Obat asma yang paling sering digunakan adalah inhaler
Gejala asma dapat diredakan oleh obat alami hingga obat dokter

Asma adalah suatu jenis penyakit pernapasan kronis yang dapat menyebabkan saluran udara meradang dan menyempit. Hal tersebut mengakibatkan Anda menjadi lebih sulit untuk menghirup dan mengembuskan napas.

Penyakit asma sebenarnya tidak dapat disembuhkan, tetapi gejalanya dapat dikendalikan. Gejala asma dapat diredakan menggunakan obat asma tradisional dari bahan-bahan alami dan obat asma dari resep dokter.

Sederet obat asma tradisional dari bahan-bahan alami

Obat pereda gejala asma ini ternyata bisa Anda temukan dari bahan-bahan yang ada di dapur, lho. Namun, penting untuk dipahami bahwa sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mencoba obat asma alami. Pasalnya tidak semua jenis obat tradisional dijamin keamanan dan keefektivitasannya pada semua orang.

Dengan begitu, dokter dapat membantu memastikan bahwa Anda benar-benar boleh menggunakan obat tradisional dan tidak memiliki reaksi negatif pada kondisi asma Anda.

Berikut beberapa pilihan obat asma tradisional dari bahan-bahan alami yang bisa Anda gunakan untuk meredakan gejala asma.

1. Bawang putih

Bawang putih merupakan salah satu obat asma alami yang berperan sebagai obat alami untuk meredakan gejala asma. Kandungan antiradang di dalamnya diyakini mampu mengurangi peradangan pada saluran pernapasan akibat asma.

Meski demikian, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan bawang putih sebagai obat asma tradisional. Sebab, hingga saat ini belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa bawang putih dapat menjadi pengobatan asma alami jangka panjang.

2. Jahe

Obat asma tradisional lainnya yang bisa Anda temukan di dapur adalah jahe.

Jahe memiliki kandungan antiradang yang dapat membantu meringankan gejala asma. Bahkan, sebuah studi menyebutkan bahwa minum suplemen yang berasal dari jahe dapat membantu meredakan gejala asma.

Akan tetapi, dalam penelitian tersebut tidak disebutkan cara kerja jahe dalam mengurangi peradangan pada saluran pernapasan akibat asma. Oleh sebab itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut guna memastikan keefektivitasan jahe dalam mengatasi gejala asma.

3. Kunyit

Kunyit adalah salah satu jenis obat asma alami lainnya yang bisa Anda gunakan. Rempah alami berwarna oranye ini memiliki kandungan antialergi yang dapat melawan penyebab peradangan.

4. Madu

Selain dapat meredakan sakit tenggorokan dan batuk, madu dapat dijadikan sebagai obat tradisional untuk asma. Anda dapat mencampurkan madu ke dalam air hangat guna melawan peradangan akibat asma.

5. Kafein

Menurut sebuah hasill studi, kafein dianggap sebagai obat asma alami yang efektif karena dapat membantu mengendalikan gejala asma.

Kafein memiliki efek bronkodilator dan diyakini mampu membantu melegakan otot-otot saluran pernapasan sehingga Anda dapat bernapas lebih mudah. Anda bisa mendapatkan asupan kafein melalui cokelat, kopi, dan teh.

6. Omega 3

Omega 3 sering digunakan sebagai obat alami guna mencegah dan mengobati penyakit jantung.

Meski belum diketahui efeknya secara pasti dalam mengobati asma, tetapi omega 3 dapat berfungsi mengurangi peradangan saluran pernapasan dan meningkatkan fungsi paru-paru.

Akan tetapi, penelitian yang ada masih sangat terbatas dan masih membutuhkan sederet penelitian jangka panjang yang lebih luas untuk dapat menemukan manfaat dari omega 3 dalam meringankan sesak pada penderita asma.

Sebaiknya, sebelum memutuskan menggunakan obat bahan-bahan alami sebagai alternatif pengobatan asma konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Pasalnya, bahan-bahan alami tidak selalu aman untuk digunakan.

Lebih lanjut, belum terdapat cukup data ilmiah yang mampu membuktikan penggunaan obat tradisional dengan bahan alami benar-benar ampuh dalam mengatasi gejala asma.

Pada sebagian besar orang, penggunaan bahan-bahan alami untuk meredakan gejala asma mungkin tidak menimbulkan efek samping atau reaksi alergi tertentu. Namun, pada beberapa orang lainnya, hal tersebut bisa saja memicu reaksi yang tidak diinginkan.

Mengobati gejala asma dengan obat dari dokter

Ada cara lain yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala asma saat kambuh serta mencegah munculnya serangan asma.

Jenis obat asma ada yang digunakan dengan cara diminum, dihirup, atau disuntikkan. Obat asma yang digunakan dengan cara dihirup disebut inhaler. Sedangkan, beberapa jenis obat asma yang digunakan dengan dihirup menggunakan alat khusus disebut dengan nebulizer.

Berikut adalah beberapa jenis obat-obatan yang mungkin diresepkan oleh dokter Anda.

1. Long-acting beta-agonist

Beta agonist adalah salah satu jenis obat bronkodilator, yang bertujuan untuk menghasilkan efek melegakan pernapasan. Obat ini umumnya digunakan dengan cara dihirup. Jenis obat long-acting beta agonist, termasuk formoterol dan salmeterol.

2. Kortikosteroid hirup

Guna menjaga agar gejala asma tidak kambuh, dokter mungkin akan memberikan obat kortikosteroid hirup. Obat kortikosteroid hirup adalah obat asma jangka panjang yang perlu digunakan setiap hari.

Jenis obat ini bekerja dengan mencegah kekambuhan asma, mengurangi peradangan di saluran pernapasan, serta mengurangi produksi lendir. Anda akan menggunakan alat yang disebut dengan inhaler, agar obat dapat masuk langsung ke dalam paru-paru.

Beberapa contoh kortikosteroid hirup, termasuk beclomethesone, budesonide, dan fluticasone.

3. Pengubah leukotrien (leukotrien modifiers)

Obat ini bekerja dengan menghentikan aksi leukotrien, yakni suatu zat dalam tubuh Anda yang dapat memicu serangan gejala asma. Anda dapat minum pil ini setiap satu hari sekali. Jenis obat pengubah leukotrien, di antaranya montelukast dan zafirlukast.

4. Short-acting beta-agonist

Ini juga merupakan jenis obat bronkodilator yang berfungsi meredakan gejala asma sejak serangan terjadi dengan segera.

Short-acting beta-agonist bekerja dengan melonggarkan otot-otot di saluran pernapasan serta meredakan gejala asma, seperti mengi (napas bunyi), dada terasa sesak, batuk, dan sesak napas. Contoh obat short-acting beta-agonist, yaitu albuterol dan levalbuterol.

5. Teofilin

Teofilin adalah obat bronkodilator tambahan untuk meringankan gejala asma yang tidak dapat diobati menggunakan jenis obat lainnya.

Cara kerja teofilin, yakni membantu melebarkan saluran pernapasan dengan mengendurkan otot-otot di sekitarnya sehingga pasien asma dapat bernapas dengan lancar. Anda bisa meminum jenis obat ini secara oral atau dengan cara dihirup.

6. Antikolinergenik

Jenis obat bronkodilator ini berfungsi untuk mencegah terjadinya pengencangan otot di area saluran pernapasan. Beberapa obat antikolinergenik, yaitu ipratropium dan tiotropium bromide.

Anda mungkin akan diberikan ipratropium dalam bentuk inhaler. Sementara, tiotropium bromide dalam bentuk inhaler kering, sehingga memungkinkan Anda untuk menghirup obat bubuk.

Selama menggunakan obat asma, pastikan Anda mengikuti petunjuk penggunaan sesuai yang dianjurkan dokter.

Jika kondisi asma memburuk setelah mengonsumsi obat asma alami dan obat asma resep dokter, segera konsultasikan kembali dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.

Web Md. https://www.webmd.com/asthma/asthma-medications#1
Diakses pada 2 Desember 2019

Web Md. https://www.webmd.com/asthma/guide/natural-cure-asthma#1
Diakses pada 2 Desember 2019

Web Md. https://www.webmd.com/asthma/what-is-asthma#1
Diakses pada 2 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/severe-asthma/natural-remedies
Diakses pada 2 Desember 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/asthma/natural-remedies-for-asthma.aspx
Diakses pada 2 Desember 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11687099
Diakses pada 2 Desember 2019