadinya pengencangan otot di area saluran pernapasan. Beberapa obat antikolinergenik, yaitu ipratropium dan tiotropium bromide.

Anda mungkin akan diberikan ipratropium dalam bentuk inhaler. Sementara, tiotropium bromide dalam bentuk inhaler kering, sehingga memungkinkan Anda untuk menghirup obat bubuk.

Catatan dari SehatQ

Selama menggunakan obat asma, pastikan Anda mengikuti petunjuk penggunaan sesuai yang dianjurkan dokter.

Jika kondisi asma memburuk setelah mengonsumsi obat asma resep dari dokter, segera konsultasikan kembali dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.

Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter melalui layanan live chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasi SehatQ di App Store dan Google Play. 

Advertisement

asmaradang saluran pernapasanpenyakit pernapasangangguan pernapasan

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved