Mengenal Emotional Detachment dan Cara Mengatasinya dengan Tepat


Emotional detachment membuat orang yang mengalaminya tidak mampu terlibat dalam perasaan mereka sendiri dan orang lain. Cara mengatasi kondisi ini harus disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya.

0,0
Emotional detachment adalah kondisi yang membuat seseorang tidak mampu sepenuhnya terlibat dalam perasaan mereka sendiri dan orang lainEmotional detachment membuat penderitanya lebih senang menyendiri
Emotional detachment adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang tidak mampu sepenuhnya terlibat dalam perasaan mereka sendiri dan orang lain. Dalam beberapa kasus kondisi ini bisa berdampak buruk terhadap kehidupan sosial Anda.Meski begitu, emotional detachment di sisi lain juga dapat melindungi Anda dari perasaan sakit hati, stres, hingga kecemasan. Lantas, perlukah kondisi ini mendapatkan penanganan?

Apa saja gejala yang dialami penderita emotional detachment?

Sejumlah gejala mungkin akan dirasakan oleh penderita emotional detachment. Gejala yang muncul umumnya memengaruhi kondisi psikologis penderitanya. Beberapa gejala tersebut,di antaranya:
  • Lebih suka menyendiri
  • Tidak memerhatikan orang lain
  • Kesulitan merasakan emosi positif
  • Kesulitan berempati terhadap orang lain
  • Kesulitan dalam mengekspresikan emosi
  • Kesulitan membuka diri kepada orang lain
  • Buruknya kemampuan mendengarkan orang lain
  • Kehilangan kontak atau komunikasi dengan orang lain
  • Kesulitan membentuk atau mempertahankan hubungan
  • Kehilangan minat untuk bertemu orang lain dan beraktivitas
  • Perasaan bertentangan yang terjadi secara bersamaan (ambivalensi) terhadap orang lain
Masing-masing penderitanya mungkin akan mengalami gejala yang berbeda. Untuk mencari tahu kondisi yang mendasarinya, Anda bisa berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater jika merasakan gejala-gejala di atas.

Penyebab seseorang mengalami emotional detachment

Ada berbagai macam faktor yang dapat menjadi penyebab emotional detachment. Kondisi ini dapat muncul sebagai gejala dari masalah kesehatan mental tertentu. Namun, ada juga orang yang mengalaminya karena dampak pengalaman traumatis di masa lalu.Sejumlah faktor yang menjadi penyebab emotional detachment, antara lain:

1. Pengalaman masa lalu

Anak yang menjadi korban perceraian orangtua berisiko mengalami emotional detachment
Perceraian orangtua dapat memicu emotional detachment pada anak
Anak-anak merupakan kelompok usia yang lebih berisiko mengalami emotional detachment dibandingkan orang dewasa. Peristiwa masa lalu yang bisa menjadi pemicu berkembangnya kondisi ini dalam diri mereka, meliputi:
  • Mengalami kejadian yang menyebabkan trauma
  • Mengalami kekerasan secara fisik maupun emosional
  • Tumbuh di panti asuhan tanpa kasih sayang orangtua
  • Menjadi korban pengabaian dari orangtua, keluarga, atau teman-teman di sekitarnya
  • Merasakan kehilangan, seperti orangtua meninggal atau cerai dan kehilangan pengasuh mereka

2. Masalah kesehatan mental

Emotional detachment dapat muncul sebagai gejala dari masalah kesehatan mental tertentu. Beberapa masalah kesehatan mental yang berpotensi menjadi pemicunya, seperti:

3. Efek pengobatan

Konsumsi obat-obatan tertentu dapat menyebabkan emotional detachment. Salah satu obat yang bisa menjadi pemicunya adalah antidepresan SSRI. Apabila Anda merasa mengalami kondisi ini usai mengonsumsi antidepresan, segera konsultasi ke dokter dan pertimbangkan beralih ke obat lain.

Perlukah emotional detachment mendapatkan penanganan?

Tidak semua emotional detachment perlu penanganan. Beberapa orang memilih menerapkan sikap ini untuk melewati peristiwa atau situasi yang berpotensi memicu trauma dan melindungi diri mereka dari stres, sakit hati, dan kecemasan.Namun, jika emotional detachment muncul sebagai gejala masalah kesehatan mental, kondisi ini perlu mendapatkan penanganan. Beberapa tindak penanganan yang bisa dilakukan, antara lain:
  • Menjalani terapi

Emotional detachment dapat diatasi dengan menjalani terapi perilaku kognitif. Melalui terapi ini, Anda akan diajarkan untuk mengubah pola pikir dan respons negatif menjadi positif. Dokter mungkin akan mengombinasikan terapi dengan konsumsi obat-obatan tertentu untuk meredakan gejala.
  • Melatih mindfulness

Berlatih mindfulness akan membantu mengatasi emotional detachment
Cobalah untuk fokus terhadap diri sendiri dan memerhatikan emosi
Mindfulness adalah teknik yang dapat membantu seseorang untuk fokus terhadap diri mereka sekarang, termasuk fisik dan respons emosional.  Dengan begitu, Anda dapat belajar memerhatikan emosi dan membangun kesadaran diri.
  • Memperkuat hubungan dengan orang lain

Memperkuat hubungan dengan orang lain adalah salah satu cara mengatasi emotional detachment. Tindakan ini membantu membangun kesadaran yang lebih besar tentang emosi Anda sendiri.

Catatan dari SehatQ

Emotional detachment adalah kondisi yang membuat seseorang tidak mampu sepenuhnya terlibat dalam perasaan mereka sendiri dan orang lain. Kondisi ini dapat memberi pengaruh buruk bagi kehidupan sosial dengan orang lain, tapi di sisi lain bisa melindungi dari sakit hati, stres, dan kecemasan.Cara mengatasinya harus disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya. Jika terjadi sebagai gejala masalah kesehatan mental tertentu, Anda dapat menjalani terapi perilaku kognitif untuk mengatasinya. Apabila muncul karena konsumsi obat-obatan tertentu, pertimbangkan beralih ke obat lain. Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai emotional detachment dan cara mengatasinya, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bipolardepresikesehatan mentalpost traumatic stress disorder (PTSD)mindfulness
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-emotional-detachment-5121166
Diakses pada 18 Juni 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/emotional-detachment
Diakses pada 18 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait