Empiema Adalah Penumpukan Nanah di Paru-Paru


Empiema adalah kondisi ketika ada penumpukan cairan dan nanah di ruang pleura dalam paru-paru. Nanah empiema tak bisa dikeluarkan seperti dahak

0,0
09 Sep 2019|Azelia Trifiana
Empiema Adalah penumpukan nanah di paru-paru, penderitanya akan merasakan nyeri di dadaNyeri pada dada merupakan salah satu gejala empiema atau penumpukan nanah di paru-paru
Ketika paru-paru mengalami infeksi pneumonia, ada risiko yang mungkin mengikuti, yaitu empiema. Disebut juga pyothorax, empiema adalah kondisi yang terjadi ketika ada tumpukan nanah di ruang pleura (ruang antara paru-paru dan permukaan bagian dalam dinding dada).Sebenarnya ruang pleura adalah ruang yang membantu paru-paru mengembang saat bernapas. Memang sewajarnya ada sedikit cairan di ruang pleura. Namun menjadi masalah ketika terlalu banyak tumpukan cairan di area tersebut dan berakibat paru-paru tidak dapat mengembang secara sempurna.Berbeda dengan dahak yang bisa dikeluarkan dengan mudah, nanah pada penderita empiema harus dikeluarkan dengan cara operasi.

Gejala empiema

Seperti disebutkan di atas, empiema biasanya terjadi setelah seseorang mengalami pneumonia. Bisa jadi, pneumonia yang tak kunjung sembuh dalam waktu lama adalah gejala terjadinya empiema.Beberapa gejala lainnya di antaranya:
  • Demam
  • Nyeri dada
  • Dahak mengandung nanah
  • Bunyi berderak di dada
  • Sulit bernapas
  • Hilang nafsu makan
  • Batuk kering
  • Keringat berlebih
  • Merasa bingung dan susah berkonsentrasi
  • Bunyi pekak saat dada ditepuk (biasanya diketahui ketika dilakukan pemeriksaan oleh dokter)
Bahkan ketika melakukan pemeriksaan X-ray, akan terlihat penumpukan cairan berlebih di paru-paru. 

Tahapan empiema

Empiema adalah penyakit yang berisiko memburuk jika tidak kunjung diobati. Mulai dari yang masih sederhana hingga komplikasi.Ada 3 tahapan empiema yaitu:

1. Tahap (exudative phase)

Pada tahap pertama ini, biasanya disebut empiema sederhana. Ini terjadi ketika kelebihan cairan mulai menumpuk di ruang pleura. Cairan tersebut terinfeksi dan mungkin saja mengandung nanah.

2. Tahap (fibrinopurulent phase)

Tahap berikutnya, empiema jadi lebih kompleks. Cairan di ruang pleura semakin tebal dan membentuk kantung tersendiri.

3. Tahap (organizing phase)

Tahap terakhir terjadi ketika cairan yang terinfeksi tadi perlahan melukai lapisan dalam yang menghubungkan ruang pleura dan paru-paru. Akibatnya, penderitanya akan sulit bernapas karena paru-paru tak bisa mengembang sempurna.

Mengenal faktor risiko empiema

Pernah mengalami pneumonia masih jadi faktor risiko paling dominan yang menyebabkan seseorang menderita empiema. Selain itu, ada beberapa faktor risiko lain, di antaranya:
  • Usia di atas 70 tahun
  • Pernah menjalani operasi di bagian dada
  • Penderita diabetes
  • Penderita penyakit jantung
  • Penggunaan infus dalam jangka panjang
  • Alkoholik
  • Sistem kekebalan tubuh lemah
  • Trauma atau luka serius pada dada
  • Penderita penyakit paru-paru lainnya (PPOK, TBC)

Bagaimana mengeluarkan nanah empiema?

Satu hal yang menjadi ciri khas empeima adalah penumpukan cairan yang terinfeksi bakteri atau nanah. Masalahnya, nanah ini tidak bisa dikeluarkan semudah mengeluarkan dahak pada orang batuk.Biasanya, yang dilakukan pertama oleh dokter untuk mengetahui diagnosis secara pasti adalah melakukan X-ray atau CT scan. Dengan cara ini, dokter bisa mengetahui dengan pasti apakah ada kantung cairan di ruang pleura, termasuk menentukan ada di tahap mana empiema terjadi.Beberapa cara untuk mengatasi empiema di antaranya:

1. Antibiotik

Penderita empiema harus mengetahui jenis antibiotik yang tepat untuk melawan bakteri penyebab empiema. Biasanya, efektivitasnya baru terlihat setelah satu bulan.

2. Mengeringkan nanah

Mengeringkan nanah sangat penting untuk mencegah empiema di tahap 1 berkembang menjadi lebih parah. Untuk mengosongkannya, dokter akan melakukan torakosentesis.Akan ada jarum yang dimasukkan ke rongga dada untuk mengeringkan cairan di ruang pleura. Pada tahap yang lebih lanjut, sebuah selang drainase yang disambungkan ke sebuah suction akan digunakan untuk mengeluarkan nanah dari rongga pleura. 

3. Operasi

Pada kasus empiema yang lebih kompleks, langkah yang perlu diambil adalah operasi. Operasi yang disebut decortication akan mengangkat kantung nanah sehingga paru-paru bisa mengembang sempurna.Selain operasi dengan membuka dada yang memerlukan waktu pemulihan lebih lama, ada operasi video-assisted thoracotomy (VATS). Prosedur ini lebih tidak nyeri dan pemulihannya cenderung lebih cepat.

4. Terapi fibrinolitik

Metode yang juga bisa digunakan untuk mengatasi empiema adalah terapi fibrinolitik. Terapi ini membantu mengeringkan nanah dan cairan di ruang pleura. Semakin awal seseorang mengetahui ada empiema pada paru-paru mereka, akan semakin besar kemungkinan penyembuhannya. Pada banyak kasus, metode penyembuhan seperti di atas akan lebih efektif bagi penderita empiema yang mengetahui diagnosis kurang dari 4 pekan.Kabar baiknya, empiema bukan jenis penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan di paru-paru pada jangka panjang. Apabila cairan di ruang pleura telah kering, maka penderitanya bisa dinyatakan sembuh.Perkecualian ada pada mereka yang memiliki gangguan kekebalan tubuh karena kemungkinan kematian akibat empiema meningkat menjadi 40 persen pada kasus ini. 

 

Pencegahan empiema

Diagnosis empiema dapat ditentukan berdasarkan hasil wawancara medis yang rinci, pemeriksaan fisik secara langsung, dan pemeriksaan penunjang tertentu.Dokter dapat mencurigai adanya empiema pada orang dengan pneumonia yang tidak menunjukkan respons yang baik terhadap terapi. Dokter juga akan mendengarkan adanya suara napas abnormal dari paru-paru menggunakan stetoskop.Empiema sering kali didahului oleh infeksi pada paru-paru atau pneumonia. Karena itu kondisi empiema dapat dicegah dengan deteksi dan penanganan dini pada pasien yang mengalami pneumonia.Meskipun sangat jarang, empiema kompleks dapat memicu komplikasi yang semakin berbahaya. Di antaranya adalah:

1.Sepsis

Kondisi ini terjadi akibat sistem kekebalan tubuh bekerja secara terus-menerus melawan infeksi. Selama proses ini, sejumlah besar bahan kimia dilepaskan ke dalam darah sehingga memicu peradangan yang semakin luas dan dapat menyebabkan kerusakan organ. Gejala-gejala sepsis meliputi, demam tinggi, menggigil, napas cepat, detak jantung cepat, dan tekanan darah rendah.

2. Paru-paru kolaps 

Paru-paru kolaps dapat menyebabkan sakit di bagian dada secara tiba-tiba dan napas pendek. Kondisi ini akan semakin memburuk ketika batuk atau bernapas. Jika tidak segera mendapatkan perawatan, akibatnya akan sangat fatal.Segera tangani empiema karena bila dibiarkan, bukan tidak mungkin terjadi komplikasi yang mengancam nyawa.
radang paru-parupneumoniaempiema
Healthline. https://www.healthline.com/health/empyema#outlook
Diakses pada 11 Juli 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323578.php
Diakses pada 11 Juli 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000123.htm
Diakses pada 11 Juli 2019.
Oxford Academic. https://academic.oup.com/cid/article/45/11/1480/334422
Diakses pada 11 Juli 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/empyema
Diakses pada 3 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait